
Aku up dua bab ya silahkan Scroll.
Nael mondar-mandir, ia berjalan ke sana kemari. Lelaki paruh baya itu tampak gelisah, sepertinya ia begitu bingung. Banyak sekali pemikiran yang ia pikirkan, semenjak ia berbicara dengan Laura semalam.
Pintu ruang kerja Nael terbuka, membuat Nael menoleh. Gaby datang ke ruang kerja Nael, menyadarkan Nael dari lamunannya. “Kenapa kau menyusul kemari, Sayang? aku kakimu sudah merasa baikan?” tanya Nael pada istrinya, ia menghampiri Gabby kemudian menarik lembut tangan Gaby, dan mengajaknya berjalan ke sofa.
“Aku baik-baik saja, Dad,” ucap Gabby, ternyata Gabby terkena cedera saat melakukan pilates dan sekarang, ia sedikit kesulitan untuk berjalan
“Apa kau butuh sesuatu?”;tanya Nael saat sudah mendudukkan diri di sofa
“Tidak, aku hanya bosan saja berbaring di kamar.” Gaby menyandarkan kepalanya ke bahu Nael, kemudian ia menggenggam tangan Nael. membuat Nael bingung dengan istrinya. Tak biasanya Gabby begini. “Kau Kenapa, apa kau butuh sesuatu?” tanya Nael.
Gaby menggeleng. “Sudah kubilang, aku hanya bosan saja, Dad,” balas Gabby. Gaby menoleh ke arah Nael.
“Sepertinya kau sedang bingung. Apa ada yang kau pikirkan?” tanya Gabby lagi.
Nael menggangguk. “Apa menurutmu aku harus memaafkan Andre?” tanya Nael. Gabby mengelus dada Nael.
“ Aku tidak ingin mengungkit kesalahanmu. Tapi kau juga pernah berada di sisi Andre yang mencoba untuk meraih hatiku Laura serta Naura. Jika kau melihat kesungguhannya, terima saja dia!”
“Apa aku harus menerimanya?” tanya Nael.
“Hmm, ikuti saja kata hatimu!” Gabby tersenyum, pikiran melanglang buana. “Aku jadi ingat masa kita muda,” jawabnya.
“Ah, sayang Tolong jangan membahas lagi, itu. Kau pasti akan membahas kesalahanku!” gerutu Nael.
“Tidak ... tidak, kisah kita begitu indah bukan. Walaupun aku sempat tersiksa karena ulahmu. Tapi kau menebusnya sampai sekarang dengan menjadi suami dan ayah yang baik bagiku dan bagi anak-anak kita,” Jawab Gaby, Nael menarik tangan Gabby, kemudian mengecupnya.
“Seandainya saat itu kau tidak memberikan kesempatan. Mungkin kita tidak akan bahagia sekarang,” Jawab Nael.
“Dan itu yang harus kau lakukan pada Andre,” ujar Gabby, Nael lagi menganggukkan kepalanya.
“Baiklah!” Nael mengambil ponselnya. Lalu mengutak-atiknya mencari nomor Andre, momor yang masih yang simpan Walaupun dia membenci lelaki itu. “Sebentar, aku akan menelpon Andre dulu!”
Panggilan berdering, dan tak lama panggilannya terangkat. “Halo ... halo!” kata Nael. Namun tidak ada jawaban dari seberang sana. Hingga Nael.
kembali mematikan panggilannya.
•••
Laura langsung melempar ponsel itu kepada Andre, ia langsung panik saat mendengar suara siapa yang ada di telepon, karena ia mengenali suara itu, itu adalah suara ayahnya.
“Siapa, Kenapa kau melempar ponselnya?” tanya Andre.
“Itu Daddyku. Daddyku yang menelponmu!” Mata Andre membulat saat mendengar ucapan Laura. Dengan segera, Ia pun langsung mengambil ponselnya. Namun ternyata, pangilannya sudah dimatikan.
“Ayahmu sudah mematikan panggilannya,” jawab Andre, ia mengacak rambutnya.
“Kenapa kau terlihat kesal padaku?” tanya Laura membuat Andre tersadar.
“Tidak Baby, aku tidak kesal padamu,”
jawab Andre. Bisa bahaya jika Laura salah paham. “Tunggu, aku akan menelepon Daddymu dulu.”
“Baik Tuan. Aku akan menemuimu di sana,”Jawab Andre. Setelah memutus panggilannya, Andre menyimpan ponselnya di meja kemudian melihat ke arah Laura.
“Apa yang Daddyku katakan?” tanya Laura.
Daddy mu ingin bertemu denganku,” balas Andre. Ia menaikkan satu kakinya, kemudian ia mengubah posisi duduknya dengan posisi menyamping, hingga kini ia berhadap-hadapan dengan Laura.
“Kau ingin pesta pernikahan seperti apa?” tanya Andre. Laura tampak berpikir.
“Aku tidak mau pesta yang meriah sekarang. Aku hanya ingin kita semuanya berkumpul,” jawab Laura. Tiba-tiba, wajah Andre terlihat sendu, seperti ada beban yang menimpa Andre.
“Apa kau tidak bisa mengabulkan permintaanku?” tanya Laura. Andre menggeleng, ia tersenyum. Laura merasa Andre sedang merasakan kesedihan.
“ Kau kenapa?” tanya Laura, ia mengelus pipi Andre. Untuk pertama kalinya, ia memberanikan menyentuh Andre.
“Aku sedih karena aku tidak mempunyai keluarga. Ayah ibuku sudah tidak ada, bibiku juga jauh,” jawab Andre. Laura diam terpaku saat mendengar ucapan Andre. Untuk pertama kalinya, setelah bertahun-tahun berlalu, ia melihat Andre seperti ini.
Laura membawa kepala Andre ke dalam pelukannya. ”kau tidak sendiri, ada aku ada Bella dan juga ada keluargaku. Oh tidak, Naura tidak termasuk. Kau tidak boleh menganggap Naura.”
di tengah rasa sedihnya, Andre kembali tertawa saat mendengar ucapan Laura. Sepertinya setelah mereka menikah lagi, Andre harus mengajak Laura untuk tinggal di luar negeri. sebab jika mereka terus tinggal di Rusia. Laura akan terus membahas tentang masa lalunya bersama Naura..Ah, ia lupa wanita adalah ahli sejarah.
Dua hari kemudian
Andre berdiri di depan pintu, ini sudah 10 menit berlalu, tapi Andre tidak berani masuk.Saat ini, ia sedang berada di restoran Jepang, Nael sudah menunggunya di dalam dan ia sungguh takut berhadapan dengan mantan ayah mertuanya.
Andre menghela nafas kemudian menghembuskannya. Ia menggerakkan tangannya lalu menggeser pintu, hingga tatapannya bersibobrok dengan mantan Ayah mertuanya.
“Masuklah!” titah Nael. Andre menggangguk, kemudian ia menekuk kakinya lalu bersila. Di depannya sudah ada beberapa hidangan Jepang karena Nael sudah memesan terlebih dahulu.
“Sebelum kita berbicara, Ayo kita makan dulu!” ajak Nael, ia sudah mengambil sumpit. Namun saat ia akan menyuapkan makanannya Nael menghentikan gerakannya saat melihat Andre masih terdiam.
“Ayo makan!” kata Nael Andre menelan salivanya Entah kenapa, mantan Ayah mertuanya ini begitu aneh. Namun tak urung, Andre pun mengambil sumpit lalu mulai memakannya makannya.
“Apa makanan yang Laura sukai?”!tanya nail di tengah acara makannya..
“Laura tidak menyukai makanan yang berkuah dan pedas,” jawab Andre. Nael mengangguk-anggukkan kepalanya, seraya mengambil makanan lagi. Lalu menyuapkannya lagi kedalam mulut.
”Apa makanan kesukaan Naura?”ntanya Nael, Andre tampak berpikir, bahkan butuh waktu yang lama untuk Anda menjawab.
“Aku lupa lagi,Tuan,” jawab Andre. Nael menyimpan sumpit di meja, kemudian ia menghentikan gerakannya lalu dan menelan makanan yang sedang dikunyah dan menatap Andre.
Andre yang ditatap langsung merasa kaku hingga Ia pun langsung menelan makanannya lalu menyimpan sumpit dan menatap Nael.
“Selamat kau lulus,” kata Nael, Ia merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh mantan mertuanya.
“Aku memberikan satu kesempatan padamu. jangan pernah sia-siakan Laura lagi atau Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.”
Hellan nafas terlihat dari wajah tampan Andre. akhirnya, kata-kata keramat itu keluar dari mulut mantan Ayah mertuanya.
•••••