Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Rasa Haru


Arsen terus memandang mobil di depannya. Beberapa kali ia hampir memejamkan matanya karena pandangannya mulai menggelap. Ia melihat jam di pergelangan tangannya kemudian menghela nafas karena anak buahnya belum juga datang.


Saat ini, Arsen sedang diam di mobil yang terparkir di depan gereja. Ya, setelah tadi Gisel memutuskan pulang dan keluar dari villa. Secepat kilat, Arsen langsung memakai mantelnya, ia memaksakan diri untuk mengikuti mobil Gisel karena ia takut terjadi sesuatu dengan mantan adik iparnya sekaligus wanita yang ia cintai, apalagi hari sudah sangat larut.


Dalam kondisi lemah dan tubuh yang lemas, Arsen memaksakan dirinya untuk mengemudi demi memastikan kondisi Gisel baik-baik saja. Dan ternyata, saat Arsen mengikuti Gisel, Gisel membelokkan mobilnya ke gereja.


Rupanya, Gisel ingin berdoa padahal waktu sudah sangat larut. Rupanya, Gisel sedang merasakan sakit yang luar biasa hebat karena ucapan Arsen, ditambah lagi ia merindukan kedua orang tuanya.


Ia bingung harus pergi ke mana dan akhirnya Ia memutuskan untuk mencari gereja dan memutuskan untuk berdoa di sana. Rasa sakit Gisel benar-benar hebat, sedangkan Arsen memarkirkan mobilnya di tempat yang tak jauh dari mobil gissel.


Tadi saat ia mengikuti Gisel, ia menelpon anak buahnya untuk datang ke alamat yang ia kirimkan dan setelah anak buahnya datang Arsen berencana untuk pulang kembali dan mengistirahatkan tubuhnya, Ia hanya ingin memastikan Gisel selamat sampai tujuan.


10 menit kemudian, akhirnya ada mobil yang datang membuat Arsen menoleh dan itu adalah mobil anak buahnya. Hingga Arsen kembali memutar mobilnya, lalu saat berpapasan Arsen membuka jendela mobilnya.


“ Pastikan dia sampai ke rumah dengan selamat!” titah Arsen pada anak buahny. anak buahnya mengangguk. Lalu setelah itu Arsen kembali menjalankan mobilnya untuk kembali ke Vila.


•••


“Laura ... Naura. Apa kau membohongi Daddy?” tanya Nael, seketika Laura dan Naura bersembunyi di balik tubuh Gabby.


“Apa maksudmu?” tanya Gabby. Laura dan Naura mengatakan bahwa kau berulang tahun besok.


“Naura ... Laura, apa kalian membohongi Daddy?” tanya Gabby dengan lemah lembut. Laura dan Naura menggangguk.


“Maafkan kami Mommy. Kami rindu bertemu denganmu,” jawablah Laura dan Naura sambil menunduk.


Nael maju ke arah kedua putrinya, kemudian menyetarakan diri dengan Laura dan Naura.


“Sebagai hukuman, kalian harus mau dengan Daddy,” kata Nael membuat Laura dan Naura menoleh kedua anak kecil itu kompak mengangguk.


Mereka menatap dalam-dalam. Laura dan Naura masih tidak menyangka bahwa Nael akan berkata begitu. Padahal dulu, Nael akan berteriak ketika mereka memasuki kamar Nael Tapi, sekarang ...


Gabby menggeser sedikit tubuhnya, hingga Laura dan Naura berhadapan dengan Nael. Ia mengulurkan kedua tangannya pada kedua putrinya dan Laura dan Naura pun menerima uluran tangan.


“Di mana kamar kalian?” tanya Nael.


“Ayo!” kata Laura, ia mendahului berjalan. Saat Laura dan Naura sudah berjalan, Gaby menatap punggung Nael dan kedua putrinya dengan rasa haru yang luar biasa. Tatapan matanya fokus pada tangan Nael yang sedang menggenggam tangan Laura dan Naura.


Untuk Gabby ini benar-benar membahagiakan. Walaupun tahu akhirnya akan begini, walaupun tahu Nael akan berhasil menaklukan hati Laura dan Naura..Tapi setiap melihat interaksi Laura dan aura rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya melampiaskan rasa bahagianya, karena pada akhirnya setelah mendapatkan rasa sakit yang bertubi-tubi kedua putrinya berhasil mendapatkan kasih sayang sang ayah.