Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Mungkinkah


Mata Laura membulat saat melihat apa yang dilakukan oleh Andre. Bagaimana mungkin mantan suaminya ini bertindak tidak sopan. Ini memang menyelamatkannya. Tapi tetap saja tidak sopan dan melebihi batas.


Namun karena ia tidak ingin berdebat, Laura pun memakan makanannya, begitupun dengan Andre. Hingga pada akhirnya, makan siang pun selesai. Setelah berbincang-bincang sebentar, Laura bangkit dari duduknya.


“Terima kasih Tuan Andre atas jamuannya, kalau begitu saya permisi!" Pamit Laura yang juga berpamitan pada yang lainnya, ia lebih memilih untuk pulang terlebih dahulu dan ia juga bersikap sopan pada Andre, layaknya seorang rekan bisnis. Karena walau bagaimanapun,mereka harus bersikap profesional.


Saat Laura pergi, beberapa orang pun juga ikut pergi hingga kini menyisakan Andra dan Chiko di meja tersebut.


“Dengan begini kau hanya menyiksa dirimu sendiri!” kata Chiko, Andre yang sedang mengutak-atik ponselnya menoleh, kemudian mengangkat bahunya acuh.


“Berhenti menceramahiku!” kata Andre membuat Chiko menggeleng.


“Teruslah jika kau ingin begini, kau sendiri akan sakit ketika melihat dia bahagia dengan kehidupannya yang baru,”.balas Ciko yang tak lain sahabat sekaligus kepercayaan perusahaannya Andre.


Tidak ingin mendengar ceramah temannya, Andre pun bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung pergi meninggalkan restoran. Saat ia akan masuk ke mobil, ia melihat Laura dari sebrang. Sepertinya, Laura sedang menunggu karena memang Laura tidak membawa mobil. Apalagi tadi pagi ya diantarkan oleh Arthur.


Sejenak, Andre terdiam melihat Laura dari seberang. Matanya menatap wanita yang ia cintai, lalu ia tersenyum getir, kemudian masuk ke dalam mobil.


Faktanya Andre memang mencintai Laura, banyak sekali yang terjadi setelah 7 tahun mereka bercerai. Ya, awalnya memang Andre membenci Laura apalagi semenjak Nael membangkrutkan perusahaannya. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring Bella mulai membesar. Rasanya hati Andre mulai tertaut pada mantan istrinya.


Sikap Laura yang tetap lembut ketika ia bersikap dingin dan ketus, mampu melunturkan dinding kesombongan Andre. Beberapa kali Andre mencoba untuk membohongi hatinya. Namun, semakin ia menyangkal, hatinya semakin pedih. Hingga ia menyadari semuanya. Bahwa dia mencintai mantan istrinya.


Tapi setelah ia sadar, semua terlambat. Dia sudah melukai Laura dengan sangat dalam, ia sadar tidak ada kesempatan untuk kembali Laura. Dan Andre berpikir, Laura berhak bahagia dengan lelaki lain selain dirinya.


Apalagi setahun lalu, Andre mengalami masalah dengan jantungnya dan saat ia melihat Laura bertemu dengan Arthur, rasanya hati Andre patah berkeping-keping. Ia merasa sesak membayangkan, Laura dan Bella akan bahagia bersama lelaki itu.


Tapi Andre tidak bisa berbuat banyak, ini kesalahannya dan dia harus, merelakan anak dan mantan istrinya bahagia dengan lelaki lain..


Sedangkan hubungan Andre dengan Naura pun sudah membaik, saat itu, Naura memergoki Andre di rumah sakit. Hingga Naura mengetahui apa yang terjadi dengannya. Entah kenapa Naura merasa bahwa pandangan Andre padanya berubah, tidak seperti dulu. Naura yakin, Andre benar-benar sudah menganggapnya sebagai teman.


•••


“Bagaimana Apa kau sudah mulai dekat dengan Laura?” tanya Jansen, Ayah Arthur.


“Dia begitu sulit aku dekati, Dad,” balas Artur. Jansen tampak berpikir. “Seharusnya kau ambil hati anaknya dulu ... Daddy yakin, setelah


putrinya luruh, Laura pasti juga akan luruh.”


Arthur mengganggu-anggukan kepalanya, lalu ia melihat jam di pergelangan tangannya.


“Dad, aku akan menjemput putrinya dulu!” kata Arthur, Jansen menggangguk.


•••


Arthur terus melihat jam di pergelangan tangannya, Bella belum juga keluar. Padahal biasanya anak itu sudah keluar pada jam seperti. Namun tak lama, pintu kelas Bela terbuka, hingga Arthur pun menghela nafas, lalu menghampiri Bella.


“ hai Bela!” kata Arthur dengan lemah lembut, Bella tersenyum kemudian menyapa Arthur.


Arthur mengulurkan tangannya pada Bella, lalu mereka pun langsung berjalan ke arah mobil sambil bergandengan tangan. Arthur membukakan pintu untuk Bella..


Lalu setelah itu, ia pun masuk ke dalam mobilnya lalu menjalankannya.


Andre tersenyum getir saat melihat interaksi Artur dan Bella, karena faktanya sedari tadi dia menunggu di depan sekolah putrinya. Ia membatalkan niatnya untuk menjemput Bella karena ia sadar, ia harus membiasakan Bela dekat dengan lelaki lain, lelaki yang akan menjadi suami Laura.


Setelah mobil Artur pergi, Andre kembali menyalakan mobilnya dan menjalankannya ia berencana untuk pulang ke kantornya.


•••


Laura yang baru saja datang ke kantornya memilih menunggu di luar, untuk menjemput putrinya. Karena barusan, Arthur mengirimnya pesan. Bahwa ia sedang berada di perjalanan Untuk mengantarkan Bella.


Dam tak lama, mobil terparkir di depan Laura, dan mobil itu adalah mobil Artur. Artur turun dari mobilnya, kemudian ia membukakan pintu untuk Bella.


”Terima kasih Arthur, sudah menjemput Bella!” kata Laura. Arthur pun mengangguk.


“Kau pulang jam berapa, biar aku yang menjemputmu nanti!’ kata Andre, Laura menggeleng.


“Tidak, aku akan dijemput ayahku,” ucap Laura yang menolak ajakan Arthur. Padahal, ia berdusta Ia hanya ingin menghabiskan waktunya dengan Bella.


“ Ya sudah, kalau begitu. Aku pergi, sampai jumpa!” kata Arthur, Laura pun mengangguk. Lalu setelah mobil Artur pergi, Laura dan Bella masuk ke dalam kantor.


“Mommy!” panggil Bella saat mereka sudah berada di dalam ruangan Laura.


“Kenapa?” tanya Laura.


“Mommy, kenapa harus paman Arthur yang mengantar jemputku. Kenapa tidak Daddy atau supir saja?” tanya Bella, Laura tampak terdiam.


“ Kenapa, apa kau tidak nyaman dekat dengan Paman Arthur.?” tanya Laura.


Bella mengangguk. “Sebenarnya, aku tidak suka dengan paman Arthur!” kata Bella, membuat Laura tertegun


”Tapi Mommy lihat, kau selalu tersenyum padanya, kau selalu bersikap baik pada paman Arthur, bukankah itu tandanya kau menyukai dia?" tanya Laura.


“Mommy kan selalu mengajariku untuk bersikap sopan santun pada siapa saja. Tapi jujur, aku tidak suka Paman Arthur terus mengantar jemputku!” gerutu gadis kecil itu.


Laura mendudukan dirinya di samping Bella, kemudian mengangkat tubuh kecil putrinya. Lalu mendudukannya Bella di atas pangkuannya.


“Kau benar tidak menyukai paman Arthur?” tanya Laura memastikan.


“Hmm, aku tidak menyukainya,” jawabnya Bella, membuat Laura berpikir, mungkinkah Artur tidak sebaik yang ia kira


Mungkin ...


Sedih banget komennya dikit huaa