Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Greey tau


Greey duduk di kursi kerja di kantornya. Ia melihat jam di pergelangan tangannya, sudah dua jam berlalu. Anak buahnya belum juga kembali untuk menjemput putranya.


Lelaki paruh baya yang tetap gagah di usia yang tidak lagi muda itu tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca saat membayangkan bisa memeluk putranya kembali.


karena faktanya, Greey dan Grisela tau bahwa pada putra mereka belum meninggal. Sebenarnya, mereka tahu setahun setelah Nael dinyatakan meninggal.


Saat itu, anak buah Greey yang sedang berlibur, tak sengaja melihat Nael di Polandia. Saat itu anak buah Greey melihat lelaki yang memakai masker serta topi dan dari mata serta perawakannya, anak buah Greey tahu bahwa itu adalah putra dari Tuan mereka.


Awalnya mereka ragu untuk mengatakan ini pada Tuannya. Tapi diam-diam, anak buah Greey menyelidiki makam dan membongkar makam Nael diam-diam. Tentu saja itu atas seijin dari Miko tangan kanan Greey.


Dan ternyata benar saja, peti mati itu kosong dan setelah itu mereka tau yang sebenarnya, mereka memberanikan diri melaporkan semuanya pada Grey.


Awalnya Grey dan Grisella tak percaya dengan apa yang dikatakan anak buahnya. Hanya saja, ia bisa percaya saat melihat makam Nael. Dan sejak itu, Greey menyuruh beberapa anak buahnya mengawasi Nael dari jauh.


Hingga ia menemukan fakta, bahwa Nael ternyata memakai topeng. Dan Greey bisa menyimpulkan apa yang sedang putrinya lakukan, dan ia yakin, putranya sedang berusaha menggapai hati Laura dan Naura, itu semua di perkuat dengan Gabby dan kedua cucunya yang tinggal di Polandia.


Dan sejak tau anak buah Greey melaporkan semua yang Nael lakukan, mereka mengawasi dari jauh. Dan saat Nael ada di Vila dan membawa Laura dan Naura, untuk pertama kalinya, Greey langsung menelpon Gabby dan mereka pun terlibat percakapan yang cukup serius.


Dan saat Nael akan menaiki pesawat, Gabby memberitahukan bahwa Nael akan terbang pada Greey. Itu sebabnya, Greey memerintahkan anak buahnya menunggu di bandara. ia tidak ingin sang putra terus menghindar lagi.


Mereka tak ingin membuat Nael berkecil hati dan mereka tak ingin Nael merasa penyamarannya gagal, karena mereka mengerti dan berusaha untuk berada di posisi Nael yang sangat susah untuk mendekati kedua puterinya, dan kini Greey bersyukur Nael sudah menaklukan kedua putri kembarnya.


“Kau mau membawaku kemana?” tanya Nael. saat ini, ia sudah duduk di dalam mobil, kanan kirinya diapit oleh anak buah Miko, agar Nael tidak kabur.


“Anda akan bertemu ayah anda Tuan,” balas Miko yang duduk di kursi depan. Ia menjawab tanpa menoleh kearah Nael, membuat Nael mengusap wajah kasar. Tak lama, Nael membulatkan matanya, saat mobil yang dikendarai oleh supir melaju ke kantor ayahnya.


“Miko, kau mau membawa aku ke kantor?” tanya Nael dengan terkejut. Bagaimana mungkin ia akan pergi ke kantor sedangkan semua karyawan ayahnya dan para staf mengetahui bahwa dia sudah meninggal.


“Ya, Tuan. Ayah anda menunggu Anda di sana.”


“Miko, bagaimana mungkin aku pergi kantor sedangkan ....” tiba-tiba Nael menghentikan ucapannya saat akan mengatakan tentang sandiwaranya


Miko mengambil sesuatu dari dasbor, ia memberikannya pada Nael. “Silahkan pakai ini Tuan, agar anda tidak malu dan agar orang kantor pun tidak ketakutan dengan kehadiran Anda,” ucap Miko sambil menahan tawa, membuat Nael berdecih sinis, ia pun mengambil masker dan topi itu dengan kasar dari tangan Miko.


Scroll gengs