
Saat pertama kali menyuapkan makanan ke mulutnya kuah pedas itu begitu membakar lidah Ayana, dan ketika melewati tenggorokannya tenggorokannya langsung terbakar. Tidak ada minum di depannya, dan ia tidak berani beranjak sedikitpun.
ia mengepalkan satu tangannya yang ada di samping tubuhnya, berusaha menguatkan dirinya, kemudian kembali memasukan mie kedalam mulutnya,. Sedangkan Raymond terus menatap Ayana, ia ingin tahu sampai di mana Ayana bertahan.
“Hentikan!” teriak Raymond, ketika wajah Ayana sudah memerah, bahkan bibir Ayana berwarna biru. bagaimana tidak, Ayana sudah menghabiskan setengah mangkok mie yang dipesan oleh Raymond.
Sedari tadi, ia mati-matian menahan untuk bangkit dari duduknya. Ia terus menguatkan dirinya agar terus memakan mie tersebut. Dan Raymond baru menghentikan Ayana ketika Ayana tampak kesakitan.
“Berhenti kubilang!” titah Raymond lagi saat Ayana tidak menggubrisnya.
“Tidak, Tuan. Aku masih bisa menghabiskannya," ucap Ayana, lagi-lagi memetik kekesalan di diri Raymond. Kenapa wanita di depannya ini begitu bodoh.
“Taruh kubilang!” bentak Raymond.
Bukannya menurut, Ayana malah semakin cepat menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, bahkan ia menyeruput kuah mi tersebut. Ayana berpikir, Raymond kesal, karena ia menghabiskan mie itu terlalu lama.
Tiba-tiba Raymond menendang meja, hingga mangkok yang berisi mie itu terjatuh ke bawah iya kesal karena Ayana tidak mengindahkan panggilannya.
“Tuan .... ” ucap Ayana dengan bibir bergetar, wajahnya sudah memerah, bibirnya membiru bahkan cenderung menghitam. Dan kali ini Raymond yang terpanjat kaget, saat melihat Ayana.
Ayana membuka Tumblr minum miliknya, kemudian ia langsung menenggaknya hingga air itu tandas. Saat air itu melewati kerongkongan, Ayana merasa tenggorokan malah semakin terbakar. Tiba-tiba, Ayana menjatuhkan Tumblr yang sedang ia pegang, dan sedetik kemudian Ayana langsung tidak sadarkan diri.
“Ayana!” pekik Raymond, ia menyusul Ayana ke dalam ruangannya, karena ia dilanda kepanikan dan ia langsung menepuk-nepuk pipi Ayana .
Secepat kilat, Ia pun langsung membopong tubuh Ayana dan membawa ayahnya ke rumah sakit.
“Bagaimana keadaan, Dok?" tanya Raymond ketika dokter keluar dari ruang rawat Ayana. Raymond terdiam mematung, saat mendengar pernyataan dokter, bahwa ayahnya menderita magh kronis, dan dia malah memberikan mie berlevel sangat pedas.
“Kalau begitu saya permisi!" ucap dokter, ia meninggalkan Raymond yang masih diam terpaku. Setelah dokter pergi, Raymond masuk ke dalam ruangan yang ditempati oleh Ayana, ia berjalan ke arah berangkar, kemudian berdiri di samping berakar Ayana dan menatap Ayana lekat-lekat.
Ada penyesalan di diri Raymond saat ia melihat Ayana sekarang, seandainya ia tadi tidak nekat memberi mie itu pada Ayana, tentu Ayana tidak akan seperti ini dan sialnya saat melihat Ayana sekarang, ia merasakan perasaan yang tak biasa.
Raymond menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian ia menghela nafas. Tanpa Raymond sadari, sebenarnya dia masih mempunyai perasaan pada Ayana. Hanya saja ia tertutup dendam di masa lalu.
Itu terbukti ketika ia tidak ingin Ayana diam saja ketika ditindas. Tapi sayangnya ia sendirilah yang malah menindas Ayana, dan dia hanya ingin Ayana protes dan berbicara padanya. Dan berdalil itu semua untuk membalas Ayana..
Tinggalin komen setiap bab ya