Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tawa Gabby


Setelah melepaskan ikatan-ikatan kecil di rambutnya yang dipasangkan oleh kedua putrinya, Nael pun keluar, ia berencana untuk pamit pada Gabby dan akan pergi ke bar, tempat ia bertemu Jordan.


“Astaga, kau mengagetkanku,” ucap Nael ketika membuka pintu dan Gabby berada di luar. Seketika tawa Gabby meledak, saat melihat wajah Nael yang dipenuhi oleh lipstik. Sedangkan Nael langsung membekap mulut Gabby.


“Gabby, berisik. Suaramu bisa membangunkan anak-anak!” kata Nael, Gaby yang masih belum bisa menghentikan tawanya mengangguk, kemudian Nael melepaskan bekapannya.


“Ayo ikut!” Nael menarik tangan Gabby, kemudian ia berjalan ke arah kamarnya, di mana kamar itu yang barusan juga ditempati oleh Gabby.


“Gabby, Aku harus pergi ke suatu tempat!” ucap Nael ketika mereka sudah masuk kedalam kamarnya. Gabby mengerutkan keningnya. “Nael, ini sudah malam. Kau mau pergi kemana?” Gaby menyipitkan matanya, mantap Nael dengan bingung.


Nael yang baru saja akan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya menoleh. “Aku harus menemui Jordan, ada banyak sekali yang harus aku bicarakan dengannya, termasuk tentang Leticia!” seketika wajah Nael tampak serius, ketika membahas tentang Jordan membuat Gabby terdiam.


“Bolehkah aku ikut?”


“Jangan, istirahat. Aku tidak akan lama,” jawab Nael, Gabby pun mengangguk. Setelah itu, Nael langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan mengganti pakaiannya.


Setelah berganti pakaian, Nael menghampiri Gabby yang duduk di sofa, kemudian ia menarik ponsel Gabby dari tangannya.


“Sudah malam, jangan mengurus pekerjaan. Ayo tidur.” Nael menarik tangan Gabby, kemudian menuntun Gabby berjalan ke arah ranjangnya. Lalu setelah itu, ia membantu Gabby berbaring.


Setelah Gabby berbaring, Nael mendudukkan diri di sebelah Gabby kemudian mengelus pipi Gabby.


“Aku pergi sekarang dan kau tidak boleh begadang. Aku tidak akan lama,” jawab Nael. Nael pun bangkit dari duduknya. Namun, saat akan bangkit, Gabby menarik tangannya lalu menarik tubuh Nael, hingga Nael terjatuh di atas tubuhnya.


“Apa tidak bisa ditunda besok saja, Daddy?” Gabby berusaha menggoda Nael dengan memanggil Nael Daddy, Nael menciumi seluruh wajah Gabby, membuat Gabby berteriak.


“Seharusnya kau menggodaku setelah kita menikah saja,” keluh Nael, ia kembali menundukan wajahnya untuk mencium kening Gabby.


“Besok kita harus mengurus pernikahan kita. Jadi di aku rasa, kita harus menyelesaikan semuanya sekarang.” Nael kembali menegakkan tubuhnya. Lalu mengelus kepala Gabby. “Aku pergi!” Gabby pun mengangguk setelah itu, Nael. keluar dari kamar. Lalu pergi ke tempat dimana ia akan bertemu Jordan.


•••


Suasana begitu hening, Jordan tertunduk sedangkan Nael terus menatap Jordan dengan tatapan intimidasi. Dulu mereka begitu dekat. Tapi seperti, ada batas yang sangat tinggi antara kedua sahabat itu, atau lebih tepatnya mantan sahabat


Saat ini, mereka sudah ada sebuah bar, di mana Nael menyewa ruangan sangat pribadi dan kedap suara untuk berbicara dengan Jordan. Alkohol berjajar di depan mereka, Namun, Nael sama sekali tidak menyentuh alkohol itu, hanya Jordan yang meminum alkohol yang ada di depannya.


Jordan mengusap wajah kasar, kemudian menegakkan kepalanya. Jujur saja, saat ini ia begitu takut pada Nael. “Nael, Bagaimana bisa kau membohongiku!” kata Jordan Setelah lama saling diam. Ia Mencoba untuk membahas hal lain, karena tau, Nael akan membahas tentang Leticia.


“Aku disini tidak untuk membahas diriku sendiri. Tapi untuk membahasmu,” jawab Nael, matanya begitu tajam. Ia menatap Jordan seperti hewan yang akan memangsa lawannya.


scroll gengs