Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Dj luar nalar


Mata Joshua membulat saat melihat Savana keluar dari kamarnya, untuk sejenak tubuh Joshua menegang, karena Savana meninggalkannya dengan kondisi seperti ini di mana dia sedang berada di puncak tertingginya.


“Apa dia mengerjaiku?” lirih Joshua.


“Aish, anak itu.” Joshua menggeram hingga pada akhirnya dia berjalan ke arah kamar mandi, untuk menuntaskan keinginannya tanpa harus bersama Savana.


Savana masuk ke dalam kamar, dia langsung menyadarkan tubuhnya pada pintu. Lalu, tubuhnya merosot ke bawah dengan jantung yang berdebar sangat kencang, dia tidak menyangka dia akan kabur karena melihat sesuatu milik Joshua yang membuatnya sangat terkejut.


“Ameera!” Savana menggerutu sahabatnya, karena telah menyarankan hal gila seperti ini. Setelah cukup lama terdiam, Savana bangkit dari duduknya kemudian dia langsung berjalan ke arah walk in clost mengganti pakaiannya Karena sekarang Savana hanya memakai lingeri. Sebab, gaun tidurnya tertinggal di kamar Joshua.


“Bagaimana aku akan menghadapinya besok,” ucap Savana ketika sudah berganti pakaian, ia pasti akan malu sekali ketika bertemu dengan Joshua.


Joshua keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit lesu, walaupun sudah menyalurkan dengan caranya sendiri. Tapi tetap saja dia merasa gemas pada Savana.


jika Savana tidak kabur, dia tidak akan seperti ini. joshua mengusap wajah kasar berusaha mengusir pikiran nakalnya, walau bagaimanapun dia masih terngiang indahnya tubuh istrinya.


“Jangan sampai aku menyentuhnya, bisa berabe Jika dia hamil. Bagaimana mungkin anakku akan ditangani olehnya," ucap Joshua. Melihat bagaimana kekanak-kanakannya Savana, Joshua tidak ingin Savana melahirkan anaknya, karena dia tidak ingin anaknya mendapat pola asuh yang salah.


Dia tidak tahu ke depannya seperti apa. Tapi jika dia bisa memilih dia tidak ingin anaknya terlahir dari sosok wanita yang tidak seperti isrtinya, yang hanya tau tentang berfoya-foya, begitulah pikir Joshua.


Malam berganti pagi, Joshua sudah rapi dengan setelannya mengajar, begitupun Savana dia berencana untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya untuk meminta fasilitas, dia akan membujuk ayah dan ibunya agar Ayah dan Ibunya memberikan lagi semua padanya.


Saat Savana keluar dari kamar, Joshua juga keluar dari kamarnya, hingga kini mereka saling tatap dan masing-masing terdiam di tempat.


Rasa kesal langsung menggelayuti Joshua ketika melihat istrinya yang keluar dengan wajah tak berdosa. Dan seketika Joshua pun langsung menghampiri Savana yang sedang melihatnya.


“Kau!” hardik Joshua, dia bahkan sedikit meninggikan suaranya membuat Savana langsung terhuyung ke belakang.


“A-ada apa Paman?” jawab Savana dia berusaha untuk tetap bersikap tenang. Padahal jantungnya seperti akan lompat dari rongga dadanya.


“Apa kau mengerjaiku semalam?” tanya Joshua, dia sudah tidak lagi berteriak. Namun, terdengar masih sangat kesal.


“A-aku tidak mengerjaimu paman, tapi …."


“Tapi apa?” omel Joshua, di mata Joshua sekerang gadis ini sungguh menyebalkan.


“Aku tidak bermaksud mengerjai paman. Aku ….”


“Kau apa …?” potong Joshua. Savana menggigit bibirnya. Haruskah dia jujur bahwa itu adalah Saran dari Ameeea.


“Kau apa?” ulang Joshua lagi yang bertanya karena Savana tidak menjawab ucapannya.


"Karena saran dari Ameera."


"Apa?" Joshua hampir saja berteriak saat mendengarnya. "Dan kau mengikuti saran bodoh itu?"


"Sebenarnya itu bukan saran bodoh, kita, 'kan, suami istri. Jadi apa salahnya kita berhubungan?"


Lihatlah betapa naifnya anak ini.


"Oke, kau bilang kita suami istri, ya sudah ayo kita melakukannya."


"Sekarang?" Mata Savana membulat, satu, dua, tiga. Savana berhitung dalam hati dan ketika itungan ketiga, dia langsung berlari. Tatapan Joshua sangat mengerikan, hingga dia memutuskan untuk kabur.


"Dasar bocah," omel Joshua.


***


Savana turun dari taksi, wanita itu langsung masuk ke dalam rumah mewah orang tuanya. Setibanya di sana, situasi tampak kosong seperti tidak ada orang di sana.


"Mom, Dad!" panggil Savana, dia berteriak memanggil ayah dan ibunya, tapi tidak ada sahutan, hingga Savana langsung berjalan ke arah dapur untuk bertanya kepada Merlin.


"Tuan dan nyonya sedang pergi ke luar negeri."


"Lagi? Kau tidak tahu kapan mereka kembali?" tanya Savana.


"Tidak, Nona."


Savana memutuskan untuk diam sejenak di ruang tamu, dia melihat ke sekelilingnya yang tampak sangat sepi. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya ketika mengingat semua hal, termasuk fakta bahwa dia bukanlah anak kandung dari orang tuanya, melainkan putri seorang pelayan.


Jessica dan Roward divonis tidak akan bisa mempunyai anak, karena mereka sama-sama mempunyai masalah, dan saat itu ada satu pelayan yang melahirkan hingga mereka pun memutuskan mengadopsi anaknya, yang tak lain adalah Savana. Lalu setelah beberapa tahun kemudian, pelayan itu meninggal.


Sejak kecil, Savana hidup dengan kemewahan. Apapun yang dia mau selalu saja tersedia, tapi ketika sudah remaja, dia mulai dituntut untuk menjadi apa yang kedua orang tua angkatnya inginkan, apalagi dia dianggap sebagai anak tunggal.


Namun, saat Savana menikah dengan Joshua, Roward dan Jessica begitu murka. Mereka ingin Savana menjadi apa yang mereka mau, tapi Savana malah menikah membuat mereka pun memberitahukan semua pada Savana.


Selama menikah dengan Joshua, Dia tidak pernah memberitahukan bahwa dia hanya anak angkat. Savana menutup semuanya rapat-rapat karena terlalu malu, apa jadinya jika Joshua dan semua tau dia hanya anak angkat dan hanya anak seorang pelayan. Dan ini alasan kenapa Savana tidak protes ketika fasilitas dicabut oleh orang tua angkatnya, dan ini juga alasana kenapa dia tidak berani meminta apa pun lagi dan hanya mengandalkan Joshua.


Dan hari ini, dia berencana untuk membujuk kedua orang tuanya memberikan fasilitas lagi. Sebenarnya bukan hanya sebatas fasilitas, tapi dia juga ingin hubungan mereka kembali seperti dulu, ingin bersikap layaknya anak dari kedua orang tua angkatnya yang selalu berani meminta apapun dan selalu berani bertingkah manja.


Selama enam tahun ini, Savana berhasil menyembunyikan bahwa dia hanya anak angkat, terlebih lagi Joshua tidak pernah bertanya. Dia tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan suaminya itu yang notabenenya adalah seorang anak konglomerat. Bagaimana jika Joshua tahu dirinya menikahi anak dari seorang pelayan?


Di balik keceriaan dan keusilan Savana, jauh di lubuk hatinya terdapat sejuta kesedihan. Namun, dia sama sekali tidak pernah menyesal telah menikah dengan Joshua.


Setelah cukup lama terdiam, Savana pun bangkit dari duduknya. Wanita itu memutuskan untuk pulang ke apartemen.


***


Waktu menunjukkan pukul delapan malam ketika Joshua keluar untuk makan, begitu pun dengan Savana. Keduanya saling diam, mereka pun mulai membawa makanan masing-masing dan menikmatinya dalam keheningan.


Savana tidak berselera karena merasa sedih ketika mengingat orang tuanya. Sementara Joshua, dia masih kesal atas perlakukan istrinya kemarin malam, hingga pada akhirnya acara makan malam pun selesai.


Savana dan Joshua sama-sama bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke luae dapur.


"Paman tidak bisa melihat?" tanya Savana ketika dia dan Joshua keluar dapur secara bersamaan hingga tubuh mereka terbentur.


"Kau yang tidak bisa melihat! Aku duluan," ucap Joshua membuat Savana mundur.


"Ya sudah silahkan."


Kening Joshua berkerut ketika melihat Savana berbeda dari biasanya yang cerewet.


"Kau baik-baik saja?" tanya Joshua.


"Sepertinya tidak," jawab Savana.


"Apa ada yang aneh?"


"Cie, Paman perhatian sekali padaku. Apa Paman sudah jatuh cinta pada istri Paman sendiri?" tanya Savana dengan mengerlingkan matanya.


Saat akan berbicara lagi, Joshua langsung menutup mulut Savana. "In your dream, mana mungkin aku jatuh cinta padamu." Setelah mengatakan itu, Joshua pun berbalik meninggalkan Savana.


***


“Paman .... Paman!” teriak Savana, ketika ada melihat serangga di kamarnya. Dia paling takut dengan serangga kecil. Namun sudah berkali-kali berteriak Joshua tidak kunjung datang dia melihat jam ternyata waktu menunjukkan pukul 11.00 malam dan berharap Joshua belum tertidur.


Seecepat kilat, Savana pun turun dari ranjang dia berlari dengan kencang keluar dari kamar kemudian dia masuk menerobos kamar Joshua


“ Paman tolong ....” Tiba-tiba Savana terdiam saat masuk ke dalam kamar Joshua, karena mendengar suara aneh dan rupanya Joshua sedang menonton film dewasa.


Saat Savana masuk Joshua langsung gelagapan, “ Kenapa kau masuk ke dalam kamarku!” ucap Joshua, dia bahkan lupa mematikan video yang sedang dia tonton dan lupa menyembunyikan senjatanya. “Paman, Paman sedang menonton film apa?” tanya Savana dia malah bertanya hal yang jelas dia sudah tahu, seketika Joshua terdiam dia yang sedang merasakan getaran yang sangat tinggi langsung meloncat ke arah Savana, hingga ....