
“Aaa .... sakit Kak!” Nael berteriak, ketika Aurora menjambak rambutnya dan membawa kepalanya kesana kemari. Bukan hanya menjambak saja, Aurora juga memukuli seluruh tubuh Nael.
Ia begitu gemas dengan tingkah sang adik. Hingga ia langsung menyiksa adiknya secara membabi-buta. “Aurora!” panggil Grey saat sang ayah memanggil Aurora.
Aurora masih belum menghentikan serangannya pada Nael dan seketika, Nael berhasil melepaskan diri kemudian berlari ke belakang sang ayah. “Kesini kau!” teriak Aurora saat Nael bersembunyi di belakang tubuh ayahnya.
Ia bisa saja menyiksa sang adik. Tapi air matanya sudah berlinang. ”Aurora!” panggil Grey, seketika Aurora melepaskan sandal yang dipegangnya.
“Kesini kau!” titah Aurora, seketika Nael mengintip. Saat kakaknya sudah melepaskan sendal yang dipegang, ia merasa aman. dan Grey langsung menggeser tubuhnya. Hingga kini, tidak ada yang menghalangi tubuh Nael.
Seketika itu juga, Aurora maju berhambur memeluk adiknya. Begitupun Nael yang juga ikut membalas pelukan sang kakak. “Dasar bodoh, dasar brengsekk!” hardik Aurora saat berada di pelukan adiknya. Ia bisa saja mengutuk sang adik. Tapi ia memeluk Nael begitu erat, menyalurkan rasa rindu yang selama ini ia pendam. egitupun Nael, ia kembali menangis saat memeluk sang kakak.
Dan setelah sekian lama saling memeluk, akhirnya Aurora melepaskan pelukannya. Ia langsung menatap Nael, begitupun Nael yang juga menatap kakaknya.
“Kau baik-baik saja?” tanya Nael. Kali ini nadanya sudah melembut. Nael mengangguk dengan pelan, kemudian ia menundukkan pandangannya karena ia malu menatap sang kakak.
“Aku bersyukur kau masih hidup. Tapi jika kau ingin berpura-pura mati lagi. Aku akan benar-benar mengirimmu ke akhirat,” ucap Aurora.
“Ayo masuk, kita makan bersama.” Mereka pun semua masuk ke dalam mansion. Saat masuk, Nael mengerutkan rekeningnya saat leticia tidak bereaksi saat melihatnya, terlihat jelas sang adik seperti tidak terpengaruh dengan kehadirannya.
“Banyak sekali yang terjadi pada adikmu. Jadi Mommy rasa, Kau harus sabar menghadapinya.”
Setelah kepergian Nael, Leticia diputuskan oleh Jordan secara sepihak.Cinta yang telah terbangun selama bertahun-tahun itu, harus kandas karena Jordan yang meninggalkannya dan memilih bersama sahabat Leticia.
Awalnya, Jordan memutuskan leticia dengan alasan merasa bersalah pada Nael karena tidak membantu Nael mendapatkan hati Laura dan Naura hingga Naea meninggal, dan itu menjadi alasan Jordan meninggalkannya.
Tapi ternyata bukan itu alasannya, Jordan meninggalkan Leticia bukan karena merasa bersalah, ia meninggalkan leticia karena telah menghamili Ayana, sahabat Leticia.
Entah kapan Jordan dengan Ayana bisa dekat, hingga pada akhirnya, Jordan dan Ayana menusuknya dari belakang, dan dengan adanya kematian Nael, Jordan seolah menemukan alasan yang tepat untuk memutuskan secara sepihak. Dan setelah di khianati Jordan dan sahabatnya, Leticia berubah menjadi pendiam.
Nael mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan sang ibu, kemudian ia langsung berjalan kearah Leticia. “Leticia!” panggil Nael. Leticia tersadar, kemudian ia tersenyum. Namun, bukan senyum yang sesungguhnya.
“Kau tidak senang kakak kembali?” tanya Nael. leticia menegakkan tubuhnya, kemudian berhambur memeluk Nael. “Aku senang kau kembali,” jawabnya. Namun entah kenapa, nada suara Leticia terdengar sangat sendu.
•••
“Nael, boleh kaka masuk?” tanya Aurora. Saat ini, Nael sudah berada di kamarnya. Setelah berkumpul untuk makan bersama Nael memutuskan untuk pergi ke kamarnya, karena dia rindu dengan suasana kamar yang selalu ia tempati dan Aurora pun menyusul Nael untuk pergi ke kamar.