
“Ada apa ini!” teriak Agnes saat mobil-mobil garasi diangkut oleh mobil penderek. Gaby yang sedang menyender santai di mobil menoleh ke arah Agnes, kemudian menyeringai.
Agnes yang melihat Gaby langsung menghampiri mantan menantunya.
“Gabby kenapa ini kenapa kau menarik semua mobil-mobil Mommy?” tanya Agnes dengan amarah yang membara.
Sepuluh mobil yang berada di garasi ditarik oleh arah mobil derek, tentu saja ia merasa murka. Ia tidak menyangka Gabby menemukan garasi rahasianya.
Ya, selama ini Agnes memang mempunyai garasi rahasia, dan selama bertahun Gabby hanya mengetahui bahwa mantan mertuanya, hanya memiliki mobil tiga, dan setelah diselidiki Dan semuanya terbongkar, hingga Gabby langsung bereaksi.
“Kenapa! ini mobilku, mobil-mobil ini di beli dengan hasil korupsi dari kantor ayahku. Lalu, apa urusannya denganmu!” ternyata setelah ditelusuri, Arsen pun membeli mobil dengan menggunakan uang yang ia korupsi dari firma hukum sang ayah.
“Jangan sembarangan kau! apa kau punya? bukti dari mana kau tau jika mobil ini dibeli dari uang korupsi!” teriak Agnes, ia tidak bisa membendung emosinya, saat Gabby menarik sepuluh mobil yang ada di garasi.
Setelah ditelusuri lagi, ternyata Arsen membeli mobil mewah setiap bulan dengan menggunakan dana yang ada di firma hukum milik ayahnya.
“Gabby, suruh mereka kembalikan mobil itu ke tempatnya!" teriak Agnes di hadapan wajah Gabby.
“Berani sekali kau berteriak padaku!” Gabby berbicara dengan dingin dan datar, membuat Agnes tersadar. Ia lupa, ia tidak boleh macam-macam dengan Gabby.
“Gabby!” panggil Agnes, ia berusaha menggapai tangan Gabby. “Kenapa kamu menarik mobil Mommy. mobil itu dibeli oleh ayah mertuamu, bukan uang Arsen.” kata Agnes, ia berusaha bicara pelan dan berusaha untuk merayu Gabby, agar Gabby luluh dan tidak menarik mobilnya.
Mata Agnes membulat ketika mendengar ucapan Gabby. Beberapa kali, ia pergi ke luar negeri dengan di danai oleh Arsen, karena suaminya begitu pelit dan tidak mau mendanainya, akhirnya ia memaksakan Arsen untuk memberikan uang untuk liburan.
“Ah, dan jangan lupa, aku akan mengusut uang bulanan yang diberikan Arsen pada kedua putrimu! mungkin rekening kalian akan dibekukan dalam sekejap!” ucap Gabby lagi membuat mata Agnes membulat. Ia menatap Gabby dengan tatapan tak percaya.
“Aku juga ke sini untuk mengambil tas dan berlian-berlian milikmu, ada transaksi di mana Arsen membelikan tas dan berlian untukmu! Sekarang kembalikan itu padaku, jika tidak, aku akan menelpon Gabriel, untuk membangkrutkan perusahaan suamimu!” kata Gaby lagi, tiba-tiba tubuh Agnes bergetar.
Agnes menggeleng-gelengkan kepalanya, ia harus memanggil Arsen untuk menghentikan kegilaan Gabby, ia pun berlari masuk kedalam untuk menghubung8 Arsen.
Saat Agnes pergi, Gaby menggeleng, kemudian menyeringai. Lalu tak lama, menatap ke depan melihat mobil derek sedang membawa mobil mobil yang terparkir di garasi.
Hatinya terasa pedih, ketika melihat mobil-mobil itu. Selama ini, ia begitu tulus menyayangi Arsen dan keluarganya. Tapi ketulusannya dibayar seperti ini. Ini benar-benar membuatnya hancur..
Dia begitu tulus menyayangi Arsen dan keluarganya. Tapi yang terjadi, Arsen keluarganya hanya memanfaatkan kebaikannya. Ini titik terendah Gabby sebagai seorang manusia, di mana ia harus tetap tegar ditengah badai yang menerjang nya.
Mobil sudah diderek satu persatu. Hingga sekarang mobil itu sudah terangkat semuanya. Kini, Gabby pun masuk ke dalam. Rumah itu begitu hening, sudah dipastikan mertuanya sedang ada di kamar. Tiba-tiba, ada sesuatu yang menarik perhatian Gaby.
Komennya dikit banget kemarin jadi ga semangat! Gas komen BESTie