
Mata Leticia membulat saat melihat Miko masuk dalam apartemen dan langsung tak sadarkan diri. Rupanya, setelah pertengkaran di club dan diusir dari Club, Miko meminta taksi untuk mengantarkan ke alamat apartemen Leticia.
Walaupun berjalan dengan tertatih-tatih, akhirnya ia sampai ke apartemen istrinya dan mampu membuka sandi apartemen Leticia.
Dan tepat ketika ia masuk, rupanya Miko sudah tidak bisa menahan semuanya lagi. Hingga ia tak sadarkan diri.
••••
Miko mengerjap, ia membuka matanya, kepalanya berdenyut nyeri. Seluruh tubuhnya pun terasa sakit, ia merasakan mual yang luar biasa. Otaknya kosong, ia tidak mengingat apapun yang terjadi, yang dia ingat adalah dia mabuk di club.
Tiba-tiba lamunan Miko buyar saat mendengar suara pintu terbuka, Ia pun berpura-pura kembali memejamkan matanya. ternyata Leticia yang masuk sambil membawa air hangat untuk mengompres luka Miko.
Tadi, setelah Miko tak sadarkan diri, ia meminta bantuan petugas di bawah untuk membopong Miko ke kamarnya dan sekarang, Leticia sedang menunggu dokter untuk datang, karena tak mungkin ia membawa Miko ke rumah sakit.
Letica mendudukkan diri di sebelah Miko, kemudian ia memeras handuk yang ia bawa lalu mulai mengompres wajah Miko, sedangkan Miko mati-matian untuk tidak bereaksi, ia terlalu malu untuk menatap istrinya.
“Aku tahu kau sudah bangun!” kata Leticia saat mengobati Miko, rupanya sebelum Miko berpura-pura memejamkan mata, Leticia sudah melihat, bahwa Miko sudah tersadar.
Setelah mendengar itu, Miko pun langsung membuka matanya hingga tatapannya dan tatapan Leticia saling mengunci, Jantung Miko serasa di tusuk ribuan jarum ketika Leticia menatapnya dengan dingin, tidak seperti kemarin-kemarin saat mereka masih berada di Rusia. Tidak tidak ada sama sekali kehangatan padanya.
•••
Leticia masuk ke dalam kamar, kemudian ia menghampiri Miko yang terbaring di ranjang, terlihat jelas mereka meringis. “Berikan nomer ponsel chef yang selalu memasak untukmu. Aku akan berusaha memintanya datang kemari agar bisa mengurus makananmu selama kau di sini!”
Miko yang sedang meringis langsung menoleh saat mendengar ucapan Leticia, seperti biasa, Leticia berucap dengan dingin. Dan ada satu yang Miko sadari, ternyata saat ia memakan makanan Devina, itu sangat melukai istrinya, dan itu terlihat jelas dari wajah Leticia saat ini, ekspresi Leticia sudah menjelaskan semuanya.
“Le-Leticia ....” Miko berucap dengan pelan, bahkan, ia sanggup meneruskan ucapannya, karena tenggorokannya masih perih.
Letisya mengambil ponsel Miko yang ada di atas Nakas. “Berapa sandi ponselmu?” tanya Leticia, aku akan menghubunginya dan aku akan berusaha mengajaknya kemari untuk membuatkan makanan untukmu, bukankah kau tidak bisa makan jika bukan masakan buatannya?” kata Leticia lagi dengan hati yang luar biasa pedih, ia menekankan kalimat ucapannya di akhir Kalimatnya, seperti menyindir sang suami.
Bukan hanya Leticia yang merasakan pedih, Miko pun juga sama, ia merasakan pedih saat melihat ekspresi Leticia.
Karena Miko tidak menjawab, Leticia menunduk, kemudian ia mengambil jari Miko lalu menempelkannya di ponsel Miko hingga ponsel Miko terbuka.
Setelah ponsel Miko terbuka, ia mencari nomor Devina dan saat mengetahui nomor Devina, secepat kilat Leticia menekan tombol panggil dan meneleponnya. Namun dengan sisa kekuatan yang Miko miliki, Miko berhasil bangkit berbaringnya, kemudian merampas ponsel itu dari tangan Leticia.
Seketika ....
Seketika ..... 500 komen dulu
Gengs hari ini aku mau update 3 atau 4 bab kok, tapi aku up 2 bab dulu ya, karena dua bab lagi belum di revisi, karena ini hari Senin, aku harus anter dulu anak sekolah. Mungkin ban lainnya menyusul nanti siang menjelang sore