Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Aku Terima Tantanganmu, Nona.


“Leticia!” panggil seseorang dari belakang, Leticia yang baru saja keluar dari butik menoleh. Ia memejamkan matanya kala melihat siapa yang memanggilnya, siapa lagi kalau bukan Jordan.


Rupanya, Jordan sengaja datang ke sana untuk membelikan Leticia perhiasan, karena Leticia akan berulang tahun seminggu lagi. berharap kali ini hubungannya dan hubungan Leticia membaik dan Ia tidak menyangka ia akan bertemu Leticia di sini.


Saat melihat Jordan, Leticia memejamkan matanya menahan geram. Entah kenapa, sekarang-sekarang ia justru sering bertemu dengan Jordan. Padahal setelah Jordan dan Ayana menikah, mereka hanya dua kali bertemu itu pun secara tidak sengaja tapi sekarang ....


Setiap melihat Jordan, rasa sakit itu kembali terasa , hingga ia bergitu muak. Leticia kembali berbalik dan pergi.


“Leticia!” panggil Jordan lagi.


“Ada apa?” tanya Leticia dengan dingin.


“Aku ingin berbicara denganmu!” kata Jordan, membuat Leticia berdecak kesal.


“Ekhemm!” Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang, membuat Leticia dan Jordan menoleh. Rasa pedih menjalar dalam diri Jordan ketika menyadari bahwa Leticia pergi bersama lelaki lain.


“Leticia ayo kita bicara!” Jordan masih kekeh dengan keinginannya.


“Tidak ada yang perlu bicarakan lagi. Kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing. Besok, kami akan menikah. Lihat, kami baru saja membeli cincin pernikahan kami dan aku rasa, aku tidak butuh untuk menjelaskan apapun padamu. Aku akan mengirimkan undangan pemberkatanku di gereja padamu nanti. Ayo sayang!” ajak Leticia pada Miko, ia menggandeng tangan Miko untuk berjalan ke arah mobil.


Leticia mengucapkan kata sayang dengan ragu, ia terpaksa melakukan ini karena tidak ingin ada kaitannya lagi dengan Jordan. Entah kenapa, ia merasa Jordan terus mendekatinya, itu sebabnya ia terpaksa berbicara seperti itu pada Jordan.


Miko hanya bisa terdiam, tersadar ketika Leticia menarik tangannya. Miko membukakan pintu depan untuk Leticia dan setelah itu, ia memutar mobilnya dan masuk ke dalam mobil.


“Paman, lupakan apa yang barusan aku katakan, aku hanya tidak ingin ada urusannya lagi dengannya!” kata Leticia saat mobil sudah berjalan.


“Ucapan anda yang mana, bukankah apa yang anda ucapkan benar, bahwa kita akan segera menikah.”


“ Tapi bukankah itu semua adalah benar, kita memang akan menikah?” tanya Miko, ekspresinya tampak datar.


“Paman Miko!” kali ini Leticia membentak Miko, karena ia begitu kesal dengan lelaki yang ada di sampingnya ini. Bagaimana mungkin, Miko menjadikan pernikahan sebuah mainan.


Saat Leticia membentaknya, Miko menoleh kemudian ia tertawa lepas, Ia merasa lucu saat melihat wajah Leticia yang kesal, dan itu sukses membuat Leticia tertegun.


Untuk pertama kalinya, selama Leticia hidup, ia melihat Miko tertawa seperti ini. Namun, tak lama, Miko tersadar hingga secepat kilat ia menormalkan ekspresinya.


“Nona, jika ayah anda tidak membatalkan perintah ini. Saya tidak akan bisa mundur. Maka percuma jika anda menolaknya!” kata Miko membuat Leticia benar-benar dilanda frustasi yang hebat. Hingga ia mengacak rambutnya sendiri, membuat Miko menahan tawa.


“Paman, mana mungkin aku mau menikah dengan robot sepertimu. Aku menikah, ingin mempunyai anak dan ingin menjalani pernikahan layaknya orang normal. Lalu bagaimana jika aku menikah dengan robot sepertimu!” kata Leticia, denan berapi-api karena rasa kesalnya semakin menjadi-jadi.


“Lalu bagaimana jika saya berubah menjadi apa yang anda inginkan?” tiba-tiba Leticia terdiam saat suara Miko memberat, bahkan sekarang, Miko menatapnya dengan raut wajah yang cemberut.


“Bu-buktikan saja kalau bisa dan ....” Leticia membulatkan matanya saat tak sengaja menjawab ucapan Miko, ia terlalu gugup saat Miko menatapnya. Padahal, tidak berniat menjawab ucapan Miko.


“Anda menantang saya, Nona. Mari kita menikah sekarang, dan saya akan membuktikannya.” Secepat kilat, Miko langsung memutar balikkan kendaraannya, membuat Leticia menjerit.


“Matilah aku!”


Kalau bapack-bapack lagi kasmaran bawaan sat set sat set jederrr 🤣🤣.


Up lagi kalau udah 500 komen.