Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Hamil


dua bulan kemudian


tubuh Miko diam mematung. Nafasnya terasa tercekat, jantungnya berdebar tak karuan. Ia merasa tubuhnya mengambang.


“Ma-maksudmu!” Miko berbicara dengan bibir bergetar, ia menatap Leticia dengan tatapan tak percaya. Bahkan,rasanya sendi-sendiri di tubuh Miko melemas, hingga Miko tidak sanggup lagi untuk berdiri


Leticia mengangguk, kemudian memeluk suaminya. “Hmm, Dad, aku hamil” kata Leticia. Ya, baru saja, Leticia melakukan tespek kehamilan mandiri dan ternyata tespek menunjukkan garis dua, pertanda Leticia sedang mengandung..


Dan ketika memberitahukan pada Miko reaksi mikro benar-benar luar biasa, Miko terlihat sangat emosional. Saat Leticia memeluknya, Miko tersadar hingga Miko membalas pelukan istrinya.


Bahu lalu lelaki tampan itu bergetar, ia menangis tergugu. Miko benar-benar tidak percaya, Tuhan akan mengirimkan karunia seindah ini untuknya.


••••


“Apakah kau benar-benar harus mengajar sekarang?” tanya Miko. Ia tampak protes saat istrinya sudah siap dengan pakaian rapih. Ini satu minggu berlalu, semenjak Leticia memberitahukan kehamilannya, dan selama satu minggu pula Miko sangat protektif pada istrinya..


Ia bahkan rela tidak masuk kantor selama 1 minggu full untuk menjaga Leticia, ia takut kesalahan yang dulu terulang. Hingga ia tidak bisa melepaskan tatapannya dari sang istri.


Leticia terkekeh, kemudian ia langsung menghampiri Miko yang sedang duduk di sofa, lalu menundukkan dirinya atas pangkuan suaminya..


“Dad, hanya tinggal satu minggu lagi. Setelah itu aku akan cuti,” jawab Leticia.


“Tapi ....”


“Aku berjanji, aku akan baik-baik saja.” Leticia memotong ucapan Miko, wajahnya meyakinkan suaminya membuat Miko menghela nafas sebanyak-banyaknya. Ia langsung memeluk Leticia. “Jangan terlalu lelah, jika kau lelah berhenti dan keluar dari kelas lalu istirahat. Pada akhirnya, ia pun mengijinkan Leticia untuk pergi.


•••


“No, kau tidak boleh terus mengambil cuti. Pekerjaanmu pasti sangat menumpuk, apalagi kau sudah satu minggu ini tidak masuk ke kantor,” jawab Leticia, ia tidak ingin suaminya fokus padanya saja, karena ia tahu setelah mereka kembali ke Rusia pekerjaan Miko sangat banyak.


Ya, 2 bulan lalu Miko dan Leticia kembali ke Rusia dan ketika kembali ke Rusia, Leticia memutuskan untuk melanjutkan mengajarnya di kampus yang dulu.


Miko menghela nafas sedalam-dalamnya kemudian mengangguk. Lalu menggenggam tangan istrinya. “Jangan terlalu lelah, telepon aku jika kau sudah selesai!” pinta Miko, Leticia tergelak saat melihat wajah Miko yang panik, selama mereka kembali, Miko benar-benar membuktikan bahwa Miko benar-benar berubah.


Bahkan jika orang melihat Miko sekarang, tidak akan pernah ada yang menyangka bahwa Miko dulu pernah sedingin kutub es. “Aku akan turun sekarang!” Leticia pun turun dari mobil, kemudian ia langsung berjalan ke arah dalam.


Saat ia akan memasuki kelas, ponsel di tasnya berdering. Satu panggilan masuk yang masuk kedalam ponselny. Leticia mengerutkan keningnya saat saat melihat nomor yang tidak dikenalnya, saat ia akan mengabaikan panggilan itu, tiba-tiba rasa penasarannya membuncah. pun langsung mengangkat panggilan tersebut.


“Halo, siapa in ....”


“halo Leticia, ini aku Ayana. Bisakah aku meminta waktu sebentar,” ucap seseorang yang menelpon Leticia, ternyata dia adalah Ayana, mantan sahabatnya.


Leticia .


Maafin baru update ya, semalem aku pulanh dari RS jam 9, bisa kebayang dong capenya gimana dan aku baru sempet ngetik jam 3 pagi, aku up 4 bab, ya.


Yang mau kasih gift sebagain penyemangat otor bisa kirim ke shope dan Dana di no 088222277840 🤣🤣