
“Arsen, kenapa kau jahat sekali di masa lalu, kenapa kau harus menghianati kakakku? kenapa kau harus jahat pada kakakku. Karena kau jahat dan kau berpisah dengan kakakku, aku jadi jatuh jatuh cinta padamu. Tapi karena kejahatanmu di masa lalu, aku tidak bisa bersama denganmu. Aku membenci diriku sendiri, aku juga membenci kau dan Aku membenci semuanya!” teriak Gisel.
“Arsen kenapa kau tidak menjawab ucapanku, seharusnya kau menjawab ucapanku, kenapa kau tidak berbicara, Hah! bicaralah dan jawab pertanyaanku!” teriak Gisel. Setelah itu, ponsel dari tangan Gisel terlepas ke bawah dan sedetik kemudian, tubuhnya ambruk ke meja.
•••
Arsen menggeleng ketika melihat tubuh Gisel ambruk di meja. Setelah mendapat panggilan dari Gisel, ia langsung melacak keberadaan Gisel dan ternyata Gisel sedang berada di kedai minuman yang tak jauh dari apartemen
Walaupu sudah menghirup angin malam, dan mengelilingi tower apartemen selama satu jam, kepalanya semakin berputar-putar dan ia merasa ia benar-benar tidak bisa menahan kesedihannya, hingga ia memutuskan untuk pergi ke kedai yang menjual alkohol.
Giseel berharap, setelah meminum alkohol ia bisa sedikit meringankan perasaan yang berkecamuk dalam dada. Namun, saat ia meminum alkohol dan mabuk, ia malah menelepon Arsen dan mengatakan semua yang ada di dalam hatinya.
Arsen menemui pemilik kedai, kemudian ia membayar minuman milik Gisel. Setelah itu, Ia pun langsung membopong tubuh Gisel. Lalu, ia keluar dari kedai sambil membopong Gissel dan setelah itu, ia pergi ke apartemen Giselle, beruntung ia mengetahui sandi apartemen Gisel.
Higga Ia pun bisa langsung masuk ke dalam apartemen mantan adik iparnya.
Arsen membaringkan tubuh Gisel di ranjang, kemudian ia melepaskan sandal Gisel. Lalu mengambil tisu dan mengelap keringat yang ada di wajah adik iparnya.
“Kau benar Gisel, seandainya aku tidak berbuat jahat di masa lalu, seandainya aku tidak menghianati kakakmu, kita tidak akan terperangkap dalam rasa yang menyakitkan ini. Kau berhak bahagia, bukan denganku tapi dengan laki-laki lain.” Arsen berbicara dengan nada yang lirih, terdengar jelas bahwa dia sedang putus asa.
Arsen menutup ucapannya dengan mengelus rambut Gisel, kemudian ia membungkuk untuk mencium kening mantan adik iparnya. Lalu setelah itu, ia bangkit dari duduknya kemudian ia menaikkan selimut, lalu menyelimuti tubuh Gisel.
Setelah menyelimuti tubuh Gisel, Arsen pun berbalik, Ia mematikan lampu, kemudian keluar dari kamar Gisel. Tepat setelah kamar tertutup, Gissel membuka matanya, ia merubah posisinya menjadi berbaring sambil meringkuk, kemudian ia menangis sejadi-jadinya.
Karena faktanya, Gissel mendengar semua ucapan Arsen, walaupun tadi tubuhnya ambruk di lantai karena mabuk, tapi sebelum Arsen datang rasa pusing itu sudah ternetralisir oleh ramuan yang diberikan pemilik kedai.
Dan saat melihat mobil Arsen, Giseel berpur-pura tak sadar sendiri, jujur saja ia malu karena ia teringat bahwa ia memaki Arsen lewat telpon, dan saat Arsen menggendongnya, jujur saja Gisel ingin menangis kencang-kencangnya,
ia ingin memeluk Arsen tapi tak bisa. Dia tidak seberani itu untuk melakukannya dan pada akhirnya, malam itu ia hanya bisa melampiaskannya dengan menangis..
Gengs pokonya jangan nebak-nebak ya ikutin aja alurnya. Karena akan ada kejutan.