
“Hiss!” Miko mendesis kesal Ieticia mematikan panggilannya sepihak. “Selalu seperti ini!” gerutu Mico, saat Leticia mematikan panggilannya.
“Bagaimana dia menyarankan untuk saling mengenal satu sama lain lewat komunikasi, Jika dia tidak mau dihubungi lewat ponsel!” kata Miko, “Ah sudahlah!” Miko pun bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung berjalan ke arah meja, ia berniat untuk menyelesaikan pekerjaannya.
“Hissshhh!” setelah duduk di kursi kerjanya, Miko langsung Menghentakan kakinya, ke udara ia kesal, bukannya fokus pada pekerjaan ia malah terus mengingat istrinya.
4 bulan kemudian
“Tolong siapkan semuanya, aku ingin kamar hotel yang aku pesan itu di hias sebaik mungkin, dan seistimewa mungkin!” kata Miko pada seseorang di seberang sana. Setelah itu, ia mematikan panggilannya kemudian ia membaringkan tubuhnya di ranjang.
Ia tersenyum saat membayangkan ia akan secepatnya bertemu istrinya. Ya, dua hari lagi adalah tepat setahun setelah Miko pergi meninggalkan Leticia di Jepang dan seperti janjinya, ia akan menjemput Leticia.
Lamunan Miko buyar, kala ponsel di di sampingnya kembali berdering. Ia pun mengambil ponsel itu dengan malas. Namun, wajahnya kembali berbinar saat melihat nama Leticia memanggilnya, untuk pertama kalinya selama setahun mereka berpisah,. Leticia menelponya terlebih dahulu, karena biasanya Ia yang selalu menelepon Leticia.
Secepat kilat, Miko mengangkat panggilan dari istrinya.
“Halo!” ucap Miko ketika mengangkat panggilannya.
“ Kau sedang apa?” tanya Leticia, mendengar pertanyaan Leticia. Tiba-tiba jantung Miko berdegup dua kali lebih kencang, ketika mendengar pertanyaan Leticia, tak biasanya Leticia bertanya padanya. “Aku sedang berbaring, jika kau tidak percaya, aku akan mengirimkan fotoku padamu.”
” Tidak, tidak usah. Aku percaya, aku menelponmu hanya ingin mengabarimu sesuatu,” Ucap Leticia di sebrang sana, membuat Miko mengerutkan keningnya.
“Aku sedang berada di Maldives. Aku sedang berlibur bersama teman-teman dosenku di sini. Jadi aku rasa, kau tidak perlu datang ke Jepang lusa, aku akan mengabarimu jika sudah berada di Jepang!” kata Leticia membuat mata Miko membulat, ia bahkan sangat terkejut dengan ucapan Leticia.
“Aku akann turun ke bawah dan makan siang bersama yang lain, aku tidak akan membawa ponselku. Jadi, jika aku tidak menjawab mungkin aku masih di bawah!” Leticia menutup panggilannya, sedangkan tubuh Miko Masih dia mematung.
“Maldives, dia ke Maldives! hah, bagaimana mungkin dia berlibur dengan teman-teman dosennya sedangkan aku ....” Seketika itu juga, Miko bangkit dari berbaringnya.
“Tidak, ini tidak bisa dibiarkan, dia tidak boleh berlibur dengan teman dosennya. Bagaimana jika teman dosennya laki-laki.” Miko mengambil ponselnya, kemudian menelepon seseorang.
“Pesankan aku tiket ke Maldives malam ini juga!” kata Miko, ia berencana untuk menyusul Leticia ke sana. Setelah itu, ia pun langsung bangkit dari duduknya untuk menyiapkan semuanya.
•••
Setelah sampai dari di bandara Maldives, Miko langsung pergi ke hotel. Ia berencana untuk mengiristirahtakn tubuhnya. Ia sudah tahu di mana hotel tempat menginap istrinya karena ia melihat dari Instagram Leticia.
Selama di Jepang ia tidak pernah menyuruh orang untuk mengawasi Leticia, karena leticialah yang melarangnya. Leticia tidak mau diawasi oleh siapapun, hingga Miko pun menuruti keinginannya istrinya.
Saat sampai ke Maldives, ia sedikit kesulitan untuk menemukan tempat Leticia menginap, Ia juga tidak ingin memberitahukan Leticia bahwa ia sedang berada di Maldives. Namun, beruntung Leticia mengunggah sebuah foto dengan keterangan tempat Leticia berada
Waktu menunjukkan pukul 04.00 sore, Miko yang sudah beristirahat sejenak langsung keluar dari kamar hotel untuk menyusul Leticia. Ia menyewa mobil dari hotel agar bisa berkendara berduaan bersama istrinya.
Scroll gengs