
Suasana kafe begitu hening, kedua insan yang merupakan mantan sahabat itu sama-sama terdiam. Leticia menunduk, begitupun Ayana yang juga menunduk
Ini sudah 10 menit berlalu. Tapi keduanya masih belum ada yang membuka mulut. Ya, setelah Ayana menelepon Leticia, Leticia memutuskan untuk menemui Ayana. Entah kenapa hatinya mengatakan bahwa ia harus menemui mantan sahabatnya. Padahal jika dipikir, seharusnya Leticia tidak mau menemui Ayana karena pengkhianatan sahabat dan mantan kekasihnya.
Leticia menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Lalu, ia menatap Ayana. Saat ia menatap Ayana yang sedang menunduk, ia menyipitkan matanya saat melihat tampilan Ayana yang begitu kusut.
Bahkan, wajah Ayana pun memar dan tampilan Ayana pun sekarang berubah, bahkan cenderung seperti wanita biasa. Padahal biasanya Ayana akan tampil glamor dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Knapa kau ingin menemuiku?” tanya Leticia, ia berusaha setegar mungkin untuk memulai pembicaraan, karena walau bagaimanapun bertemu dengan Ayana membangkitkan luka lama yang ia alami.
Ayana mengangkat kepalanya, hingga matanya dan mata Leticia saling beradu, kemudian ia terdiam sejenak. “Aku tidak tahu, aku pantas melakukan ini atau tidak. Aku tahu, aku adalah manusia yang berlumuran dosa, karena telah menghianatimu. Tapi sebelum terlambat. Aku ingin meminta maaf padamu walaupun aku tahu maafku tidak akan pernah bisa menyembuhkan lukamu,” jawab Ayana, membuat Leticia tertegun, Ia tidak menyangka Ayana memintanya datang hanya untuk meminta maaf.
“maaf?” ulang Leticia, Ayana menggangguk dengan mata yang berkaca-kaca
“Tolong maafkan, Leticia. Aku rasa, aku harus meminta maaf padamu agar aku bisa hidup tenang berdua dengan putriku,” jawab Ayana membuat Leticia mengerutkan keningnya. Tiba-tiba, rasa penasaran menderanya, karena Ayana mengatakan akan hidup berdua dengan putrinya. Lalu bagaimana dengan Jordan, begitulah pikirnya.
“Tak usah dipikirkan, aku sudah memaafkanmu,” jawab Leticia. Namun rasa penasarannya tidak bisa dibendung, Leticia kepo dengan yang terjadi pada Ayana..
“Aku baik-baik saja,” jawab Ayana, ia berusaha berbohong. Padahal kondisinya tidak sebaik itu
“Kau pasti sedang tidak baik-baik saja! katakan ada apa yang sebenarnya?” tanya Leticia.
“Apa kau masih bersama dengan Jordan?” tanyanya lagi Ayana menggeleng.
“Tiidak, aku sudah tidak bersama lagi dengannya kami sudah berpisah satu bulan lalu,” jawabnya lagi.
“Apa dia melakukan kekerasan?” tanya Leticia Ayana terdiam, entah kenapa hati Leticia terasa ngilu saat melihat Ayana. Entah dia harus berterima kasih atau harus tetap merasa marah pada Ayana, karena berkat Ayana lah dia menikah Miko, walaupun pada awalnya ia juga harus merasakan kesakitan yang luar biasa karena sikap Miko yang dingin.
“Apa yang dia lakukan padamu. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak bercerita padaku!” Leticia benar-benar meredam amarahnya, karena ia benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi
“Panjang ceritanya, hanya saja setelah saat itu kita bertemu di mall Jordan berubah. Ia sering kasar padaku, ia juga jarang ada di rumah. Kami sering bertengkar dan setiap kami bertengkar, dia akan memukulku dan ....” Ayana menghentikan ucapannya sejenak, kemudian menarik nafas sedalam-dalammya. Ia merasa sesak bukan main, ketika mengungkit luka lamanya.
Scroll gengs