Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kuatkan aku lewat mimpi


“Kalian sedih?” tanya Gabby ketika Laura dan Naura melihat ke arah jendela. pesawat sudah terbang mengudara. Sedari tadi masuk ke dalam pesawat, Laura dan Naura tidak henti-hentinya melihat keluar. Hingga Gabby yang sedang duduk di kursi lain langsung menghampiri kedua putrinya ia berjongkok dihadapan Laura dan Naura.


“Kami tidak sedih, Mommy. Hanya saja Kami merasa jauh dengan kakek dan nenek, kami tidak bisa melihat Daddy Gabriel dan kami juga tak bisa melihat lagi dad....” Laura menghentikan ucapannya saat ia akan menyebutkan nama Daddy Nael. Wajahnya merona sendu dan Gabby mengerti apa yang di rasakan oleh kedua putrinya.


“Mommy jangan menyentuh rambutku. Nanti rambutku rontok lagi. Aku tidak ingin rambutku habis,” ucap Laura ketika Gabby akan mengelus rambut Laura. Ya, rambut Laura dan Naura semakin hari semakin menipis, karena efek kemoterapi.


“Jangan pikirkan apa-apa. Sekarang kalian tidur karena perjalanan kita masih jauh,” ucap Gabby. Ia membantu kedua putrinya untuk berbaring, lalu menyelimuti seluruh tubuh putrinya.


Gabby mendudukan dirinya di kursi yang bersebrangan dengan putrinya. Ia merebahkan tubuhnya ke belakang. Lalu memanjangkan kakinya hingga kini posisinya setengah berbaring. Ia mengambil ponsel, lalu membuka galeri dan melihat kedua foto orang tuanya.


“Mommy ... Daddy, Maafkan aku yang pergi jauh dari kalian. Aku berjanji, setiap tahun aku akan mengunjungi kalian. Aku berjanji setiap malam akan berdoa untuk kalian. Daddy jika suatu saat aku lelah dan berniat menyerah, tolong datang ke mimpiku, kuatkan aku. Sadarkan aku bahwa masih ada Laura dan Naura yang membutuhkanku.” Gabby membelai layar ponselnya, seolah dia sedang berbicara dengan Stuart dan Simma.


Tak banyak yang ia siapkan sebelum ke Jepang. karena Gabriel sudah mengurus semuanya dari mulai tempat tinggal dan lain-lain. Ia hanya membawa beberapa orang untuk pergi ke jepang, ia pergi bersama Stella dan tiga orang lainnya yang akan mendampingi Gabby. Gabby tidak ingin terlalu banyak membawa orang, karena putrinya tidak nyaman jika terlalu banyak orang di sekitarnya.


Ia tau, ini berat bagi Laura dan Naura Tak mudah meninggalkan negara ini, mereka seolah dipaksa untuk menjalani kehidupan baru di Jepang, negara yang sangat asing untuk mereka. Gabby kembali melihat ke depan, kemudian ia memejamkan matanya dan berusaha untuk terlelap, karena perjalanan masih panjang.


••••


“Leticia, Apa maksudmu?” tanya Nael, ketika sang adik mengatakan hal yang tak masuk akal. Leticia yang sudah berbalik kemudian menghentikan langkahnya dan melihat ke arah sang kaka. Ia menghela nafas beberapa kali, mencoba untuk menenangkan dirinya dan mencoba untuk tak mengamuk di hadapan Nael. Sebenarnya sebelum orang tuanya tahu ya sudah terlebih terlebih dulu tahu dari Jordan.


“Aku memberitahu kau yang sebenarnya pun percuma. Jadi kau pikir saja sendiri.” Setelah mengatakan itu, Leticia pun kembali berbalik. kemudian ia langsung pergi meninggalkan Nael yang diam terpaku. Hari ini keluarganya benar-benar aneh.


Selera makan malam Nael sudah hilang karena perubahan sikap keluarganya. Ia. pun lebih memilih untuk pergi keluar dan lebih memilih pergi untuk ke apartemen Jordan, dia rasa, dia butuh angin segar karena hari ini semuanya. begitu kacau.


Scroll gengs aku up 3 bab