Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
rasa terimakasih


Ayana mengerjap, ia tersadar. Saat ia bangun, ia meringis ketika merasakan perutnya begitu nyeri. Bahkan ia merasa tubuhnya sangat lemas, ia melihat sekitarnya dan Ia baru menyadari bahwa ia di rumah sakit.


Sejenak, otak Ayana kosong. ia tidak mengingat apapun. Namun tak lama, semua kejadian tadi menubruk otaknya di mana ia dipaksa memakan mie yang super pedas oleh Raymond.


Dan tak lama, Ayana langsung membulatkan matanya saat mengingat sesuatu, ia melihat jam di dinding, ternyata waktu menunjukkan pukul 06.00 sore, dan dia sebelum menjemput Moa.


Seketika rasa takut dan rasa khawatir membayangi Ayana. Baru saja ia akan bangkit dan mencabut selang infus, gerakannya terhenti saat mendengar suara derap langkah dan tak lama, pintu terbuka.


“Mommy!” terdengar suara Moa memanggilnya


Rupanya, sebelum Ayana sadar ada yang menelepon ke ponsel Ayana, ternyata itu adalah dari pihak sekolah yang memberitahukan bahwa sekolah sudah selesai dan Moa sudah boleh pulang.


Dan Raymond lah yang mengangkat panggilan itu, hingga Raymond langsung menjemput Moa. Beruntung dari tadi Ayana menyimpan ponsel di saku jasnya, hingga ponsel itu terbawa ketika ia di rumah sakit dan Raymond bisa tahu bahwa putri Ayana belum ada yang menjemput.


Saat melihat Raymond, tiba-tiba Ayana terhenyak, Entah kenapa ketakutannya pada Raymond semakin menjadi-jadi. Bentakan dan teriakan Raymond semalam saja masih membekas, dan tadi ia melihat Raymond menendang meja di hadapannya.


dua minggu kemudian


Ini sudah dua minggu berlalu, semenjak kejadian itu dan hari ini, Ayana sudah diijinkan pulau oleh oleh dokter. Selama 2 minggu pula, Ayana hanya berdua di rumah sakit dengan Moa, sedangkan Raymond sama sekali tidak kenapa lelaki itu tiba-tiba menghilang, dan esok, setelah keluar dari rumah sakit ia akan langsung bekerja kembali, karena ia Raymond memecatnya.


•••


Raymond yang berada di kursi kerjanya langsung menyadarkan tubuhnya ke belakang, ia benar-benar tidak habis pikir dengan wanita yang ada di depannya ini. Padahal Ia tahu Ayahnya baru keluar dari rumah sakit, tapi wanita ini malah sudah masuk bekerja.


“Kenapa kau tidak mengistirahatkan tubuhmu dulu?” tanya Raymond, tiba-tiba.


“Maaf, Tuan. Aku terlalu lama mengambil cuti dan aku sudah baikan,” ucap Ayana.


“Apa kau bodoh!" Hardik Raymond tiba-tiba membuat Ayana mengerutkan keningnya. “Kenapa kau dak pernah melawan saat orang lain menindasmu termasuk padaku, kenapa kau tidak melawanku!" Akhirnya Raymond mengeluarkan kekesalannya pada Ayana, tentang sikap Ayana yang mudah ditindas.


Ayana tersenyum getir, kemudian ia menatap Raymond..“Tuan, izinkan Aku untuk berhenti menjadi sekretarismu selama 15 menit!" Pinta Ayana, Raymond tidak menjawab. Namun dari tatapan matanya, ia mengerti bahwa Raymond mengizinkannya berbicara.


“Pertama, aku minta maaf atas kesalahanku di masa lalu yang pernah menolakmu dan bersikap arogan padamu, dan aku sangat menyesalinya. Kedua, aku tahu kau dendam padaku hingga kau menarik aku menjadi sekretarismu. Aku tidak pernah keberatan dengan apapun yang kau lakukan padaku, selama aku bekerja denganmu, selama aku menjadi sekretarismu dan selama aku mendapatkan uang dari perusahaan, aku akan tetap menuruti apapun perintahmu, karena hanya perusahaanmu lah yang tidak terpengaruh dengan mantan suamiku. Aku hanya ingin bekerja ... Bekerja ....bekerja karena aku mempunyai seorang anak yang harus aku besarkan. Terimakasih telah memberikanku pekerjaan, dan terimakasih sudah memberikanku gajih yang sangat besar."


Ayana menatap Raymon dengan pancaran ketulusan, walaupun ia tau niat Raymond hanya untuk membalasnya dan dia pun sedikit takut pada Raymond.. Tapi, ia tetap berterimakasih, karena sampai detik ini, ia masih berada di perusahaan Raymond, dan bisa membiayai Moa dan ayahnya yang sedang berada di rumah sakit jiwa.


Raymond diam terpaku, saat mendengar semua ucapan Ayana, raut wajah Ayana begitu tulus menatapnya, seakan sangat berterimakasih padanya. Seketika ....


Seketia 500.komen ye..ga 500 besok up sebiji hahaha karma Jordan sengaja di belakang biar mantap hahah