Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Fakta Yang Membuat Terluka


Gabby menyandarkan tubuhnya ke belakang, Ia bersedekap lalu menatap Kristine dengan tatapan menghina, sedangkan Kristine menunduk. Ia tak berani menatap wajah Gabby.


Saat ini, mereka sedang berada di sebuah kafe. Semalam, Kristine menghubungi Gabby. Awalnya, Gabby tidak menggubris ucapan Kristin. Hanya saja, saat Kristine berkata bahwa ia hamil, akhirnya Gabby bersedia menemui Kristin di kafe.


Dan saat ini, kedua wanita itu saling terdiam Gabby sama sekali tidak berniat untuk memulai pembicaraan, ia menunggu Kristin dan mengintimidasi Kristine dengan tatapannya.


“No-nona, Gabby!" panggil Kristine terbata-bata. Ia memberanikan diri mengangkat kepalanya setelah sekian lama diam.


“Apa? kau Mau mengatakan apa padaku?” tanya Gabby.


“Bi-bisakah kau melepas Arsan untukku, agar dia mau bertanggung jawab atas kehamilanku,” ucap Kristin, ia berbicara dengan terbata-bata. Terlihat jelas, bahwa sebenarnya ia takut berbicara dengan Gabby.


Ketika mendengar ucapan Kristin, tangan Gabby mengepal di bawah meja, ia sungguh ingin mencakar wanita di depannya ini. Bohong jika Gabby tidak sakit, bohong jika Gabby tidak kecewa, bohong jika Gaby tidak terluka. Nyatanya, mendengar Kristine mengandung itu membuat lukanya semakin dalam


Tapi seperti biasa, Gabby berusaha mengendalikan emosinya. Padahal Ia ingin sekali mengamuk pada Arsen dan Kristine.


“lalu kau pikir dengan mengajakku berbicara, aku akan menuruti keinginanmu. Kau berharap jawaban apa dariku?” tanya Gabby. Tatapan mata Gabby berkilat penuh amarah. “Kau berharap aku akan melepaskan Arsen,” tanya Gabby lagi, sedangkan wajah Kristin semakin memucat.


“Nona Gabby, aku tahu kau wanita yang baik. Kau boleh membenciku dan Arsen. Tapi tolong berikan sedikit belas kasihan pada anakku.” jawab Kristine. Ia tak peduli lagi dengan harga dirinya, ia pun tak keberatan walau ia harus berlutur di hadapan Gabby. Yang terpenting, Gabby mau melepaskan Arsen.


“Nona Gabby, tolong lepaskan Arsen. Kau tahu kenapa selama ini kau tidak mengandung. Itu karena arsen tidak pernah berniat mempunyai anak denganmu,” ucap Kristine ia terpaksa harus mengungkap kebenaran, agar Gabby lebih membeci Arsen dan melepaskan Arsen.


Jantungnya Gabby berdebar tak karuan, ketika mendengar ucapan Kristine. Nafasnya memendek. Bahkan, saat ini, Gabby hampir saja menggebrak meja.


Dada Gabby semakin bergemuruh, ketika mendengar ucapan Kristin. Tiba-tiba, sekelebat tingkah Arsen terbayang-bayang di otaknya. Dulu, setiap mereka berhubungan badan, Arsen selalu memberikan minum pada Gabby dan dengan polosnya, Gabby pikir itu hanya air putih biasa.


Mata Gabby sudah memanas ketika mendengar ucapan Kristine. Rahangnya mengeras, amarah Gabby berkobar hebat. Ia langsung menarik tangan Kristin yang sedang berada di meja, kemudian ia mencekalnya dan menekankan kuku-kukunya ke kulit Kristine, membuat Kristine hampir saja menjerit.


“Katakan yang kau katakan tidak benar,” geram Gabby, ia masih berharap apa yang di ucapkan Kristine tidaklah benar, agar ia tidak terlalu terluka. Ia menggertakan giginya, nada suaranya terdengar berapi-api.


“A-aku tidak bohong,” jawab Kristine, ia mengigit bibirnya, agar tak menjerit Karna jujur saja, cekalan Gabby sangat menyakitkan.


Gabby menghempaskan tangan Kristine dengan kasar. Hingga, tangan Kristin mengenai meja. Setelah itu, Gabby menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia meraup oksigen sebanyak-banyaknya, kemudian berusaha mengendalikan diri.


Selama ini, Gabby selalu berharap. Ia akan secepatnya mengandung, Gabby selalu berharap, Ia mempunyai buah hati. Terkadang ia selalu menyalahkan dirinya sendiri dan selalu merasa bersalah pada Arsen karena ia belum bisa mengandung.


Tapi yang terjadi Arsenlah yang menghalangi dirinya untuk mengandung, dan selama ini menciptakan harapan palsu untuknya, dan sekarang benci Gabby pada Arsen semakin besar.


Belum Gabby berbicara lagi pada Kristine. tiba-tiba, ponsel Gabby berdering. Nama Nael terpampang di layar ...


Gengs, banyak yang komen Thor usir aja Arsennys. Lah kalau begitu ceritanya nanti tamat dong hahaha.


Ikutin aja alurnya oke, bentar lagi kok, Arsen sama keluarganya kena ganjaran yang setimpal, yang ngikutin aku dari lama pasti tau kalau aku ya pernah muter2 😙


Gas komen gengs, ga komen up sebiji besok hahahab