Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Ternyata Ini Begitu Menyakitkan


Gaby terdiam mematung, wajahnya menunduk. Matanya tak lepas menatap sebuah Nisan yang ada di depannya. Tangis Gabby berlinang, rasa sesak masih terasa di dadanya.


Ia mendudukkan diri di bawah, kemudian ia menaruh bunga yang dipegangnya. Saat ini, Gabby sedang berada di sebuah Pemakaman dan ia sedang duduk di depan Nissan Ayah kandungnya.


Stelah pulang, menemui Nael. Gaby langsung pergi untuk melihat makam Ayah kandungnya


Sebenarnya, Gabby dan Gabriel jarang sekali melihat makam Ayah kandungmereka, karena saat ayah kandung mereka masih hidup, hubungan mereka pun tidak terlalu dekat. Lebih tepatnya, Gabby dan Gabriellah yang membangun pembatas dengan Josh.


Dan entah kenapa, setelah pergi dari hadapan Nael dan setelah mendengarkan ucapan Nael yang menyakitkan, Gabby malah terpikir untuk pergi ke makam Ayah kandungnya. Tak lupa, ia membeli bunga untuk untuk disimpan di makam ayahnya.


Gabby masih terdiam, menatap Nisan yang dinamakan Jos Rush itu lekat-lekat. Rasanya, ia tidak sanggup berkata sedikitpun. Padahal, Ia ingin mengeluarkan kata-kata untuk sang ayah.


Tiba-tiba, tangis yang sedari tadi sudah berhasil dihentikannya kembali Luruh saat mengingat ternyata kisahnya tak jauh berbeda dengan sang ibu.


“Uncle, Entah aku harus berterima kasih atau harus membencimu. Karena kau tidak bertanggungjawab pada kami dan meninggalkan Mommy. Hingga akhirnya kami bisa mendapat Ayah pengganti yang jauh lebih baik dari padamu. Tapi aku membencimu, karena sekarang aku mengetahui bagaiama sakitnya ketika anakku tak di akui oleh ayahnya. Sama seperti kau dulu, tak mau mengakuii aku dan Gabriel.”


“Saat kau pergi, aku dan Gabriel berusaha melupakan rasa benciku padamu. Tapi sekarang, rasa benciku lembali tumbuh ketika ayah dari anak yang kukandung tidak menginginkan anak-anakku, sama seperti kau yang tidak menginginkan aku dan Gabriel. Bolehkah Aku mengutukmu dan mengutuk lelaki sepertimu yang tidak mau mengakui anaknya, dan kini, aku merasakan apa yang Mommy dulu rasakan. Ternyata, semenyakitkan ini ketika ayah dari anak yang kukandung tidak mau mengakui anak-anakku dan ....”


Sebenarnya, Gabby memang tidak menuntut pertanggungjawaban Nael. Tapi menurut Gabby, kata-kata Nail terlalu frontal untuknya. Gabby hanya manusia biasa,walaupun ia sudah tahu bagaimana reaksi Nael, tentu saja rasa sakit itu ada, terlebih lagi ketika dia melihat ekspresi Nael, yang tampak lega saat ia berkata tak akan meminta pertanggung jawaban Nael.


Gabby menghentikan tangisannya, iemudian menghapus air matanya. Lalu setelah itu, ia mengelus nisan sang ayah. “Uncle, sekarang aku memang sangat membencimu. Tapi aku akan berusaha untuk melupakan semuanya. Setidaknya ada hikmah dari kelakuanmu yang menelantarkan kami, sehingga Mommy bertemu daddy Stuard dan kami mendapatkan ayah terbaik seperti Daddy.”


Gaby bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung berbalik lalu pergi meninggalkan makam sang ayah dengan hati yang hancur berkeping-keping. Nyawa Gabby serasa melayang, dunianya seakan berhenti berputar. Sekarang, semuanya telah selesai. Hubungan Gabby dan Arsen juga sudah selesai, hubungan Gabby dan Nael juga telah usai.


Gabby mengusap perutnya, kemudian tersenyum. “Kalian tidak perlu khawatir, kalian memiliki kakek dan Daddy Gabriel. kalian tidak akan pernah kehilangan sosok seorang ayah.” Gaby berbicara lirih dengan hati yang pedih,seolah sedang berbicara dengan kedua anaknya.


Saat akan melangkah, tiba-tiba, ia terpikirkan sesuatu. Ia pun langsung masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya ke tempat seseorang.


••••


Geser gengs aku up 4 bab