Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kakek, Aku Ingin Pulang!


mobil yang dikendarai Grey sampai di pekarangan rumah. Greey turun dari mobil. kemudian membukakan pintu untuk kedua cucunya.


“Ayo turun!” kata Greey. Ia mengulurkan tangannya pada Naura dan Laura Setelah itu mereka pun berjalan ke dalam.


“Nenek!” panggil Laura dan Naura secara bergantian. Grisella yang sedang merapikan buah di meja makan langsung menoleh. kemudian ia tersenyum dan langsung menghampiri kedua cucunya.


“Cucu nenek cantik sekali,” kata Grisella sambil membelai pipi kedua cucunya.


“Nenek, apakah ada Bibi Aurora?” tanya Naura yang bertanya tentang Aurora.


“Ya, Sayang. Bibi Aurora baru saja tiba.” wajahnya Naura kembali mendung saat mendengar ada Aurora. Sedangkan Laura yang di sebelahnya menggenggam tangan Naura, menguatkan saudara kembarnya.


Sebab mereka pasti akan melihat hal yang sangat menyakitkan, di mana sang ayah memperhatikan Elsha putri dari Aurora dan bersikap baik pada Elsha, tapi pada mereka, sikap sang ayah sangat berbeda. Itu sebabnya, Naura merasa sedih bukan main, ketika mendengar Aurora datang.


“Tidak apa-apa, ayo kita temui Daddy,” kata Laura. Walaupun ia malas bertemu dengan Nael semenjak kejadian kemarin, tapi melihat saudara kembarnya. Ia jadi tidak tega. Laura memang lebih kuat dibanding Naura, dan Laura lah yang selalu menguatkan sang adik.


“Ya, sudah. Kalian ke atas, Daddy kalian sedang bersama Elsa!” kata Grisella.


“Baik nenek.” Setelah mengatakan itu, Laura dan Laura pun,.berbalik kemudian mereka langsung pergi ke atas.


“Daddy!” Panggil Naura. Nael yang sedang memangku Elsa menoleh sekilas, kemudian ia langsung menoleh lagi ke arah depan. Seperti biasa, ia mengabaikan Laura dan Naura. Mata Naura sudah berkaca-kaca saat melihat sikap sang ayah.


Ini memang bukan pertama sang ayah bersikap begini. Tapi tetap saja, mereka tidak kapok untuk menghampiri sang ayah. Sang ayah sangat terlihat menyayangi Elsa dan kakak Elsa. Sedangkan pada mereka, tidak seperti itu. Nael begitu dingin, dan selalu berbicara ketus, terkadang juga selalu membentak Laura dan Naura.


Laura menggenggam tangan Naura, dan menguatkan sang adik. “Ayo kita kesana!” ajak Laura. Mereka pun berjalan ke arah sang ayah.


“Laura ... Naura, Ayo kita main bersama. Aku membawakan Boneka Barbie untuk kalian,” kata Elsa. Elsa turun dari pangkuan Nael, dan langsung menarik tangan Laura.


Sedangkan Naura, tetap terdiam di sisi Nael. “Dad!” panggil Naura dengan ragu-regu.


“Apa?” jawab Nael dengan ketus.


“Tadi ada hari ayah di sekolah. Kenapa Daddy tidak mau datang.” Naura memberanikan diri bertanya. Karena dialah yang paling mengharapkan kehadiran Nael. Sedangkan Laura, ia selalu menyimpan semua keinginanya dalam hati, seperti Gaby.


“Itu tidak penting! sekarang sana pergi!” Kata Nael dengan kasar. Ia bangkt dari duduknya. dia pergi meninggalkan Naura begitu saja. sedangkan Naura hanya mampu menatap punggung Nael dengan mata yang berkaca-kaca.


“ Naura!” Panggil Grey. Seeketika itu juga, Naura langsung memeluk sang kakek.


“Kakek, kenapa Daddy selalu begitu pada kami.” ucap Naura dengan mata yang membasah. Greey, menghela nafas, sudah bertahun-tahun ia mencoba mendekatkan Naura dan Laura pada Nael. Tapi tidak berhasil, Entah kenapa putranya begitu bebal dan putranya begitu keras kepala.


“Kakek, aku ingin pulang. Antarkan aku pulang,” ucap Naura, dan sedetik kemudian tangisnya tidak bisa di bendung


Greey ....


Udah 3 bab ya Bun. Gas komen gengs


Ga komen besok up satu biji hahaha


Percayala, suatu saat pasti Gabby, Laura dan Bauara akan berkata, bahwa mereka sangat bahagia karena .... Entah Nael yang menyesal atau karena sosok lain hahahaha