Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Terbalik


Lidah Laura kelu untuk digerakkan, wajahnya mendadak memerah saat Andre menanyakan Bella, ia mengutuk dirinya sendiri yang malah membawa-bawa nama putrinya. Padahal sudah jelas Andre pasti akan bertanya sedangkan ia sama sekali tidak membawa Bela ke Amerika.


“Mana Bella?” tanya Andre lagi saat Laura tidak menjawab. Andre hampir saja tertawa saat melihat wajah Laura yang lucu. Sungguh, rasanya ia benar-benar ingin secepatnya melakukan operasi ini. Ia berjanji, jika ia selamat, ia akan terus berjuang untuk Laura, walaupun ia harus menghadapi Nael. Ia tidak akan gentar walaupun mungkin mantan Ayah mertuanya sulit dihadapi.


“Bella sedang sekolah. Mana mungkin aku membawanya kemari. jadi aku harus mengawasimu demi Bella!” pada akhirnya, Laura menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawab ucapan Andre, membuat Andre mengangguk-nganggukkan kepalanya.


“Kau tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan?” tanya Laura, ia kembali mengajak Andre berdebat. Padahal tadinya ia hanya ingin mendampingi Andre saat Andre akan di operasi.


“Aku percaya," jawab Andre. Namun dari wajahnya mengatakan sebaliknya.


“Sudahlah Kau menyebalkan. Aku lebih baik pulang!” Saat akan bangkit, Andre menarik tangan Laura membuat Laura mengulum senyum. Bisa dibayangkan jika Andre tidak menarik tangannya, ia pasti benar-benar akan pulang dan tidak ada alasan lagi untuk menemani Andre.


“Kau akan pulang?” tanya Andre. Laura mengangguk.


“ Ya sudah pulang saja!" mata Laura membulat saat mendengar jawaban Andre. Hingga mau tau mau Laura pun kembali bangkit. Saat Laura akan bangkit, Andre kembali menarik tangannya, kali ini tawa Andre meledak, wajah Laura benar-benar lucu.


“Maafkan aku ... maafkan aku. Aku bercanda,”!jawabnya. Padahal sebelum Laura datang Andre mati-matian menahan ketakutannya karena akan menghadapi operasi. Tapi setelah Laura ada, Andre seolah lupa akan ketakutannya. Laura benar-benar penyemangat untuknya.


“Kau menyebalkan sekali!” gerutu Laura yang kembali mendudukan dirinya di kursi. Andre tampak berpikir, ia menatap wajah Laura lekat-lekat membuat pipi Laura memerah. Hingga wanita itu langsung memalingkan tatapannya ke arah lain, karena tidak sanggup menatap Andre yang sedang menatap ke arahnya.


“ Laura!” panggil Andre.“ Laura apa setelah aku selamat masih ada kesempatan untukku?” tanya Andre, kali ini, nadanya terdengar sangat rapuh.


“Kesempatan apa? tanya Laura pura-pura tidak mengerti. Padahal tentu saja ia mengerti apa yang dimaksud oleh Andre.


“Kesempatan untuk mewujudkan keinginanmu yang ingin mempunyai keluarga yang utuh bersamaku dan Bela!” mata Laura membulat saat mendengar ucapan Andre.


“Tidak, kapan aku berbicara begitu,” jawab Laura.


“Laura Apa kau akan terus seperti ini? Apa kau akan terus mengelak?” tanya Andre. “Kau datang ke sini berarti kau peduli padaku, kau mengantarkanku ke bandara berarti juga kau perduli padaku? lalu sampai kapan kau akan terus menghindar.


“Andre apa menurutmu itu mudah” Laura memotong perkataan Andre


“Apa maksudmu?" tanya Andre.


“Apa kau pikir mudah berada di posisiku. Oke, kali ini aku akan melepaskan gengsiku. Kau pasti sudah mendengar semua yang aku katakan saat kita melakukan hal yang seharusnya kita lakukan saat malam itu. Dan ucapanmu benar, aku masih mempunyai satu impian yang tinggi denganmu. Tapi semua tidak akan terjadi begitu saja tidak, Semua tidak semudah apa yang kau pikirkan. Apa kau tidak menyadari, bagaimana sikapmu selama 7 tahun ini, apa kau tidak menyadari bahwa sebenarnya kau yang bersalah. Tapi seolah-olah kau yang menjadi korban di sini ada. Ada saatnya aku membayangkan kita akan menjadi keluarga bersama Bella. Tapi ada saatnya juga aku mengingat semuanya, terlebih lagi kau adalah mantan Naura. Lalu Bagaimana jika kita kembali tapi kau masih menganggapku Naura bukan Laura.”


skak Andre terdiam, ia tidak pernah memikirkan ini sebelumnya. “Laura!” hanya itu yang bisa Andre katakan.


“Sikapmu padaku sekarang lebih baik, kau tidak pernah berkata ketus lagi padaku. Tapi walaupun begitu, Aku tidak ingin membahas ini lagi. Ya, Aku kemari memang khawatirkanmu. Tapi bukan berarti setelah kau selamat, Aku akan menerimamu begitu saja, karena aku tahu alasanmu bukan demi aku. Tapi demi Bella. Jadi sekarang Jangan pikirkan apapun, fokus saja dulu pada kesehatanmu!” balas Laura


Faktanya Laura sudah memikirkan ini matang-matang. Ia sudah memikirkannya saat Andre berubah sikap padanya. Mungkin rumah tangga orang tuanya dijadikan contoh oleh Laura, di mana ayahnya berubah dan menikah dengan ibunya. Tapi untuk kasus rumah tangganya tentu berbeda, di mana ada Naura di tengah-tengah mereka.


Laura selalu berpikir, bagaimana Jika ia tidak bisa mengontrol perasaannya ketika Andre bertemu dengan Naura. Bagaimana jika Laura merasakan sakit lagi ketika Andre melihat Naura.


Sebelum Andre menjawab, tiba-tiba pintu ruangan Andre terbuka, tim Dokter masuk berencana untuk membawa Andre ke ruang operasi. Hingga Laura langsung menghapus sudut matanya yang berair, kemudian menormalkan ekspresinya.


“Laura!” panggil Andre saat berangkarnya akan didorong. Andre melambaikan tangannya, hingga Laura berjalan ke sisi Andre.


“kemarilah aku ingin berbisik!” titah Andre. Laura memutar bola matanya malas. Tentu saja itu hanya pura-pura. Karena tak urung, dia pun langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Andre


Cup satu kecupan mendarat di pipi Laura, Andre tidak berbisik, Andre hanya ingin mencium pipi Laura, membuat pipi Laura memerah. Tapi, Laura langsung menormalkan ekspresinya.


“Apa-apaan dia. Padahal aku sudah berbicara sekeren mungkin tadi. Tapi dia ... Ah dasar menyebalkan!” umpat Laura di dalam hati dan tak lama berangkar pun didorong.


tiga bulan kemudian


“kau tidak akan memberitahukan padanya?" tanya Naura pada Laura. Laura mengambil minumannya kemudian menyeruput minuman yang ada di gelas tersebut. Saat ini, Laura dan Naura sedang berada di sebuah cafe.


“Entahlah memang apa perduli ku!" kata Laura membuat Naura berdecak.


“Terus aja kau begini. Kau dikejar salah, tidak dikejar pun salah!” gerutu Naura. Laura tampak menatap saudara kembarnya lekat-lekat.


“Tunggu Kenapa kau jadi membela Andre?” tanya Laura lagi membuat Naura berdecih.


3 bulan lalu, operasi Andre dinyatakan sukses dan ketika Andre kembali lagi ke Rusia, Andre tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Ia langsung berusaha untuk memperbaiki hubungannya bersama Laura. Beberapa kali ia mengajak Nael berbicara. Tapi Nael menolaknya, begitupun Laura. Walaupun sikap Laura saat di Amerika begitu hangat dan mengurus Andre dengan telaten. Tapi saat berada di Rusia semuanya berubah.


Kini terbalik, Andre yang selalu tersenyum padanya. Sedangkan Laura yang selalu bersikap ketus sama seperti Andre dulu. Dan sikap Laura benar-benar membuat Naura bingung.


“Entahlah, aku hanya ingin seperti ini saja,” jawab Laura. Naura yang tadinya akan protes dengan ucapan Laura, kembali terdiam saat melihat wajah Naura yang berbeda.


“ Laura apa kau baik-baik saja?” tanya Naura.


“Aku baik-baik saja,” jawabnya. saudara kembar itu mendadak hening. Laura mendadak terdiam. Ada satu hal yang tidak disadari semua orang termasuk Andre. Andre terlalu sibuk meyakinkannya, Andre terlalu sibuk mengejar-ngejarnya. Tapi Andre tidak menyadari satu hal. Jika Andre sadar, mungkin perasaan Laura akan lebih baik. Tapi sayangnya Andre tidak menyadari itu.


“Ekhemmm!”


Tiba-tiba seseorang berdehem membuat Laura yang sedang melamun tersadar. Siapa lagi kalau bukan Andre


“Bolehkah aku bergabung bersama kalian?" tanya Andre. Laura melihat ke arah Naura.


“Silahkan, aku juga akan pergi. Jam istirahat sudah selesai!” balas Laura membuat Naura menggeleng, Laura benar-benar persis seperti ibunya yang selalu melibatkan perasaan dalam apapun.


“Ya, sudah jika kau ingin pergi, pergi saja!” kali ini Naura sengaja memanas-manasi Laura. Rasanya iya begitu greget dengan saudara kembarnya, tentu saja ucapan Naura membuat mata Laura membulat. Laura bangkit dari duduknya dan keluar dari cafe tersebut.


“Kau seharusnya tidak seperti itu Naura,” jawab Andre Saat Laura sudah pergi. Sepertinya ia mengerti dengan apa yang sedang dilakukan Naura.


”Kenapa kau bodoh sekali Andre, harusnya kau culik saja dia!” kata Naura yang juga greget dengan mantan kekasihnya ini. Andre menggeleng, kemudian Ia pun menyusul Laura untuk keluar


“Laura tunggu!” kata Andre Saat Laura akan masuk ke dalam mobil.


“Ada apa?” jawabnya dengan dingin..


“Kita harus meeting bukan. Bagaimana kalau kita meeting di kantorku, kau juga harus menyerahkan desainnya padaku!”


“Kita tunda saja meetingnya besok.”


“Tidak bisa, aku harus menyerahkan semuanya pada tim.” ucap Andre. ”Ayo ikut, memakai mobilku saja,” Jawab Andre lagi. Sebelum Laura menjawab, Andre sudah menarik tangan Laura terlebih dahulu hingga Laura tidak bisa protes.


••••


Saat berjalan ke kantor Andre, Laura berjalan mendahului Andre. Sedangkan Andre berjala di belakang, ia tidak mau membuat Laura kesal dan ketika Laura masuk kedalam ruangan Andre


Andre menarik tangan Laura, hingga Laura yang akan duduk menghentikan langkahnya.


Andre memeluk Laura dari belakang dan mengelus perut Laura. “Ayo kita ke dokter! kita periksakan anak kita,” ucap Andre.


“Anak kita? anak apa maksudmu. Aku sedang tidak mengandung,” jawab Laura dengan ketus.


“Kau sedang tidak mengandung tapi kau mengatakan pada Bela bahwa dia akan mempunyai adik, bukankah sama saja kau ingin memberitahuku?” tanya Andre ia menahan tawanya saat melihat tepi Laura menggembung