
“Jadi kau tidak ingin memaafkan Daddy?” tanya Gabby, ia mengelus rambut putrinya. Naura mengangguk mantap, seolah tanpa berpikir.
“Naura kau tahu apa yang selalu diajarkan kekek dan nenek kepada kita,”ucap Gabby yang masih berusaha untuk membujuk putrinya.
Tiba-tiba, Naura menggangguk. “Mungkin aku akan memaafkan orang lain. Tapi Mommy tahu bukan, bagaimana aku dan Laura melewati kesepian selama ini!” Gabby terhenyak kaget saat mendengar jawaban Naura yang diluar perkiraanya. Ia tidak menyangka bahwa putrinya akan menjawab jawaban yang tak pernah diduga sebelumnya.
“Mommy, jangan paksa aku untuk menerima yang aku tak mau,” balas Naura, Gabby mengangguk. Sepertinya akan mustahil dan akan percuma jika terus membujuk Naura.
“Mommy Mengerti. Mommy tidak akan memaksamu untuk memaafkannya. Sekarang, bagaimana jika kau istirahat di kamar bersama bibi Gisel dan Laura!” titah Gabby, Naura pun mengangguk. Saat Gabby akan bangkit tiba-tiba Naura menggenggam tangan Gabby, kemudian tangan kecilnya terangkat untuk menghapus sudut mata Gabby.
“Mommy kita sudah bahagia hidup bertiga. Aku dan Laura hanya butuh Mommy. Kami tidak mau melihatnya lagi. Aku akan kecewa pada Mommy jika Mommy terus menemuinya.” Lagi-lagi Gabby terhenyak kaget saat mendengar jawaban putrinya. Entah seberapa sakit yang dirasakan Naura di masa lalu. Jingga Naura bisa menjawab demikian.
Gabby mengangguk. “Mommy, janji Mommy tidak akan memaksa kalian lagi untuk memaafkan Daddy.” Gabby pun bangkit dari duduknya, kemudian disusul Naura yang juga ikut bangkit. Saat akan keluar dari ruangan, langkah Naura dan Gabby terhenti saat melihat Nael yang sedang berada di depannya.
Rupanya, setelah duduk di ranjang kedua putrinya, Nael mencari Gabby, hingga ia mendengar percakapan Gabby dan Naura. Jangan Ditanya betapa pedihnya hati Nael saat mendengar ucapan Naura. Tentu saja ia benar-benar merasakan pedih yang luar biasa hebat.
“Mommy, aku akan pergi ke kamar bibi Gisel.” Naura lebih memilih untuk pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
“Nael, aku pikir aku bisa membantumu. aku pikir akan mudah mewujudkan keinginanmu untuk dekat dengan Laura dan Naura tapi ternyata aku salah. Kau mendengar sendiri bukan, sepertinya kau harus menerima keputusan Naura, aku tak bisa berbuat banyak Aku juga tidak bisa membantumu lagi, aku rasa mental Naura dan Laura lebih penting sekarang. Mungkin Jika Tuhan berbaik hati, kau bisa datang lagi di lain hari.” Ucapan Gabby begitu menusuk tepat di jantungnya, apakah Gabby uga tidak ingin menemuinya lagi.
Namun baru saja ia akan berjalan, Nael menarik tangannya. Hingga Gabby yang sudah berbalik kembali menoleh.
“Apa kau juga akan meninggalkanku?” tanya Nael. Ia menatap Gabby dengan tatapan putus asa.
Gaaby tersenyum kemudian melepaskan tangan Nael dari tangannya. “Kita pasti akan tetap berteman." setelah mengatakan itu Gaby pun berbalik kemudian ia meninggalkan Nael yang Diam tepaku.
Nael menggeleng-gelengkan, ia dia tidak boleh lemah. Dia tidak boleh menyerah. Semua pasti ada jalannya.
•••
“kak, dia benar Naelkan? bagaimana mungkin dia bisa Nael bangkit dari kuburnya? apa dia sekte pemuja setan?” tanya Gissel saat Gabby masuk kedalam kamar.
“Kaka akan menjelaskannya besok. Kaka ingin menemani Laura dan Naura terlebih dahulu.
Scroll. gengs