
Beberapa hari kemudian
Pesta digelar begitu mewah, Gabby dan keluarganya sudah memakai gaun yang senada. Hari ini, adalah hari ulang tahun perusahaan sang ayah, yang dikelola oleh Gabriel.
Gabby yang sudah selesai bersiap, keluar dari kamar hotel, disusul Arsen yang juga keluar keluar berniat menyusul Gabby.
“Gabby!” panggil Arsen, Gabby menoleh, kemudian ia menutup mulut, seraya menahan tawa karena Gabby tidak memberikan Arsen pakaian yang senada dengan gaun yang dikenakannya.
Ya, Gaby sengaja memberikan Arsen pakaian yang lain, biasanya, setiap tahun mereka akan tampil kompak. Tapi sekarang, Arsen memakai setelan yang berbeda dengannya dan dengan keluarganya, dan itu sungguh membuat Gabby puas.
Ia bisa melihat, Arsen tertekan memakai pakaian itu, karena di pesta akan banyak sekali orang dan kolega-kolega yang lain, otomatis Arsen akan menjadi pusat perhatian, dan akan menjadi tanda tanya besar Kenapa Arsen memakai setelan yang berbeda, seolah Arsen bukan bagian dari keluarga.
“Apa?” tanya Gabby.
“Gabby, kenapa kau tidak memberikan aku tuxedo yang senada dengan gaunmu?” tanya Arsen, Gabby mennyeringai, kemudian ia maju ke hadapan Arsen.
“Karena kau tidak pantas memakai itu, Arsen!” jawab Gabby dengan sadis, membuat Arsen terdiam, tubuhnya membeku. “Sebelum aku memaafkanmu, kau tak pantas untuk disamakan dengan keluarga kami!”ujar Gaby lagi. Setelah mengatakan itu, Gabby pun berbalik, meninggalkan Arsen yang masih diam terpaku, ia tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Gabby.
Setelah mengatakan itu, Gabby pun berbalik, kemudian Ia memutuskan untuk turun dan bergabung bersama keluarganya di aula. Ia akan membiarkan Arsen turun seorang diri agar Arsen semakin malu.
Biasanya, ia akan menggandeng tangan Arsen dan sekarang, tidak ... Ia tidak ingin menggandeng tangan Arsen, biarkan tamu bertanya-tanya, kenapa arsen tidak memakai pakaian yang senada dan tidak dekat dengan Gabby.
Pesta sudah dimulai, Gabriel dan istrinya sedang melaju ke podium, beberapa sambutan telah diucapkan Gabriel, sambutan itu sungguh manis karena Gabriel memperkenalkan Amelia dan mengatakan kata-kata romantis pada istrinya.
Gaby yang sedang duduk bertepuk tangan dengan kencang, karena ia begitu terbaru dengan ucapan Gabriel, ia tak menyangka, kakak kembarnya bisa menemukan cinta sejatinya.
Ia menoleh ke sana kemari, mencari Arsen, karena Arsen sama sekali tidak menghampirinya, ternyata Arsen sedang duduk di meja yang terdapat di pojok. Gabby sudah menduga, bahwa Arsen malu bergabung dengannya, karena tidak memakai pakaian yang senada.
Kemudian Mata, Gabby tak sengaja menatap Nael yang duduk tak jauh dari meja yang ia tempati, Nael memang diundang, karena ternyata, perusahaan Nael bekerja sama dengan perusahaan ayahnya.
Mata Nael dan Gaby saling menatap, Nael bangkit dari duduknya, kemudian Gabby pun juga ikut bangkit. Dari tatapan mata saja, Gabby sudah mengerti yang di isyratkan oleh Nael.
Saat Gabby bangkit, Arsen menyipitkan matanya, ketika melihat Gabby mengikuti Nael. Ia pun bangkit dari duduknya, kemudian mengikuti istrinya. Entah kenapa, jantungnya berdegup kencang, ketika melihat Gaby mengikuti Nael. Dada terasa berdenyut nyeri ketika membayangkan ada sesuatu yang terjadi antara Gabby dan Nael.
Nafas Arsen memendek, ketika melihat Gabby dan Nael masuk ke Area toilet, baru saja ia akan berlari untuk menyusul Gabby, langkahnya terhenti ketika seseorang menarik tangannya, membuat Arsen menoleh, ternyata yang menarik tangannya adalah Kristin.
Tepat saat Kristine menarik tangannya, Arsen tak sengaja melihat ke arah ayah mertuanya yang sedang menatap padanya.
“Habislah aku!”
Parr yang paling mendebarkan bebeberapa bab lagi ya. Gas komen gengs, gak komen up satu bab besok. Maaf mau up malem, ternyata aku meriang Gengs.