Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Leukimia


Semua berawal dari Greey dan Grisella.


Sedari awal Naura dan Laura lahir, mereka memaksa Nael untuk mengakui kedua putrinya. Tentu saja Nael menolak.


Dan saat Laura dan Naura lahir, Nael angsung pergi meninggalkan Rusia selama 2 tahun, dan setelah 2 tahun berlalu. Akhirnya Nael kembali lagi ke Rusia, dan rupanya Greey mengancam akan mencabut semua fasilitas yang dimiliki Nael jika Nael tidak mau mengakui anak-anaknya.


Dan tentu saja itu sedikit membuat Nael goyah. Hingga pada akhirnya, ia mau mengakui Laura dan Naura sebagai putrinya. Sayangnya, itu hanya sebatas pengakuan. Tapi, perlakuan Nael kedua putrinya tidak begitu.


Sikap Nael pada Laura dan Naura, tidak begitu baik. Bahkan sangat tidak baik. Bisa dibilang Nael mengabaikan kedua putrinya. Ia bahkan tidak pernah memanggil Daddy pada dirinya sendiri. Dan harus Nael akui, ia sangat membenci kedua putrinya, karena semenjak ada kedua putrinya kebebasannya hilang seketika.


Begitupun sikap Nael pada Gabby. Selama 8 tahun ini. Bahkan Nael tidak pernah menegur Gabby jika mereka berpapasan, begitupun Gabby yang juga tak pernah menegur Nael. Mereka selalu saling membuang muka.


Sebenarnya Gabby sudah meminta pada Greey untuk berhenti mengajak Laura dan Naura untuk pergi bertemu Nael. Tapi tetap saja, Greey ttidak menggubris larangan Gabby.


Pada akhirnya, Gabby lelah melarang Greey. Apalagi kedua putrinya selalu terlihat senang ketika akan pergi bertemu Nael. Mereka tetap menyayangi Nael, walaupun Nael memperlakukan mereka dengan buruk.


Nael paling kesal ketika kedua putrinya memanggilnya Daddy. Nael paling tidak ketika kedua putrinya menghampirinya dan datang ke kantornya. Tapi, walaupun sikap Nael begitu, Lauraa dan Naura tidak pernah kapok menghampiri sang ayah.


Mereka tidak pernah melawan atau tidak pernah merajuk ketika Nael memarahi mereka. Mereka hanya akan tertunduk. Mereka jarang mengadu pada Gabby tentang apa yang di lakukan oleh Nael.


Karena jika mereka mengadu, sang ibu akan melarang mereka untuk pergi bertemu Nael. Sejatinya, Laura dan Naura hanya ingin melihat ayah mereka. Walaupun mereka sudah mendapat kasih sayang yang berlimpah dari Stuard dan juga Gabriel. Tapi, tetap saja, bagi kedua anak itu sangat berbeda. Karena mereka tau, ayah mereka adalah Nael.


Gabby, tersadar dari lamunannya. Kemudian, ia menghapus air matanya. Lalu ia menyelimuti tubuh kedua putrinya. Lalu, keluar dari kamar, setelah itu ia berjalan kearah mejanya, dan ia langsung membuka map yang tadi diberikan oleh suster.


Tangis Gaby luruh, saat melihat hasil tes miliknya. Ia meremas kertas itu. “Sudah kuduga pasti akan begini!” ucap Gabby, Ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, ia berusaha tenang ketika melihat hasil kondisinya sendiri. Ia seorang dokter tentu saja ia sudah tahu apa yang menimpa tubuhnya, dan Feeling Gaby benar, dia menderita leukimia.


Gaby bangkit dari duduknya, kemudian ia bersiap untuk menemui dokter dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


•••


“Kau terlihat biasa saja. Apa kau tak panik?” tanya Andres, teman sekaligus dokter yang memeriksa Gabby.


Gabby tersenyum, lalu menggeleng. “Panik hanya akan membuat semunya memburuk. Aku harus tetap tenang, agar kondisiku membaik.” Gabby bangkit dari duduknya. “Terimakasih, Andreas.”


“Gabby ... ” panggil Andreas ketika Gabby akan keluar dari ruangannya.


“Tidak, Andres, kedua putriku sehat. Mereka tak akan pernah mengalami apa yang aku alami," jawab Gabby yang bisa menebak apa yang akan di katakan Andreas. Ia tau, Andreas akan menyuruhnya untuk memeriksa kondisi Laura dan Naura untuk memastikan kondisi kedua putrinya dan ia tak mau berpikir sejauh itu. Laura dan Naura pasti akan selalu sehat.


Scroll gengs.


Gengs,