Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Dari hati ke Hati


Seketika Miko menarik ponsel dari tangan Leticia, hingga ponsel itu terjatuh. “Apa-apaan, kau!” Leticia mengatakan dengan kesal, karena Miko begitu lancang


Namun, saat Leticia akan melanjutkan kalimatnya, ia menghentikan niatnya saat melihat wajah Miko yang babak belur dan tatapan Miko yang berbeda, ia bisa- melihat tatapan Miko begitu Putus asa.


Leticia memejamkan matanya, kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya, apapun yang dirasakan oleh miko dan apapun yang dilakukan oleh Miko bukan urusannya lagi.


“Istirahatlah aku akan memesan makanan untukmu dari restoran!” kata Leticia. Saat akan berbalik, Miko menarik tangannya, kemudian ia langsung menarik tubuh Leticia dan seketika itu juga, Miko memeluk pinggang Leticia dan menaruh wajahnya di perut istrinya.


Saat memeluk Leticia, tangis Miko berlinang. Miko menangis tergugu. “Maafkan aku Leticia, Maafkan aku ... Ampuni aku!” Leticia terhenyak kaget, ia benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Bahkan tubuh Leticia diam mematung. Demi apapun, ia sungguh tercengang saat mendengar tangisan Miko. Namun sepersekian detik, Leticia tersadar, ia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Miko karena ia lelah berharap.


“Istirahatlah, aku akan memesankan makanan untukmu!” Leticia tetap pada keputusannya, ia melepaskan tangan Miko dengan paksa dari pinggangnya kemudian secepat kilat Leticia pun berbalik dan keluar dari kamar, meninggalkan Miko yang menangis sesegukan.


Sungguh, Miko tidak pernah merasakan setakut ini sebelumnya, ia tidak pernah merasakan takut pada apapun tapi saat Leticia berbalik dan bersikap dingin rasanya Ia benar-benar di titik terendahnya.


satu minggu kemudian


Miko bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung berjalan ke arah kamar Leticia, ini sudah satu minggu berlalu dan selama satu minggu ini pula, Miko diam di apartemen Leticia.


kondisi Miko sudah membaik, Ia juga sudah pulih. Namun, walaupun satu minggu ini, mereka tinggal di satu apartemen. Tapi, Leticia selalu menghindari Miko.


Walaupun begitu, Leticia mengurus Miko dengan baik, seperti menyiapkan makanan dan lain-lain. Namun setelah itu, Leticia akan mengurung diri di kamar dan ini sudah satu minggu berlalu, Miko rasa, ia perlu berbicara dengan Leticia dari hati ke hati.


Mereka tidak akan menemui titik terang jika mereka tidak saling terbuka satu sama lain dan di sinilah sekarang Miko berdiri, di depan kamar yang selama seminggu ini ditempati oleh Leticia.


Ia menghela nafas beberapa kali kemudian menghembuskannya. Lalu setelah itu, ia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu. Namun, belum ia mengetuk pintu, pintu terbuka dari dalam, ternyata Leticia baru saja akan keluar.


mereka sama-sama terdiam, Leticia memalingkan tatapannya ke arah lain, karena ia tidak mau melihat Miko. “Leticia Ayo bicara!” kata Miko.


“Tidak perlu, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,” jawab Leticia dengan acuh, kali ini Miko menggerakkan tangannya, untuk menarik tangan Leticia dan menggenggamnya. Hingga Leticia menoleh.


“ Ayo bicara, jika kita tidak bicara tidak akan ada jalan untuk kita!” kata Miko, Leticia menghirup nafas sedalam-dalam, kemudian menghembuskannya. Miko benar, mereka tidak bisa terus seperti ini.


Leticia menarik tangan Miko, kemudian ia langsung melewati tubuh miko begitu saja dan mendudukkan diri di sofa, membuat Miko menghela nafas, setidaknya ia bisa berbicara dari ketika hati bersama istrinya.


Kini kedua pasangan itu saling duduk bersebrangan, Miko mencoba untuk memulai pembicaraan.


Aku update 3 bab lagi ya.


Gengs, ada yang protes katanya aku minta terus komen, dan katanya kalau kasih komen aku bisa dapet uang, terus katanya kuota dia bisa kasih aku uang dan jawabannya enggak sama sekali.


Berhenti bilang “Kita juga Bayar pake kuota!” nyatanya enggak, kuota kalian adalah untuk kepuasan kalian, karena kalian membaca novel pake kuota dan kalian mendapat kepuasaan dengan membaca, jadi itu untuk kalian sendiri. Dan aku sama ga dapet uang dari komen like ataupun Vote.


Selama aku nulis, aku g pernah loh minta kalian kumpulin poin, ataupun nyuruh kalian vote, aku cuman minta komen aja, yang mudah untuk kalian lakuin.


Dan Kalian tau, gunanya komen itu untuk apa, untuk penyemangatkku! Banyaknya komentar membuat aku merasa, bahwa kalian mendukungku hingga aku semangat.


Yuk, gengs saling mengharagiai, aku kasih bacan dan kalian cukup komen, simple kan.


Btw aku up 3 bab, lagi untuk kalian yang masih mendukungku. Yang barusan komem kek di atas, nuduh aku dapet uang dari komen, like dan vote,.maaf kamu ga di ajak! hahaha