Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Apakah aku salah!


“Gisel kena kau ke Polandia tidak memberitahuku?” tanya Gabby ketika Gisel masuk ke dalam rumah.


“Dengan siapa kau kemari? kau tidak memakai pesawat pribadimu?” tanya Gabby bertubi-tubi ia sungguh terkejut ketika melihat Gisel datang saat dini hari.


Gisel yang baru saja masuk mendudukkan diri di sofa, kemudian ia menghapus sudut matanya yang berair. Lalu ia menaikkan kakinya


”Kak aku mengantuk, aku lelah, aku ingin istirahat jangan dulu bertanya apa-apa padaku,” balas Gisel, sejujurnya Ia hanya sedang menahan tangisnya.


Gabby menghela nafasnya, “Ya sudah ayo pergi ke kamar. Kau istirahat di sana!” titah Gabby, Gisel yang baru saja duduk bangkit kembali dari duduknya, kemudian berjalan kearah kamar.


Saat masuk kedalam kamar, ia langsung membanting tubuhnya di ranjang, ia mengambil ponsel lalu melihat ulang pesan yang dikirimkan oleh Arsen kemudian membelai layar ponselnya. “Ternyata benar, dia sudah memiliki kekasih. Lalu apalagi yang aku harus harapkan,” lirih Gisel.


keesokan harinya


Nael menunggu di depan rumah sakit dengan harap-harap cemas, walaupun ia sudah berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak gugup dan agar tidak mencurigakan. Tapi tetap saja, rasanya ini begitu asing. firasatnya mendadak tak enak. Dan sekarang, ia menyesali keputusanya untuk menyetujui keinginan Gabby makan bersama.


Nael terus melihat ke arah rumah sakit sepertinya ia harus membatalkan makan siang kali ini, dan beralasan pada Gabby. Ia pun mengambil mengambil ponsel dari dasbor kemudian berniat mengirim pesan pada Gabby.


Namun, baru saja ia akan mengirimkan pesan yang sudah di ketiknya. Ia menghentikan gerakan tangannya saat Gabby mengetuk jendela, Hingga Nael memejamkann. Matanya. Hingga Mau tak mau, Nael membuka jendela mobilnya.


“Hai, Tuan, Joan. Maaf membuatmu menunggu lama,” ucap Gabby, Nael tersenyum kikuk, kemudian Gabby pun masuk kedalam mobil Nael.


“Nona Gabby, tumben sekali kau mengajakku makan siang bersama, biasanya kamu menolak?" tanya Nael yang mencoba memancing Gabby.


Kali Nael mencoba untuk memancing Gabby dan bertanya alasan yang sebenarnya. “Apa kita harus batalkan saja makan siang kali ini?” balas Gabby sambil terkekeh. Seecepat kilat, Nael menggeleng.


“Ayo, aku sudah mereservasi untuk kita!” Nael menyalakan mobil, kemudian menjalankannya. saat berada di dalam mobil, tidak ada yang berbicara Gabby sibuk dengan pikirannya sendiri begitupun dengan Nael. Hingga tak terasa, mobil yang dikendarai Nael sampai di restoran yang dipesan oleh Gabby.


Nael turun terlebih dahulu, kemudian memutari mobil Lalu setelah itu membukakan pintu untuk Gabby. “Ayo, Nona Gaby.” Ajak Nael, Gabby tersenyum, kemudian menerima uluran tangan Nael Lalu setelah itu mereka pun berjalan ke arah dalam.


sudah sampai di tempat yang di reservasi oleh Gaby, Nael menarik kursi untuk Gabby hingga Gabby langsung duduk kemudian ia menarik kursi di untuk dirinya sendiri hingga kini mereka duduk bersebrangan.


Dua puluh menit kemudian makanan yang di pesan oleh Gabby dan Nael pun datang.


Gabby dan Nael langsung mengambil makanan mereka, dan bersiap untuk makan


“Tuan, Joan maaf ....” Tiba-tiba, Gabby berbicara saat akan memulai makanannya, membuat Joan langsung menoleh.


“Apa kau menyukai jus nanas?” tanya Gabby, Ia menyipitkan matanya, menatap Nael dengan tatapan menyelidik, berharap melihat ekpresi Nael. Gabby ingat betul, bahwa Nael alergi pada Nanas, begitupun Laura dan Naura, dan saat ini, ia ingin memastika semuanya.


“Memangnya ada apa Nona Gabby?” tanya Nael, ia menatap Gabby dengan santai.


“Bolehkah aku menukar minumanmu dan minuman ku rasanya akan butuh waktu lama jika aku memesan lagi,” kata Gabby.


“Silakan.” Nael memutar gelas jus miliknya dan milik Gaby kemudian ia kembali fokus memakan makananny, bahkan Nael menyeruput jus nanas yang di barusan di tukarkan.


Seketika Gabby terdiam, saat melihat Nael meminum jus nanas, apa tebakannya salah?


Scroll gengs