Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Naura di atas segalanya


Gengs ada info, selama satu minggu ini, aku akan crazy update sehari 3 bab tapi janji ya gas komen.


bab Naura ga akan Beratus-ratus bab ko. Masih misteri siapa yang baik siapa yang jahat di antara Nauder sama Alvaro jadi baca terusya.


“Aku tidak akan memberitahukan padamu. Tolong jangan ganggu aku, aku ingin menikmati waktu bersama Nauder.” Naura berbicara dengan raut wajah penuh permohonan, berharap Alvaro luluh. Tapi, sepertinya upaya Naura sia-sia. karena Alvaro sama sekali tidak terlihat terpengaruh dengan ucapannya. Tatapan Alvaro sama seperti tadi.


“Di mana kau berbulan madu?" Alvaro terus menanyakan pertanyaan yang sama, membuat Naura mengatupkan bibirnya dan terlihat kesal. Ia sama sekali tidak terpengaruh dengan wajah Naura.


“Terserah saja." Pada akhirnya, Naura berbalik kemudian ia langsung berniat keluar dari apartemen Alvaro. Namun Alvaro menarik pinggangnya. Hingga Naura berbalik dan menabrak tubuhnya. Secepat kilat Alvaro langsung merangkul pinggang Naura hingga poisi mereka kian rapat.


“Alvaro Apa yang kau lakukan?” tanya Naura.


” Naura aku sudah bertanya baik-baik, di mana kau dan Nauder akan berbulan madu. Jika kau tidak memberitahukanku, maka kau tidak akan pernah keluar dari apartemenku.”


Naura membulatkan matanya saat mendengar ucapan Nauder, lelaki ini begitu gila.


“Alvaro cukup kumohon untuk kali ini saja lepaskan aku. Setelah ini, kau boleh melakukan apapun dan ...." Naura menghentikan sejenak ucapannya. Ia memejamkan matanya saat mengatakan hal demikian, ia malah memberikan sebuah janji pada Alvaro.


“Aku tidak akan mengikuti apa maumu. Aku hanya ingin tau di mana kau dan Nauder berbulan madu," Jawab Alvaro. Nafas Naura memburu namun tubuhnya terasa lemas, Ia seperti terkurung dengan psico seperti Alvaro.


“Aku tidak tahu, Nauder belum memberitahukannya padaku, dia masih merahasiakan tempat bulan madu kami," jawab Naura lagi, berharap Alvaro percaya karena memang dia belum tahu Nauder akan membawanya ke mana.


Alvaro tanpak berpikir, melihat dari wajah Naura sepertinya Naura tidak berbohong. Lalu setelah itu, Alvaro melepaskan rangkulannya pada Naura.


“Baiklah kau boleh pergi.” Tiba-tiba Naura mengerutkan keningnya saat Alvaro melepaskannya begitu saja. Bukannya senang, Ia malah lebih was-was ia takut Alvaro mengikutinya.


“Kenapa, bukankah kau ingin pergi?" tanya Alvaro saat melihat Naura tampak terdiam.


“Kau tidak merencanakan sesuatu kan?" tanya Naura memastikan.


“Bodoh, mana mungkin aku tidak merencanakan sesuatu. Walaupun kau tidak memberitahukanku, aku pasti akan tahu ke mana kau dan Nauder pergi.”


Lagi-lagi Naura harus menebalkan kesabarannya saat berhadapan dengan orang seperti Alvaro yang sangat menyebalkan.


”Ya sudah kau boleh pergi sekarang!” titah Alvaro.


“Kau mengusirku?” tanya Naura tanpa sadar.


“Yasudah jika kau tidak mau pergi." Baru saja Alvaro akan menggerakkan tangannya seperti akan menarik pinggangnya Naura, dengan cepat berbalik,k lalu ia keluar dari apartemen Alvaro Sambil berlari.


•••


“Hmm, Aku di kantor. Kau ingin ke sini?" tanya Nauder dari seberang sana.


“Bolehkah aku pergi ke kantormu," tanya Naura. Rasanya setelah dari apartemen Alvaro. Naura ingin langsung menemui Nauder dan memeluk suaminya.


•••


Setelah mematikan panggilan dari Naura, Nauder menyimpan ponselnya, kemudian ia meraih gagang laci dan mengambil sebuah kotak


Kotak itu berisi kalung, kalung yang selama ini ia ingin hadiahkan pada Naura, karena ia tahu Naura sudah lama sekali ingin kalung ini.


Dan yang lebih penting, Naura datang ke sini seperti rencananya. Padahal Ia yang ingin meminta Naura untuk datang, tapi ternyata istrinya sudah terlebih dahulu meneleponnya dan mengatakan akan ke kantornya. Hingga rencana nauder akhirnya bisa berjalan dengan lancar.


Semalam Nauder ingin sekali memadu kasih dengan istrinya, hanya saja Naura tampak kelelahan ia ingin sekali menciumm bibir Naura. Tapi ia tidak tega jika harus membangunkan istrinya itu sebabnya Ia hanya bisa mengelus bibir istrinya.


Semalam, saat melihat wajah Naura yang sedang tertidur, Nauder menyeringai, karena ia mempunyai sebuah ide, ia berencana untuk menyuruh Naura datang ke kantornya, dan ia ingin mencoba bercinta di kantor miliknya, lelaki itu ingin bercinta dengan suasana lain.


10 menit kemudian, akhirnya pintu diketuk Naura masuk ke dalam ruangan Nauder, Naura langsung mengembangkan senyumnya saat melihat suaminya. Setiap Naura tersenyum, jantung Nauder selalu berdetak dua kali lebih cepat, baginya Naura adalah segalanya, terlepas dari apapun pekerjaan di luar sana.Tapi di bagian pribadinya, Naura selalu menjadi prioritas Nauder. Bahkan ia selalu menuruti apa kata Naura.


Nauder bangkit dari duduknya, kemudian ia merentangkan tangannya. Lalu setelah itu, Naura berlari ke arah Nauder kemudian memeluk lelaki itu.


‘Nauder Maafkan aku.’ Naura membatin dalam hati ketika memelukna Nauder, dia meminta maaf karena telah menemui Alvaro di belakangnya. Karena Naura memberi ultimatum keras agar Nauder tidak mengikutinya dan benar saja Nauder begitu patuh, selama ini ia tidak mengikuti Naura, karena itu perintah istrinya.


“Sayang, Apa ada yang terjadi di luar sana? semuanya baik-baik saja, kan?” tanya Nauder Naura memeluknya begitu erat.


Naura mendongak menatap Nauder. “Hmm, Semuanya baik-baik saja.” Nauder melepaskan pelukannya, kemudian mengajak Naura untuk berjalan ke arah sofa, lalu ia mendudukkan dirinya di sofa dan menundukkan Naura di atas pangkuannya.


“Sayang, bolehkah aku minta jatahku sekarang?’ Naura


“Jatah," ulang Naura. Nauder mengangguk, membuat Naura tersenyum, dan mereka pun memulai apa yang seharusnya mereka mulai.


•••


Setelah Naura pergi dari apartemennya, Alvaro pun juga ikut keluar dari apartemen ia langsung berjalan ke basement untuk mengambil mobil. Alvaro menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, bayang-bayang Naura dan Nauder akan berbulan madu menubruk otaknya. Rasanya, ia begitu panas dan ia tidak akan pernah membiarkan Naura dan nauder tenang begitu saja, ia harus mengetahui kemana bulan madu mereka.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Alvaro sampai di mansionnya yang juga menyatu dengan markas tempat Ia melakukan semuanya termasuk Ada gudang senjataaa di belakang.


Alvaro keluar dari mobil, kemudian ia melemparkan kunci mobilnya pada Rexo, lelaki yang selama ini mengatur mansionnya, ia masuk ke dalam kemudian ia langsung berjalan ke ruang bawah tanah.


Di ruang bawah tanah, Ia membuka pintu lalu menyalakan lampu dan di sana terpampang lah semua foto Naura, ia mengumpulkan foto Naura satu persatu, karena faktanya Alvaro benar-benar terobsesi pada Naura semenjak dulu, ada alasan kenapa Alvaro begitu terobsesi dengan Naura itu karena ....