
Keesokan harinya
Nael turun dari mobil, kemudian ia langsung berjalan masuk kedalam rumah sakit. Nanti, malam dia akan terbang ke Rusia dan sekarang dia menghampiri Gabby di rumah sakit setelah mengantar Laura dan Naura bersekolah.
Saat berada di depan ruangan Gabby, baru ia saja akan mengetuk pintu, pintu terbuka dari dalam. Muncul sosok Gabby membuat Nael Terperanjat, kaget. “Kau mengagetkanku,” ucap Nael. “Kau juga mengagetkanku!” kata Gabby yang tak mau kalah, kedua pasangan itu sama-sama berdebat tentang siapa yang saling mengagetkan satu sama lain.
“Kenapa kau kemai?” tanya Gabby
Nael tidak menjawab, ia langsung menerobos masuk dan mendorong tubuh Gabby, lalu memegang pinggang Gabby agar Gabby tidak terjatuh.
“Apa-apaan Kau. Ini rumah sakit, jangan macam-macam,” pekik Gabby. “Memangnya kenapa, kita juga pernah dulu melakukannya di ruanganmu?” tanya Nael membuat pipi Gabby Gabby bersemu merah.
Setelah masuk, Nael berjalan kearah meja kerja Gabby, kemudian ia mengangkat tubuh Gabby lalu mendudukkan Gabby di meja, sedangkan ia langsung menghimpit tubuh Gabby. Lalu setelah itu, tanpa aba-aba ia mencium bibir ibu dari kedua putrinya.
“Nael, apa-apaan kau!” omel Gabby, ia hampir saja berteriak saat Nael terus menciumi seluruh wajahnya. Nael menegakkan tubuhnya, kemudian menatap Gabby. “Nael, kau tidak apa-apa?” tanya Gabby. Ia yang tadinya akan meronta menghentikan gerakannya saat melihat wajah Nael yang terlihat risau.
“Kau sedang gugup menghadapi ayahmu dan ibumu?” tanya Gabby. Nael mengangguk.
“Itu sebabnya, aku menemuimu agar aku tidak terlalu gugup!” kata Nael. Perlahan, Gabby memajukan wajahnya, kemudian mencium bibirnya Nael sekilas, membuat Nael membulatkan matanya. .
Karena Ini pertama kalinya lagi, mereka berciuman, terlebih lagi, Gabby menciumnya terlebih dahulu. Dan tentu saja, Nael tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung menarik tengkuk Gabby dan memperdalam ciuman mereka.
Ciuman yang tadinya lembut, berubah menjadi ciuman yang panas. Ini untuk pertama kalinya lagi setelah mereka berbaikan, mereka saling menyentuh. Dan rasanya, Nael begitu rindu bibir, Gabbyy hingga ia tidak ingin melepaskan bibir ibu dari kedua putrinya.
Saat tubuh mereka sama-sama panas, Nael menggendong Gabby, lalu mendudukkan dirinya di sofa dan mendudukkan Gabby di atas pangkuannya dan saat Nael akan membuka kancing kemeja Gabby, Gabby tersadar dan menghempaskan tangan Nael.
Seketika Nael mengadahkan kepalanya ke atas
“Gagal lagi,” ucapnya, sedangkan Gabby langsung turun dari pangkuan.
“Aku tidak ingin melakukan itu sebelum kita menikah!” kata Gabbgy.
“Hmm, Aku berjanji.”
“Hmm, aku berjanji tidak akan menuruti mu!” balas Nael sambil tertawa,nsedangkan Gabby langsung mengambil bantal sofa lalu memukulkannya pada tubuh Nael.
Setelah itu, Nael menarik kembali tangan Gabby, hingga Gabby terjatuh di sebelahnya.
“Menurutmu bagaimana reaksi Mommy dan dan Daddy saat mereka mengetahui bahwa aku masih hidup,” ucap Gabby.
Gabby menegakkan tubuhnya, kemudian menatap Nae. “Itulah yang kau harus hadapi. Ini buah dari apa yang kau lakukan,” kata Gabby.
“Kenapa kau tidak memberi solusi, kau malah menceramahiku!” protes Nael, Gabby menepuk keningnya. “Terserah saja!” kata Gabby. Saat Gabby akan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Nael, Nael merangkul pundak Gabby dan membawa tubuh Gabby, ke dalam pelukannya.
“ Aku mencintaimu Gaby!”
“Aku tau,”. jawab Gabby.
“Kenapa kau tidak membalas ucapanku!” mata kata Nael yang tidak terima saat Gabby tak menjawab ucapan cintanya.
“Kaa ini seperti anak remajan saja.” Ia bisa saja berkata begitu. Tapi, pipinya bersemu merah.
•••
Setelah melewati perjalanan yang jauh dan panjang, akhirnya pesawat yang ditumpangi Nael mendarat di bandara Rusia. Nael menghela nafas sekaligus merasa gugup yang luar biasa hebat. Walau bagaimanapun, ia akan menemui orangtuanya yang menganggapnya sudah mati.
Saat Nael turun dari pesawat, Nael menghentikan langkahnya, saat melihat beberapa orang berjas hitam menghampiri kearahnya mata Nael membulat saat mengenal salah satu lelaki berjas hitam itu, dia adalah tangan Kanan sang ayah.
“Tunggu, kenapa mereka kemari!”
Gengs semangat update menurun karena bab sebelumnya yang komen cuman dikit, yuk lah gas komen.
Aku udah mulai up rutin ya. asal kalian komen banyak