
Gengss sedih banget komen dan likenya menurun. Ayo dong gas komen sama like biar semangat.
Setelah kepergian Andre ke kantor, Laura terdiam cukup lama, ia merenungi dirinya sendiri dan merenungi sifatnya mencoba untuk intropeksi dirinya sendiri, walaupun ia memang salah. Tapi ia merasa sakit hati saat mendengar ucapan Andre, bahwa ia tidak boleh mencampuri urusan Andre di luar, dan dia tidak boleh menyentuh privasi Andre.
Oke, mungkin Laura bisa menghargai itu. Laura bisa menghargai keinginan suaminya. Tapi dia mempunyai trauma yang hebat dengan Andre di mana dulu Andre pernah menyakitinya, sedemikian rupa dan sekarang, ketika Laura berusaha untuk menghilangkan traumanya. dan berusaha untuk percaya pada Andre, lagi-lagi Andre mematahkan semuanya.
Laura menghapus sudut matanya yang berair, kemudian ia bangkit dari duduknya, ia lebih memilih untuk berolahraga demi meleburkan rasa sedihnya.
•••
Andre turun dari mobil, kemudian ia langsung masuk ke dalam kantor. Setelah itu, ia langsung duduk di kursi kerjanya dan mulai membuka laptopnya, segudang pekerjaan Andre sudah menunggu. Hingga Andre langsung menggerakan tangannya dengan lincah, mengutak-ngatik keyboard dan matanya fokus pada layar laptop, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam istrinya.
Alarm Andre berbunyi, hingga Andre langsung menghentikan gerakannya yang sedang mengetik. Lalu setelah itu, menyandarkan tubuhnya ke belakang, ia menggapai ponsel untuk mematikan alarmnya.
Andre mengerutkan keningnya saat tidak ada panggilan atau pesan dari Laura, biasanya sebelum jam istirahat Laura akan mengirim pesan dan akan meneleponnya, mengingatkannya makan siang dan mengingatkan untuk meminum Vitamin.
Saat tidak ada pesan dan telepon dari Laura, Andre merasa senang Laura tidak mengganggunya lagi, karena biasanya Laura akan terus memanggil Andre, jika Andre belum mengangkat panggilannya, dan kini setidaknya Andre bisa tenang ketika Laura tidak merecokinya lagi.
Andre mengambil tas bekal, lalu setelah itu ia membukanya dan langsung melahapnya. Bagi Andre, masakan Laura adalah masakan terenak walaupun dingin tapi Andre tidak pernah makan di luar, ia tetap memakan masakan yang dibuatkan oleh istrinya.
Setelah istirahat selesai, Andre langsung menaruh kotak bekal miliknya, kemudian ia langsung kembali menyelesaikan pekerjaannya.
•••
Televisi di depannya menyala, tapi Laura tidak menontonnya, ia masih gelisah karena sedari tadi, ia menahan mati-matian untuk tidak menelepon suaminya, untuk tidak mengirim pesan pada suaminya.
Sedari tadi, Laura ingin mengirim pesan, mengingatkan Andre untuk memakan vitaminnya. Tapi ia teringat, bahwa dia tidak boleh mengganggu aktivitas Andre jika Andre sedang di luar. Laura menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Tak lama, terdengar suara derap langkah dan Laura tahu, itu adalah Bela yang sudah pulang diantar oleh supirnya.
•••
Waktu menunjukkan pukul 07.00 malam, Andre merentangkan tangannya. Akhirnya pekerjaannya selesai, ia melihat ponselnya tidak ada satu pesan pun dari Laura, membuat Andre menghela nafas lega. Setidaknya, ia tidak perlu menjelaskan apapun pada istrinya ia tidak perlu menenangkan Laura jika Laura merajuk karena ia pulang terlambat. Andre pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung memakai jas. Lalu setelah itu keluar dari ruangannya.
Andre mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, untuk pertama kalinya ia tidak harus gelisah saat pulang terlambat. Biasanya, ia harus memikirkan alasan untuk menjelaskan pada Laura. Tapi sekarang, ia pulang begitu damai tidak harus memikirkan akan menghadapi istrinya .
Mungkin kali ini Andre bisa tersenyum, tapi mungkin, lain kali Andre akan menangis ketika istrinya tidak lagi peduli dan padanya..
Mobil yang dikendarai Andre sampai di rumah, Ia turun dari mobil kemudian berjalan masuk. Saat masuk, ternyata Laura sedang menyiapkan makan malam. Laura menoleh saat melihat Andre, ia menghela nafas lega karena Andre tidak pulang larut malam.
Andre melepas jasnya kemudian menyimpan kantongnya. Lalu menghampiri Laura yang sedang menata makanan di meja makan. Andre mengelus rambut Laura, kemudian mencium kening istrinya.
Hal yang selalu ia lakukan setelah ia pulang dari kantor, sedangkan Laura tersenyum sama seperti Andre tidak ada yang berubah dari Laura, hanya saja hati Laura sudah berbeda. Ada rasa nyeri ketika ia melihat suaminya. Namun ia menutupi dengan senyuman.
“Dad, ayo ke kamar, aku akan menyiapkanmu air hangat untukmu mandi!” ajak Laura, Andre mengangguk kemudian merangkul pundak Laura.
Saat berjalan ke lift dan saat Andre merangkul pundaknya, Laura merasa asing, Laura merasa aneh dengan hatinya seolah mengingkari suaminya menyentuhnya. Namun ia berusaha menahannya.
Andre masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Laura langsung menyiapkan pakaian untuk Andre. Saat berada di walk in closet, ponsel Andre berdering. Laura hanya menoleh sekilas, ia langsung menolehkan lagi kepalanya ke arah lain.
Jujur saja, saat ada yang menelpon Andre, hati Laura begitu gelisah. Rasanya, Ia ingin melihat siapa yang menelpon suaminya. Namun ia tidak seberani itu, apalagi Andre mengultimatumnya.
Ponsel Andre terus berdering, hingga mengganggu Laura. Pada akhirnya, Laura mengambil ponsel itu kemudian berencana untuk mengetuk kamar mandi dan mengatakan bahwa ada yang meneleponnya.
Namun belum sempat ia berbalik, Laura terperanjat saat Andra merebut ponselnya dengan kasar dari tangan Laura.
“Bukankah sudah kubilang, jangan menyentuh privasiku,” ucap Andre. Laura tertegun saat melihat wajah Andre yang menatapnya dengan kesal.
“Maaf ... maaf. Aku hanya ingin menyusulmu ke kamar mandi dan .... Aku minta maaf.” Laura merasakan akan percuma menjelaskan pada Andre, hingga ia mengakhiri ucapannya dengan permintaan maaf.
“Aku menunggumu di bawah. Ayo kita makan malam bersama,” ucap Laura. Setelah mengatakan itu, Laura pun melewati tubuh Andre dan keluar. Rasanya, ia sudah tidak sanggup lagi melihat suaminya.
satu bulan Kemudian
Ini sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian di mana Andre melarang Laura untuk ikut campur urusannya. Selama 1 bulan ini pula, tidak ada yang berubah dari Laura. Laura tidak tidak pernah menunjukkan rasa sakit hatinya pada Andre, Ia tetap menjadi Laura yang seperti dulu, walaupun tidak dipungkiri Laura merasakan ada yang berbeda, ia merasa hatinya sudah tidak seperti dulu lagi
Selama satu bulan ini, Andre selalu pulang pukul 10.00 malam, karena pekerjaannya menumpuk dan selama satu bulan ini pula, Laura begitu tersiksa karena terus mengkhawatirkan suaminya yang selalu pulang malam.
Tapi ia tidak berani bertanya pada Andre kapan Andre pulan ke rumah, yang Laura bisa lakukan adalah dia terus menunggu Andre, dan ketika Andre pulang, ia langsung berlari ke kamarnya dan berpura-pura tertidur.
Andre sengaja mempercepat pekerjaannya, karena sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahannya dan dia ingin mengajak Laura berlibur. Sayangnya, Andre tidak menyadari bahwa dia telah melukai hati Laura, begitu dalam. Andre telah membiarkan Laura merasa sendiri.
•••°
Laura mematut diri di cermin, ia sudah rapi dan berniat pergi ke kantornya. Selama menikah dengan Andre, Laura hanya pergi ke kantornya satu minggu tiga kali, untuk mengecek pekerjaan dan sekarang waktunya Laura pergi ke kantor. Setelah siap, Laura pun keluar dari kamarnya kemudian ia langsung turun menuju mobilnya.
Laura melihat jam di pergelangan tangannya, sepertinya ia ingin menikmati kopi di cafe langganannya. Akhirnya, mobil yang dikendarai Laura sampai di cafe tersebut, kemudian Laura pun turun.
Mata Laura berkaca-kaca, selama 1 bulan ini ia begitu rindu Andre, setidaknya Laura ingin mengajak Andre untuk makan siang bersama. Namun setiap ia ingin mengajak Andre, ia selalu membatalkan niatnya, ia tidak seberani itu mengajak Andre karena Andre sedang sibuk.
Dan sekarang, ia melihat Andre sedang makan bersama Naura sambil berbincang-bincang hangat. Inilah yang di namakan sibuk, begitulah pikir Laura.
Sebenarnya yang terjadi, Naura sudah mengenalkan Andre pada investor dari Cina. Hingga mempermudah pekerjaan Andre, dan sebagai rasa Terima kasih Andre mengajak Naura untuk menikmati secangkir kopi, ia merasa tidak enak pada adik iparnya yang juga mantan kekasihnya.
Laura menghapus sudut matanya, rasa emosi membakar Laura. Selama sebulan ini, ia sudah cukup bersabar. Namun ketika melihat pemandangan di depannya. Rasanya Laura tidak mampu lagi membendung emosinya.
Dan seketika itu juga, Laura maju, ia langsung menghampiri meja Andre dan Naura
“Aku tidak menyangka kalian sedang bersama,” ucap Laura, ia menarik kursi di sebelah Andre membuat mata Andre dan mata Naura membulat.
Seketika kepanikan menghampiri Andre, ia takut Laura salah paham padanya. “Sayang, aku hanya mentraktir Naura karena dia ....”
“Aku mati-matian menahan untuk tidak mengganggu waktumu. Bahkan aku begitu ragu ketika ingin mengajakmu makan bersama. Tapi ternyata kau masih mempunyai waktu makan dengannya,” ucap Laura dengan menahan sesak yang luar biasa.
Naura berdecih, “Tutup mulutmu, Laura. Aku hanya membantu suamimu,” jawab Naura. mungkin biasanya, mereka akan berdebat seperti ini. Tapi kondisinya sekarang berbeda.
“Kau membantu apa pada suamiku?”tanya Laura dengan sinis.
Naura paling malas saat melihat Laura cemburu seperti ini. “Andre tolong jelaskan pada istrimu Ini !” kata Naura lagi.
Andre memejamkan matanya, rasa panik berubah menjadi rasa kesal saat Laura menghardik Naura karena ia malu ada Naura, ia Naura telah berusaha membantunya. Tapi istrinya malah mendebat Naura.
“ Terima kasih atas bantuanmu. Aku akan menghubungimu nanti!” kata Andre, ia lebih memilih untuk meninggalkan cafe dan menarik lembut tangan Laura.
“Ayo kita pulang!” ajak Andre, dia tidak ingin Laura dan Naura berdebat.
Hening
di dalam mobil tidak ada yang bersuara Andre menahan dirinya untuk tidak berbicara, karena ia takut dia lepas kontrol, sedangkan Laura memalingkan tatapannya ke arah lain. Rasa sakit langsung menyelinap dalam dada Laura, apakah mungkin Andre akan kembali lagi pada.
Mobil yang dikendarai Andre sampai di pengarangan rumah, Laura turun terlebih dahulu, ia langsung masuk ke dalam rumah.
“Laura, aku bisa menjelaskannya!” kata Andre, ian masih berusaha bersikap lembut pada Laura.
“Menjelaskan apa? Satu bulan ini, aku mati-matian aku tidak meminta waktumu. Tapi kau dan Naura ....” Laura tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya, karena ia merasa sesak.
“ Naura membantukku, dia mengenalkanku dengan investor Cina dan aku mentraktir dia sebagai rasa terima kasih.”
“Kenapa kau harus melibatkan Naura. Apa kau tidak bisa mengatakan apa masalahmu padaku. Apa kau pikir aku tidak mampu membantumu!”!/ ucap Laura lagi dengan nada meninggi, hingga Andre dilanda kekesalan.
“ Laura Aku tidak ingin berdebat ku mohon mengerti!”
“ Kenapa harus aku yang mengerti,.kenapa kau tidak mengerti aku. Satu bulan ini mati-matin aku menahan diri untuk tidak menggangumu. Bahkan untuk sekedar mengajakmu makan bersama saja aku tidak berani dan ....”
“Cukup Laura!” Bentak Andre membuat Laura terperanjat. Saat Andre membentaknya, wajah Laura memucat.“kau ingin makan bersamaku Ayo kita makan tidak usah memperpanjang!” bentak Andre lagi sambil emosi, ia menarik tangan Laura dengan keras, dan berbalik lalu berjalan dengan cepat, hingga Laura hampir terjatuh.
Seketika itu juga, Laura langsung menarik tangganya dari tangan Andre.
“Ma-maafkan aku, maafkan Aku. Aku berjanji aku tidak akan mengganggu waktumu lagi.” ucap Laura, ia menatap takut pada Andre. Ia berbicara dengan terbata-bata, tubuhnya bergetar
emosinya berganti dengan rasa takut. Untuk pertama kalinya, ia dibentak oleh orang lain dan itu adalah suaminya sendiri.
Yang paling membuat Laura sakit adalah Andre membela Naura dengan dalih meminta tolong tapi Andre malah membentaknya, itu menjadi pukulan terberat bagi Laura. .
“Ma-maafkan aku, aku berjanji aku tidak akan mengganggumu lagi,” ucap Laura kali ini nadanya benar-benar bergetar wajahnya sudah memucat bahkan tubuhnya sudah mengeluarkan keringat dingin.
“Istirahatlah, kita bicara nanti!” balas Andre, ia memilih untuk pergi ke ruang kerjanya dan mendinginkan dirinya, sedangkan Laura langsung berbalik ia berjalan dengan linglung ke kamarnya.
Benarkah barusan dia dibentak oleh suaminya.
satu minggu kemudian
Ini udah satu minggu berlalu semenjak kejadian tersebut, setelah Andre membentak Laura, malamnya Andre langsung meminta maaf pada istrinya dan seperti biasa, Laura memaafkan Andre, ia tetap bersikap biasa pada Andre setelah kejadian itu. Namun kali ini semuanya benar-benar berbeda, hati Laura Tidak Sama lagi.
•••
Waktu menunjukan pukul 12 siang, Laura menutup laptopnya kemudian ia melihat jam di pergelangan tangannya, ini sudah menunjukkan jam istirahat.
Tak lama, pintu Laura diketuk sekretarisnya masuk. “Nona Ayo kita makan di luar!” kata Liona, mendengar kata makan di luar tiba-tiba tubuh Laura bereaksi, ia langsung menutup mulutnya Karena rasa mual menderanya hingga Ia pun langsung berlari ke kamar mandi.
Sudah tiga hari Laura begini, ia selalu merasa mual ketika mendengar kata makan di luar. Padahal ia tidak sedang mengandung. Lalu ada apa dengannya.