Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Hati yang tidak berlabuh


Tatapan mata Laura dan Andre saling menatap. Namun dengan cepat, Laura memalingkan tatapannya ke arah lain. “silahkan," ucap Arthur pada yang mempersilahkan Andre masuk terlebih dahulu hingga Andre tersadar. Dengan wajah dinginnya, Andre pun berlalu begitu saja melewati tubuh Laura.


Setelah Andre keluar dari restoran, Laura dan Artur pun berjalan keluar dan menuju mobil Laura. Saat berada di depan mobil, Artur membukakan pintu mobil untuk Laura, hingga Laura pun masuk kemudian membuka kaca jendelanya.


“Terima kasih Arthur, next time mungkin aku bisa mentraktirmu.”


“Tolong sampaikan salamku pada putrimu.” Setelah mengatakan itu, Arthur menegakkan tubuhnya, hingga Laura langsung menutup kaca jendela.


•••


Andre terus menatap keluar, ia memperhatikan interaksi Laura dan Arthur. Andre mengambil meja yang berada di dekat jendela, hingga ia bisa melihat pemandangan di luar dan tatapannya tertuju pada Laura yang yang sedang bersama Arthur.


Saat mobil Laura pergi, Andre menunduk kemudian ia mengeluarkan botol kecil dari saku jasnya, yang tak lain adalah sebuah botol obat, ia mengeluarkan beberapa butir. Lalu setelah itu meminum obat tersebut, dan tak lama makanan yang dipesan Andre pun tiba.


Satu bulan kemudian


Andre turun dari mobil, kemudian ia berencana untuk menyusul putrinya ke dalam area sekolah. Andre sengaja, menjemput putrinya lebih awal karena ingin mengajak Bella untuk makan siang bersama.


Tapi tak lama, langkah Andre terhenti ketika putrinya sedang berjalan sambil menggenggam tangan seorang lelaki, dan ia ingat betul siapa lelaki itu, lelaki yang bersama Laura di restoran.


Tiba-tiba napas Andre memburu, ia tidak terima putrinya di gandeng oleh sembarang orang.


“Bela!” panggil Andre, hingga Bella yang sedang berbicara riang dengan Arthur menoleh.


“Daddy!” panggi Bella, ia langsung menyaut ketika Andre memanggilnya. Secepat kilat, Andre langsung menarik paksa tangan Bella, hingga genggaman tangan Bella pada Arthur terlepas.


“Kenapa kau sangat kasar,” ucap Arthur yang terkejut saat Andre menarik paksa tangan Bella.


Dan tadi, ia mengajak Laura untuk makan siang bersama dan menawarkan diri untuk jemput Bella. Hingga Laura pun mengizinkannya, karena tidak enak jika menolak, apalagi Bella dan Arthur sudah bertemu beberapa kali dan keduanya tampak akrab.


“Jangan menyentuh putriku!” ucap Andre dengan tegas, membuat Arthur menggeleng.


“Daddy tanganku sakit!” Andre tersadar saat Bella berbicara, hingga ia melepaskan genggaman tangannya. Ia langsung menggendong Bella begitu saja, kemudian ia langsung membawa Bella ke mobil tanpa pamitan pada Artur.


••••


menunjukkan pukul 09.00 malam, Laura keluar dari penthouse-nya. Barusan, untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, Andre menelponnya lagi. Rupanya, Bella tertidur di mobil, hingga Andre menelpon Laura dan menyuruh Laura untuk membawa Bela masuk.


Saat Laura datang, tanpa basa-basi, Andre membuka pintu mobil bagian belakang di mana Laura tertidur di sana dan tanpa berbicara pada Andre, Laura pun langsung mengambil tubuh Bella, dan menggendongnya lalu berbalik untuk masuk ke dalam tanpa menyapa mantan suaminya.


“Tunggu ....” Tiba-tiba langkah Laura terhenti saat Andre berbicara padanya, hingga Ia pun berbalik.


“Ada apa?” tanya Laura, walaupun Andre berbicara dengan wajah yang dingin, tapi Laura tetap berekpresi sepertibiasa.


“Aku tidak suka Bella dekat dengan lelaki lain. Tolong jangan libatkan Bella dalam hubungan kalian,” ucap Andre.


Laura tetap kalem, ia tersenyum dengan penuh ketulusan. “Suatu saat kau juga akan menikah dengan wanita lain, begitupun aku. Jadi biarkan Bella bebas memilih. Selama Bella nyaman, aku rasa itu tidak masalah. Kalau begitu aku permisi.”


Setelah mengatakan itu, Laura pun berbalik dan masuk kedalam penthouse. Saat Laura berbalik, tiba-tiba wajah dingin Andre berubah, ia menatap ke arah Laura yang sedang berjalan dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


Jangan nebak-nebak kisah Laura ya gengs. Ikutin aja alurnya. sedih banget kemarin yang komen dikit huaaa ayolah gas komen