
Makan malam, sedang berlangsung. Suara gelak tawa mengisi acara Makan malam di rumah Greey. Sedangkan Laura dan Naura tidak ikut dalam euforia keluarga ayahnya, mereka fokus menghabiskan makanan mereka.
Ini menyakitkan untuk mereka, di mana mereka melihat sang ayah yang menyuapi Elsa. Sedangkan tadi, saat mereka akan duduk di sebelah Nael, Nael malah langsung pindah dan langsung menyuapi Elsa, tentu saja itu semakin menambah rasa sakit yang Laura dan Naura rasakan. Mereka ingin merasakan pehatian Nael, sebagaimana Nael memperhatikan Elsa.
Greey menggeleng saat melihat Nael dan tingkah Nael yang lebih dekat dengan Elsa, kemudian ia mengelus rambut dan Laura dan secara bergantian. Ia mengerti, apa yang dirasakan oleh kedua cucunya.
“Apakah kalian ingin di suapi?” tanya Greey. Laura dan Naura kompak menggeleng. “Tidak, Kek. Kami akan makan sendiri saja,” jawab Laura dan Nael secara bergantian, membuat Nael menoleh kemudian tersenyum sinis.
Nael benar-benar benci kedua Putri kembarnya. Bahkan, sebenarnya ia hanya berpura-pura baik pada Elsa, karena ia ingin memanas-manasi Laura dan Naura. Ia selalu puas, ketika melihat kedua putrinya menunduk.
Ia ingin menunjukkan pada putrinya bahwa mereka tidak penting. Itu sebabnya, iaselalu berpura-pura baik kepada keponakannya. Padahal Ia juga tidak menyukai keponakannya karena menurutnya, keponakan yang begitu berisik.
Makan malam selesai, kini, semua berkumpul di ruangan keluarga. Laura dan Naura sedari tadi sudah gelisah, Mereka ingin pulang, karena tak sanggup melihat sang ayah yang sedang menggambar bersama Elsa.
“Laura, ayo telepon Mommy, kita pulang saja, aku tidak mau di sini,” kata Naura. Laura tampak berpikir, kemudian ia mengangguk.
“Ayo kita cari kakek, kita minta kakek menelepon Mommy.” Naura pun turun, disusul Laura yang juga ikut turun.
“Naura ... Laura kalian mau kemana?” tanya Aurora. Nael yang sedang menggambar bersama keponakannya menoleh.
“Kamu ingin mencari Kakek, dan meminta kakek menelepon Mommy agar Mommy menjemput kami,” kata Laura. Seketika Grisella menoleh ke arah kedua cucunya lalu menghampiri Laura dan Naura.
“Sudah Mommy, biarkan saja mereka pulang,” kata Nael tiba-tiba.
“Nael!” bentak Aurora. Sedangkan Nael hanya berdecih pelan. Dada kedua gadis kecil itu benar-benar terasa nyeri saat mendengar ucapan Nael, mata kedua anak itu sudah membasah. Laura mengeratkan genggamannya pada adik, mereka berdua saling menguatkan.
•••
Gabby mencoba memejamkan matanya. Tapi tak bisa, ia merasa gelisah dan mengingat kedua putrinya yang ada di kediaman Greey. Entah kenapa, dia merasa kedua putrinya sedang tidak baik-baik saja di sana.
Lamunan Gabby buyar, kala mendengar suara ponsel miliknya. Ia pun segera mengangkatnya ternyata Grisella yang menelponnya.
“Baik, nyonya. Aku akan menjemput Laura dan Naura sekarang,” kata Gabby. Saat Grisela meneleponnya dan meminta untuk menjemput Laura dan Naura. Karena Laura dan Naura tidak mau diantar oleh supir.
Gabby bangkit dari tidurnya, kemudian ia langsung mengambil mantel. Lalu setelah itu, ia keluar dari kamarnya. Perasaan Gaby begitu hancur, ia bisa membayangkan apa yang terjadi di sana hingga Laura dan Naura meminta pulang. Padahal, biasanya tidak begini.
Biasanya, mereka akan menginap paling sebentar dua hari, dan ia yakin ada hal yang menyakitkan yang terjadi di rumah Greey.
Scroll gengs aku up 3 bab