
“Leticia apa kau mau pergi dengan supir saja?” tanya Grey yang sepertinya menyetujui ucapan Miko. Grey mengurutkan keningnya saat wajah Leticia yang memerah, sedangkan Miko tetap diam di belakang tubuh Grey dan bahkan menatap Leticia dengan datar seperti biasanya.
“Tidak usah, aku ingin menyetir sendiri saja, ayo Laura ... Naura!” kata Leticia, ia menghentakkan kakinya, kemudian menarik tangan Laura dan Naura.
“Kenapa dia!” ucap Grey yang mengerti perubahan sang Putri. “Lanjutkan!” titah Greey pada Miko yang sedang memberikan laporan, Miko pun mengangguk, kemudian ia mulai berbicara dan memberikan laporan yang ia terima dari anak buahnya.
•••
“Dia menolakku? apa-apaan dia! memangnya dia siapa!” Leticia menggerutu ketika ia sedang menyetir. Ia tak habis pikir, Bagaimana mungkin, Miko menolaknya. Jika dipikir, ini pertama kalinya ia emosi ketika Miko menolaknya. Padahal selama ini, ia pun tidak dekat dengan Miko bahkan sangat tidak dekat. Tapi entah kenapa, dia merasa kesal ketika Miko menolaknya.
“Apa dia pikir dia sangat tampan, apa dia tidak sadar siapa aku!” Leticia masih tidak bisa berhenti menggerutu, karena rasanya ia masih kesal.
“Bibi apa kau gila? kenapa kau terus berbicara sendiri?” tiba-tiba terdengar suara Naura yang duduk dibelakang menyadarkan Leticia, hingga Leticia tersadar. “Tidak lupakan saja!” kata Leticia, ia masih kesal dan benar-benar kesal. Setelah itu, ia pun kembali menyetir.
••••
Jordan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, ia sudah mampir ke sebuah store untuk membeli jam tangan sebagai hadiah untuk Nael. Sebenarnya Itu hanya alasan, karena tujuan Jordan datang ke mansion Greey adalah untuk menemui Leticia. Namun saat ia akan berbelok ke dalam mansion, gerbang mansion terbuka keluar satu mobil dan Jordan yakin itu adalah mobil Leticia.
Tanpa pikir panjang, Jordan kembali melanjutkan mobilnya dan mengejar mobil Leticia, ia tidak jadi untuk datang ke mansion Grey. Dada Jordan berdegup kencang saat melihat mobil Leticia, pikirannya mengembara ketika ia selalu melihat Leticia datang ke kantornya dengan memakai mobil itu. Bahkan sekarang, hal sekecil apapun yang melekat di Leticia membuat Jordan dipenuhi penyesalan.
Tiba-tiba ponsel Jordan berdering, Jordan memakai earphone lalu mengangkatnya. Jordan memejamkan matanya, ternyata Ayana lah yang meneleponnya.
“ Ya ada apa?” tanya Jordan.
“Aku sedang menuju rumah temanku!” balas Jordan lagi, “Aku akan menelponmu nanti.” Jordan memutuskan untuk mematikan panggilan dari Ayana, karena ia tidak ingin kehilangan jejak Leticia.
Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil Jordan berhenti di sebuah Mall ternyata Leticia pergi ke mall dan iapun memarkirkan mobilnya di tempat yang tidak jauh dari mobil Leticia yang sudah terparkir.
Saat turun dari mobil, Leticia menuntun kedua keponakannya. Lalu setelah itu, mereka pun berjalan ke dalam Mall, begitupun Jordan yang juga ikut turun dan mengikuti langkah Leticia.
Hati Jordan benar-benar terasa pedih saat melihat punggung Leticia. Dulu, ia selalu merangkul pundak mantan kekasihnya, tetapi sekarang Ia hanya bisa melihatnya dari jauh tanpa bisa mengejar dan tanpa bisa menyentuhnya.
•••
“Kalian mau bermain di sana?” tanya Leticia. Laura dan Naura pun menggangguk. “Kami akan bermain berdua Bibi tunggu saja di sana,” Jawab Naura, karena memang area itu hanya untuk anak-anak.
“Ya, sudah Bibi tunggu di sana!” jawab Leticia, Laura dan Naura pun masuk ke wahana permainan kemudian Leticia berbalik,
saat ia berbalik dan mulai berjalan, ia terhenyak kaget saat ia menabrak seseorang, karena ia berjalan sambil menunduk, dan tubuhnya hampir saja terhuyung ke belakang.
Beruntung ia tidak terjatuh, karena orang yang ditabraknya menahan tubuhnya. Saat ia akan meminta maaf, ia menghentikan niatnya ketika ia menyadari siapa yang menahan tubuhnya, dari aromanya saja, ia sudah tahu siapa yang ia tabrak.
Scroll Gengs