
Saat Leticia sudah bangkit dari duduknya, tubuh Miko diam mematung, otaknya kosong seketika. Ia tidak mampu mencerna apa yang Leticia katakan.
Ini sudah beberapa menit Leticia pergi meninggalkannya. Tapi Miko masih terdiam, ia masih belum percaya apa yang Leticia katakan, ia sudah menutup rahasia tentang mantannya dan orang yang ia cintai, ia tidak menyangka Leticia mengetahuinya.
Ya, Devina Hold, adalah mantan kasihnya yang juga seorang chef, wanita yang selama ini tidak bisa dijangkau oleh Miko. Saat itu, Miko memberitahukanya semua kehidupannya pada Devina, hingga Devina mengetahui masa lalu tentang Miko.
Miko pikir, saat memberitahu Devina, Devina bisa menerimanya. Tapi ternyata tidak, Devina memutuskannya secara sepihak dengan alasan masa lalu Miko yang tak akan mungkin bisa diterima oleh keluarganya.
Pada akhirnya,nMiko pun harus menerima alasan Devina. Di mata Miko, Devina begitu sulit dijangkau karena masa lalu ayahnya. Hingga akhirnya, Sejak saat itu mereka memutuskan untuk berteman, walaupun sebenarnya rasa cinta untuk Devina masih ada sampai sekarang.
Itu sebabnya, untuk menghilangkan rasa rindu ia tidak pernah ingin memakan masakan lain selain masakan Devina yang juga menjadi chef di restorannya sendiri.
Menurut Miko, setidaknya ia masih bisa memakan masakan Devina walaupun ia tidak bisa lagi memiliki Devina. Dan ia sudah menutup masa lalu itu rapat-rapat, Ia tidak menyangka Leticia akan mengetahui semuanya.
Saat memasuki kamar, Leticia terdiam, matanya menerawang segala arah. Kamar ini, kamar yang begitu menyakitkan. selama 5 bulan ini, walaupun terasa asing untuknya, tapi kamar Miko menjadi tempat terakhirnya untuk beristirahat dan kini harus melepaskan semuanya.
Leticia menghela nafas sedalam-dalamnya, berusaha mengontrol dirinya. Ia menghapus air matanya kemudian ia mengeluarkan koper lalu memasukkan pakaian-pakaian ke dalam koper tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, Leticia baru saja selesai mengemas semua pakaian dan semua yang akan dibawanya dari apartemen Miko, perutnya mulai lapar. Ia pun keluar dari kamar untuk pergi makan malam, ia ingat ia masih mempunyai makanan yang bisa dihangatkan di kulkas.
Saat melihat Leticia, seketika Miko terasa gugup. Tidak biasanya seperti ini, ia merasa sangat canggung, apalagi semenjak tadi sore mereka belum berbicara lagi.
“ Ayo makan malam bersama!” ajak Miko, Leticia mengangguk. “Aku akan memanaskan makanan dulu,” jawab Leticia, walaupun hatinya pedih, ia masih tersenyum tulus pada Miko.
Seelah menghangatkan makanannya, Leticia pun membawa piring kemudian berjalan ke arah meja makan di mana Miko sudah menunggunya di sana. Leticia mendudukkan dirinya di seberang Miko, lalu mulai memakan makanannya.
hening
kedua orang itu sama-sama terdiam dan fokus pada makanannya masing-masing, tak ada yang bersuara sedikitpun.
“Kau yakin akan pergi Leticia?” tanya Miko setelah menyelesaikan makan malamnya, membuat hati Leticia berdesir pedih
Walaupun memang ia akan pergi, tapi setidaknya ia berharap suaminya melarangnya. Tapi ternyata tidak, membuat Leticia tersenyum getir, keputusannya pergi memang sudah tepat.
“Hmm, Aku akan pergi besok!” kata Leticia, ia berusaha mati-matian untuk menahan tangisnya. “Aku akan mengantarkanmu ke bandar!” Leticia tidak menjawab, ia kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya dengan hati yang luar biasa pedih.
Scroll gengs aku up 4 bab