
Gengs di bawah ada spoiler kisah Naura, tenang sampai tamat di noveltoon pokonya ceritanya Naura di rebutin dua mafia yang super kuat
Laura menggenggam tangan Andre, sejuta sesal ia rasakan di dalam hatinya, melihat Andre terbaring. Rasa kesal, amarah hilang begitu saja. Dulu, saat Andre mengalami operasi jantung, ia merasa takut bukan main dan ketakutannya mencapai level tertinggi saat ia melihat Andre masuk ke dalam operasi.
Dan sekarang, ketika anda merasakan sakit lagi jantungnya Laura benar-benar kembali ke titik rasa takutnya, dia takut terjadi apa-apa dengan suaminya.
Andre yang sedang mengintip tersenyum saat melihat Laura yang terlihat cemas. “Aku rindu sekali denganmu yang seperti ini. Aku tidak apa-apa seandainya aku mengalami sakit lagi. Asal kau tetap perhatian kepadaku.” Andre membatin dalam hati, senyumnya berubah menjadi rasa ingin menangis, ketika ia mengingat betapa buruknya Ia di masa lalu. Padahal Laura selalu mengingatkannya tentang kesehatannya.
Andre membuka matanya, hingga Laura yang sedang melamun langsung menoleh. “Baby!” panggil Andre, hingga Laura tersadar.
“Dad, kau sudah bangun? kau lapar apa kau haus?” tanya Laura bertubi-tubi, membuat Andre ingin sekali tersenyum. Namun sebisa mungkin ia menahannya.
“Tidak, aku tidak ingin apapun. Kau sudah lama menungguku, pulanglah istirahat. Aku tidak apa-apa di sini sendiri,” jawab Andre..Laura menggeleng.
“Tiidak, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak mau kemana-mana.” Mendengar ucapan Laura, seperti ada pedang yang menghunus jantung Andre, antara rindu dan bahagia. Ia rindu saat Laura perhatian seperti ini padanya, ia berjanji pada dirinya sendiri ia tidak akan pernah lagi membuat Laura kesakitan, ia tidak akan pernah lagi membuat Laura merasa sendiri .
“Dad kau Kenapa?” Laura terperanjat saat Andre mengeluarkan air mata. “Apa jantungmu sakit, apa ada yang terasa?” tanya Laura lagi, ia langsung bangkit untuk memanggil dokter. Namun, Andre menarik tangannya.
“Tidak baby, aku tidak apa-apa,” jawab Andre yang menghapus air matanya lalu kau kenapa?”
“Aku rindu saat kau seperti ini.” Pada akhirnya Andre jujur dengan apa yang dia rasakan, membuat Laura terdiam .
“Aku tidak apa-apa harus mengalami sakit lagi. Aku tidak apa-apa jantungku kembali kambuh, asal kau tetap ... aaaaa” tTba-tiba Andre berteriak di akhir kalimatnya saat Laura memukul mulutnya.
“Diam kau bodoh!” ucap Laura, ia bahkan mengutuk suaminya. Anehnya Laura mengatakan itu malah sambil menangis. Rupanya mendengar ucapan Andre barusan, benar-benar membuat Laura ketakutan. Saat Laura menangis Andre tertawa Laura sudah kembali seperti dulu.
“Kau manis sekali Jika seperti ini!”
“ Tutup mulutmu!” kata Laura. “Tunggu, apa kau berpura-pura sakit, dari wajahmu sepertinya kau terlihat baik-baik saja,” tebak Laura, Andre menggeleng.
“Tidak, aku tidak baik-baik saja. Jantungku sangat sakit sekarang!" Mata Laura membulat mendengar ucapan Andre, lagi-lagi dia percaya dengan kebohongan suaminya.
“Tunggu sebentar. Aku akan memanggil dokter!” sebelum Andre melarang Laura, Laura sudah terlebih dahulu bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung berlari membuat Andre menggeleng
sementara di sisi lain
”Naura kau yakin akan menikah?” tanya Nael pada Naura.
“Hmm, apa Daddy tidak menyukai Nauder? bukankah Daddy cukup akrab dengannya” jawab Naura.
“Hmm, Daddy tidak ada masalah dengan Nauder, kau menikah hanya karena Laura sering cemburu atau karena keinginanmu sendiri?” Nael tidak ingin Naura mengambil keputusan yang gegabah.
”Kenapa juga harus memikirkan Laura, Ini hidupku, jika dia cemburu apa urusannya denganku,” jawab Naura, melihat kesungguhan Naura Nael pun mengangguk menyetujui ucapan putrinya.
“Sekarang Kau mau ke mana?” tanya Nael, ketika Naura bangkit.
“Andre di rumah sakit. Aku harus menjenguknya dan aku harus mengatakan pada Laura bahwa aku akan menikah agar dia tidak terus curiga padaku,” balasnya, karena memang Naura berencana menikah bukan karena Laura, iya benar-benar ingin menikah dengan Nauder kekasihnya.
Dan di sinilah Naura berada, ia berada di depan ruangan Andre, ia menghela nafas kemudian menghembuskannya. Sejujurnya ia begitu malas bertemu Andre dan Laura, karena pasti Laura akan menatapnya berbeda
“Kau ingin sesuatu lagi Dad?” tanya Laura saat ia baru saja menyuapi Andre.
“Hmm, aku masih lapar.” Laura mengerutkan keningnya karena ini sudah tiga jenis makanan yang Andre makan. Tapi Andre masih juga belum kenyang. Sebenarnya dari tadi Laura ragu Andre sakit. Karena wajah Andre tampak seperti baik-baik saja. Ia tidak melihat Aura wajah orang sakit di wajah Andre. Tapi mana mungkin Andre berbohong, sedangkan dokternya saja mengatakan bahwa Andre butuh pemulihan di jantungnya.
Tak lama, pintu terbuka muncul sosok Naura. Saat Naura masuk ke dalam ruangan, Andre langsung mengambil bantal. lalu menutupi wajahnya dengan bantal.
“Kau kemari sendiri?” tanya Laura pada Naura
.Naura mengangguk.
“Hmm, aku kemari hanya sendiri. Aku ingin mengatakan padamu. Bahwa Sebulan lagi aku akan menikah.”
“Menikah?” ulang Laura. “Kau akan menikah dengan nauder?" tanyanya lagi.
”Kau pikir aku punya kekasih berapa,” jawabnya. Naura menggeleng saat melihat wajah Laura yang tampak lega. Ia mengerti perasaan Laura, walaupun kakaknya ini menyebalkan karena selalu cemburu padanya. Tapi jika ia dalam posisi Laura pun ia akan melakukan hal yang sama.
Naura menatap Andre, dia bingung dengan apa yang dilakukan kakak iparnya, karena kakak iparnya menutup wajahnya dengan bantal.
“Andre kau baik-baik saja?” tanya Naura hingga Laura menoleh ke belakang.
“Ya sudah aku pulang,” jawab Naura. Naura bangkit duduknya, kemudian ia keluar dari ruangan. Saat ia keluar dari ruang rawat Andre, Naura merogoh saku,.kemudian mengambil ponselnya, ia ingin menelpon Nauder karena Nauder mengatakan akan menjemputnya.
Saat ia akan menelpon, tiba-tiba ponselnya terjatuh. Seseorang tanpa sengaja menabraknya.
“Maaf ... maaf,” kata lelaki yang menabrak Laura, Ia pun langsung mengambil ponsel Naura yang jatuh ke lantai.
“Tidak apa-ap ...." Naura menghentikan ucapannya saat melihat siapa yang nabraknya Rupanya dia adalah Alfaro. Saat melihat Alfaro, Naura tampak terdiam, ia mundur satu langkah.
“Ini ponselmu," jawab Naura.
“Terima kasih!" Naura pun mengambil ponsel itu kemudian ia berbalik. Hingga Alfaro pun terus menatap punggung Laura.
“ Kau boleh saja menikah dengan siapapun. Tapi pada akhirnya kau akan tetap menjadi milikku,” ucap Alfaro, lelaki yang sangat terobsesi dengan Naura, Alfaro juga musuh dari Nauder yang tak lain calon suami Naura, yang sama-sama berkecimpung dalam dunia mafia.
“Daddy bisa-bisanya kau mengatakan seperti itu!” omel Laura saat Naura sudah meninggalkan ruangan.
“Pokoknya mulai sekarang, aku tidak akan lagi melihat mata Naura, Aku hanya akan melihatmu," balas Andre lagi, membuat Laura berdecih namun wajahnya memerah.
satu minggu kemudian
Ini sudah satu minggu berlalu semenjak Andre dirawat dan setelah satu minggu dirawat akhirnya Andre diizinkan pulang. Sekarang, Laura sudah membereskan semua benda-benda yang mereka gunakan ketika berada di rumah sakit.
Andre yang sedang duduk dan baru saja memakai jaketnya hanya memperhatikan Laura yang sibuk berjalan ke sana kemari. Satu minggu ini, Andre enar-benar menikmati momen bersama Laura. Laura benar-benar kembali menjadi Laura yang dulu, ia tidak tahu apakah setelah sampai di rumah, Laura akan berubah lagi atau tidak.
Andre bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung menghampiri istrinya. Lalu memeluk Laura dari belakang, membuat Laura terpekik.
“Daddy kau mengagetkanku," ucap Laura.
“Baby!” panggil Andre lagi, ia mencium pipi Laura dari samping. “Baby, apa saat nanti kita pulang kau akan berubah lagi?” tanya Andre, Laura menggigit bibirnya, selama satu minggu ini rasanya ia sudah melupakan rasa kesalnya. Ternyata selama satu minggu ada di rumah sakit, menyadarkan Laura sesuatu. Rasa cintanya pada Andre jauh lebih besar daripada rasa kecewanya.
Membayangkan Andre sakit seperti kemarin rasanya membuat Laura hampir gila, dia tidak mau terjadi apa-apa dengan suaminya. Laura melepaskan pelukan Andre, kemudian berbalik hingga kini mereka berhadap-hadapan.
“Itu tergantung sikapmu, jika kau masih menyebalkan.Aku tidak akan lagi peduli padamu.” kata Laura. Andre memeluk Laura. “Aku berjanji, aku tidak akan menyakitimu lagi. Semuanya akan aku serahkan padamu.”
•••
Satu bulan Kemudian.
Ini sudah satu bulan berlalu semenjak Andre keluar dari rumah sakit, dan akhirnya sekarang Andre memutuskan untuk pergi ke kantor,.karena pekerjaannya sudah menumpuk.
“Daddy, jika kau terus begini. Kapan aku akan bersiap!” gerutu Laura saat Andre terus memeluknya.
“Baby, Kau janji hari ini kau harus mengirim pesan mengingatkanku makan dan harus mengingatkanku meminum vitamin,” ucap Andre. Selama 1 bulan Ia di rumah, Laura tidak berubah dan tetap perhatian padanya. Bahkan, Andre bisa merasa Laura seperti dulu. Tapi Laura masih tetap tidak mau menyentuh ponselnya, sekalipun Andre menyuruhnya. Laura juga tidak mau membuka laptop Andre.Tapi walaupun begitu Andre merasa bersyukur, setidaknya sikap Laura tidak sedingin dulu.
“Tidak mau, aku tidak akan mengirim pesan padamu.”
“Oh ya lah baby. Aku Bisa mati berdiri jika aku tidak mendapat pesan darimu,” ucapnya, membuat Laura tertawa
“Aku akan mengingatkanmu.” jawabnya. “ Ya sudah sekarang keluar, aku harus bersiap!” titah Laura, bukannya menuruti ucapan Laura. Andre malah mencium pipi Laura dengan gemas. hingga Laura menggeleng. Lalu setelah itu, Andre pun keluar.
Waktu menunjukkan pukul 12.00 siang. Sedari setengah jam yang lalu, Andre terus melihat ponselnya. Tapi tidak ada satu pesan pun dari Laura, ia berharap Laura mengirimnya pesan sekedar mengingatkan makan siang ataupun mengingatkan meminum vitamin..Tapi anehnya Laura sama sekali tidak mengirimnya pesan. Bahkan Ini sudah memasuki jam istirahat.
Akhirnya Andre tidak tahan lagi ,Ia pun langsung mengirim pesan pada Laura. “Baby bukankah sudah janji akan mengirim pesan padaku?” tanya Andre.
Laura tertawa di seberang sana melihat pesan suaminya.
[ Jangan lupa minum vitaminmu] balas Laura.
[Sudah itu saja] balas Andre lagi.
“Hmm, itu saja] balas Laura.
[ Lihat jantungku sakit lagi ketika kau tidak menyuruhku makan siang] tulis Andre sambil mengirim foto yang memegang jantungnya sendiri. Membuat Laura kembali tertawa.
Tapi tawa Laura berubah, ia tampak termenung, ia tampak tidak kesal lagi pada Andre. Apakah ia sudah memaafkan suaminya?