Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Permintaan Leticia


“Dad, bolehkah aku berbicara serius denganmu?” kata Leticia saat Greey sudah bangkit dari duduknya.


“Duduklah!” kata Grey yang mempersilahkan putrinya untuk duduk. Leticia mengganggul, ia langsung mendudukkan dirinya di sofa dan Greey pun juga ikut mendudukan dirinya di sofa tunggal.


“Ada apa?” tanya Grey. “Apa ada yang mengganggumu atau kau sedang memikirkan sesuatu?” jari-jari Leticia saling bertautan, ia mencoba memutar otak. Tadi, pikirannya begitu menggebu-gebu, pikiran tentang apa yang harus ia lakukan ke depannya.


Setelah bertemu Jordan dan Ayana, tiba-tiba pikiran itu muncul hingga ia memberanikan diri untuk menemui sang ayah. Tapi setelah berhadapan dengan sang ayah, niat itu seakan lenyap walaupun Greey adalah tipe Ayah yang hangat. Tapi tetap saja, ia ragu berbicara ketika ia akan meminta hal tak masuk akal.


“Leticia!” Panggil Grey lagi, Leticia tersadar, hingga menoleh pada sang ayah.


“Dad, apakah anak rekan bisnismu tidak ada yang mencari jodoh?” tanya Leticia, Grey menatap Leticia dengan bingung.


Entah kenapa tiba-tiba putrinya berkata demikian, tidak ada angin dan tidak ada api. “Maksudmu, bagaimana? Daddy sama sekali tidak mengerti?” tanya Greey.


“Sudah lupakan saja. Aku ingin kembali ke kamar!” Leticia lebih memilih untuk mengakhiri pembicaraan. Jujur saja, ia malu bertanya begitu pada sang ayah.


“ Leticia tetap di tempatmu!" titah Grey, sepertinya Greey mengerti, bahwa Sang Putri sedang ada keinginan.


Leticia pun membatalkan niatnya untuk pergi, kemudian ia mendudukkan dirinya kembali dan setelah itu Greey berpindah duduk ke samping Leticia, alu membawa Leticia ke dalam pelukannya.


“Apa ada yang mengganggumu? kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu?” tanya Grey, tangannya mengelus punggung sang Putri membuat mata Grisya berkaca-kaca.


“Dad, aku ingin menikah," balas Leticia saat berada di pelukan Greey, hingga Greey langsung menoleh ke arah sang putri dan melepaskan pelukannya


Tapi sekarang, Leticia sendiri yang berkata bahwa ia ingin menikah Tentu saja itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Greey.


Saat ia bertemu dengan Jordan dan Ayana, saat di mall tadi, dan saat akan pulang ke mansion, ia berpikir bahwa selama ini ia terlalu terperangkap luka,.selama ini ia terlalu menangisi kisah cintanya yang sudah kandas


Dan Leticia berpikir, itu tak ada gunanya, sedangkan lelaki yang ia tangisi sudah mempunyai keluarga yang baru.


Leticia tidak akan bisa bahagia ketika tidak belum membuka hatinya dan saat ia masuk ke dalam mansion tiba-tiba ia terpikirkan sang ayah, dan sekarang ia meminta ayahnya untuk menjodohkannya.


“Katakan pada Daddy Kenapa kau tiba-tiba ingin menikah? sedangkan kemarin-kemarin kau begitu sulit untuk didekati?” tanya Grey yang harus memastikan sesuatu.


“Umurku juga sudah tidak mudah lagi, dan aku sadar aku tidak akan pernah bahagia ketika aku terperangkap dengan masa lalu. Dad tahu kan hubunganku dengan Jordan dan aku tidak ingin menangisi terus lelaki brengsekk seperti dia. Aku juga tidak banyak mempunyai teman lelaki, apakah tidak masalah jika aku meminta Daddy menjodohkan aku dengan salah satu rekan bisnis Daddy?” tanya Leticia.


“Daddy akan mencarikan yang terbaik untukmu.”


“Dad, sekarang selain Mommy, siapa orang yang paling Daddy percaya?” tanya Leticia


“Daddy hanya mempercayai Miko," jawab Greey, tanpa berpikir, karena setelah Kenzi pensiun menjadi sekretarisnya dan menikahi Aurora, Miko lah yang menggantikan posisi Kenzi.


“Kalau begitu ....”


Scroll gengs