Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Jangan menikah dengannya


“Aku memintamu datang untuk makan malam bersama dan kau malah memanggilku kemari!” gerutu Nael, ia menarik kursi di depan Arsen kemudian Arsen menyodorkan buku menu ke hadapan Nael.


Ini sudah seminggu berlalu setelah pertemuannya dengan Gisel di pengadilan, dan hari esok, Gisel akan menikah dengan Steve. Itu sebabnya, Gabriel Gabby dan seluruh keluarga mereka, datang ke Swiss untuk menyaksikan pernikahan Giseel.


Jangan ditanya, bagaimana perasaan Arsen, yang pasti hancur sehancur-hancurnya. Namun, ia tetap menahannya dan tetap teguh dengan pendiriannya. Dan ketika nael mengajaknya untuk makan malam bersama dengan Gabby dan yang lain-lain, tentu saja Arsen menolak.


Ia malah mengajak Nael untuk bertemu berdua, Arsen tidak seberani itu untuk menampakan dirinya di hadapan Gabby dan Gabriel. Itu sebabnya, ia mengajak Nael untuk bertemu di tempat yang lain.


“Arsen kau baik-baik saja?” tanya Nael, ketika ia sudah duduk. Biasanya, Arsen akan mengatakan baik-baik saja, tapi sekarang, Arsen tidak menjawab ...Ia hanya menatap Nael dengan getir. Apalagi besok, setelah menghadiri pernikahan Gisel, ia akan langsung terbang meninggalkan Swiss.


•••


Arsen menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia baru saja pulang dari cafe. Setelah berbincang-bincang dengan Nael, dan sebelum pulang ke apartemen. Ia berencana untuk menghirup udara negara yang tidak akan ia kunjungi lagi.


Arsen menghentikan mobilnya sejenak, karena melihat seseorang yang tak asing. Arsen mengerutkan keningnya, saat melihat Steve merangkul seorang wanita. Arsen mengucek matanya, karena ia tidak percaya bahwa itu adalah Steve.


Ia berharap, bahwa ia salah melihat. Tapi setelah mengucek matanya beberapa kali, dan melihat dari perawakan dan dari mobil yang dimasuki Stev bersama wanita itu, Arsen yakin, bahwa di depannya adalah Steve, calon suami Gisel..


“Apa ini, apa dia berselingkuh?” tanya Arsen dengan bibir bergetar, secepat kilat Arsen pun langsung kembali dan menjalankan mobilnya. Lalu, mengikuti mobil Steve.


Mobil Stev berhenti di sebuah hotel. Namun anehnya, hanya wanita itu saja yang masuk, sedangkan Stev tidak turun dan langsung pergi kembali.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Arsen pun memarkirkan mobilnya, kemudian ia langsung masuk ke dalam hotel dan menyusul wanita tadi, ia harus bertanya tentang apa hubungannya wanita itu dan ia tidak ingin Gisel dikhianati sama seperti dulu, Gaby terhianati olehnya.


“Maaf!” panggil Arsen tiba-tiba, wanita itu menoleh. “Ya,” jawab wanita itu.


“Maksudmu Steve?” tanya wanita itu, Arsen mengangguk


“Oh, dia calon suamiku,” jawab wanita itu membuat Arsen terdiam seketika. Ia memejamkan matanya, menahan geram. Sial, ia tidak boleh membiarkan Gisel menikah dengan Steve, ia harus memberitahukan Gisel yang sebenarnya


Secepat kilat, Arsen pun meninggalkan wanita itu, kemudian ia langsung berlari ke arah mobilnya, ia harus pergi ke apartemen Gisel untuk mengatakan dan memberitahu tentang Steve bahwa Stev bukanlah lelaki yang baik.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,.


akhirnya mobil yang dikendarai Arsen sampai di basemen apartemen Gisel, Ia pun langsung turun dari mobil kemudian ia langsung berjalan ke arah lift.


Sambil berjalan, Ia terus menelepon Gisel berharap Gisel berada di apartemennya dan tepat ketika berada depan pintu, Arsen menekan bel, hingga terdengar suara pintu terbuka dan Gisel membuka pintu tersebut


“Untuk apa kau kemari?” tanya Gisel dengan dingin.


“Gissel, jangan menikah dengan lelaki itu!” kata Arsen, seketika Gisel tertawa


“Memangnya apa urusannya denganmu!” hardik Giseel.


Scroll gengs.


•••••