Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Bayangan masa Lalu di ruangan


Tiga hari kemudian


Perlahan, Gabby turun dari brankar, setelah itu ia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka karena hari ini ini ia sudah pulih dan ia sudah dinyatakan sehat oleh dokter.


Gabby tersenyum, saat sudah keluar dari kamar mandi. Ia merasa tubuhnya begitu segar. Selama tiga hari ini, Gabriel terus menemaninya ketika siang hari dan sejauh ini, masih tidak ada yang tahu kondisinya termasuk kedua orang tuanya. Apalagi sang ayah sedang berada di luar kota


Saat Gabby keluar, seseorang mengetuk pintu ruangan yang ditempati Gabby. Hingga Gabby menoleh, “Masuk!” titah Gabby, ternyata sosok suster yang masuk kedalam ruangan yang ditempati Gabby.


“Dokter Gabby apa anda sudah baikan? Apakah anda akan langsung pulang, atau anda ingin sesuatu yang lain, maka kami menyiapkan,” ucap Suster itu, membuat Gabby menggeleng.


“Kalian Kerjakanlah Tugas kalian. Aku akan pulang dan aku akan beristirahat di ruanganku!” setelah mengatakan itu, suster pun mengangguk, kemudian berbalik dan keluar dari ruangan yang di tempati Gabby.


Setelah suster pergi, Gabby mengganti pakaiannya. Lalu setelah itu ia keluar dari ruangan yang yang selama beberapa hari ditempatinya dan berjalan ke ruangannya pribadinya.


Saat sampai di depan ruangannya, Gabby menempelkan sidik jari, lalu membuka pintu. dan Gabby pun masuk.


Saat Gabby akan melangkah ke dalam. Tiba-tiba dadanya berdenyut saat melihat ke arah depan. Ia seperti sedang melihat dirinya saat ia bercinta dengan Nael, ruangan ini menjadi saksi, bagaimana ganasnya mereka bercinta, bagaimana mereka bertukar peluh. Hingga akhirnya, ada dua janin yang tumbuh di rahim Gabby.


Gabby mengerjap, kemudian tersenyum lalu mengusap perutnya. Setelah itu, ia masuk ke dalam kamar untuk membereskan sesuatu. Ia berencana untuk memindahkan ruangannya, ia akan pindah ke ruangan yang lain, agar ia tak terus teringat sosok Nael.


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Gabby Berencana untuk pulang ke apartemen Gisel. Ia bersyukur, Gisel sedang berada di luar negeri jadi Gisel tak curiga dengan kondisinya dan kini apartemen Gisel sedang kosong.


Gabby keluar dari ruangannya, kemudian ia berjalan pelan Lalu setelah itu ia berjalan ke arah parkiran.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang di dikendarai Gabby sampai di basement apartemen Gisel. Gabby pun melepaskan sabuk pengaman kemudian ia langsung keluar dari mobil dan berjalan kearah lift.


•••


“Mom cukup!” lagi-lagi Nael motong ucapan sang ibu. Rasanya, ia terlalu muak dan lagi-lagi kekesalan kepada Gabby semakin menjadi-jadi, dan ia kembali menyalahkan Gabby.


Seandainya Gabby tidak nekad, Ia pasti tidak akan didesak habis-habisan oleh kedua orang tuanya. “Mom, aku sudah dewasa. Ini hidupku dan tolong Kumohon jangan mencapuri, urusanku lagi. Yang pasti aku tidak akan pernah menikah dengannya dan tidak akan pernah bertanggungjawab pada anaknya. Karena itu bukan kesalahanku!”


Grisella mengatupkan bibirnya, karena kesal. Ia benar-benar kehabisan cara untuk berbicara dan memberitahu putranya, agar tak mengulangi kesalahan Greeey. Tapi semuanya, sia-sia.


Walaupun sang anak kerap bersikap dingin. Tapi, Nael anak yang penurut. Hanya saja, ketika dia sudah punya prinsip, tidak akan ada yang bisa merubahnya. Tidak akan ada yang bisa mengubah keputusan.


“Ya, sudah. Terserah kau saja, jika suatu saat kau menyesal. Kami tidak akan membantumu!” Grisella pun bangkit dari duduknya, kemudian keluar dari apartemen Jordan, membuat Nael mengusap waajah kasar.


Saat Grisella keluar, ia langsung berjalan ke lift. Pintu lift masih tertutup membuat Grisella mendesah kesal. Tak lama, pintu lift terbuka. Saat Grisella akan masuk, ia menghentikan langkahnya saat melihat ada Gabby di dalam dan seperti akan turun.


Saat Gabby menelpon Greey. hingga Grisella daan Greey bisa tau siapa wanita yang mengandung anak Nael. Grisella menyelidiki semua. tentang Gabby lewat internet. Itu Sebabnya ia bisa tau bahwa wanita yang ada di depannya ini adalah wanita yang mengandung cucunya.


“Mommy, kunci mobilmu!” Tiba tiba-tiba terdengar suara Nael dari arah samping Grisella menoleh, ternyata Nael menyusul untuk memberikan kunci mobil pada sang Ibu.


Padahal beberapa detik lalu, ia masih merasa kesal pada ibunya. Tapi saat melihat kunci mobil sang ibu yang tertinggal dan tergeletak, tentu saja Nael tidak akan membiarkan begitu saja, itu sebabnya ia langsung menyusul Grisella yang sudah keluar.


Tiba-tiba, langkah Nael terhenti saat melihat Gabby turun dari lift. Rupanya, apartemen Giseel dan Jordan berada di tower yang sama. Hingga Grisella bisa melihat Gabby.


Seketika ....


Gas komen gengs, biar tambah semangat.


Masih setengah nyeseknih, yang paling nyeseknya belom di keluarin hahahahah