Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
7 tahun berlalu


Gengs Sebelum baca, mau kasih info kisah Naura sudah ada ya. sampai tamat di Noveltoon dengan jdul Terjebak dua Mafia. Mulai hari Senin aku akan up rutin setiap hari di sana. Tapi kalian jangan nabung bab biar jadi penyemangat. Begitupun dengan tatap aku lelakiku, yang belum mampir boleh mampir ya. di sana udh ada 50 bab, mulai Senin juga up rutin.


•••


“Tunggu, kenapa dia malah tidak membalas pesanku,” ucap Andre ketika dia mengirimi Laura pesan yang sedang memegang jantungnya.


“Haisssh, wanita ini benar-benar tidak bisa dimengerti. Ah, sudahlah!" Andre jadi kesal sendiri ketika Laura tidak mengirimnya pesan lagi. Padahal Ia sudah sangat rindu dengan pesan yang dikirimkan istrinya, Ia pun mengambil kotak bekal kemudian ia langsung memakannya.


Laura tersenyum saat melihat Andre, ia lebih memilih menyimpan ponselnya. Bukannya ia tidak ingin mengabulkan permintaan suaminya. Hanya saja begitu lucu, ketika membayangkan Andre marah-marah karena tidak mendapatkan pesan darinya.


Tak lama, ponsel Laura kembali berdering. Satu pesan masuk, siapa lagi kalau bukan suaminya. [Tadinya aku tidak akan makan jika kau tidak menyuruhku. Tapi ternyata, perutku lapar!” Lagi-lagi Laura tertawa saat melihat tingkah lucu Andre, Ia pun langsung membalasnya.


” Oke baguslah,” jawabnya. Setelah itu, Laura pun langsung kembali mengerjakan pekerjaannya.


•••


Jam kantor selesai, Laura merentangkan tangannya, ia langsung menutup laptop. Tiiba-tiba ia terperanjat saat melihat Siapa yang ada di depan pintu, ternyata Andre lah yang datang.


Andre sudah berada di depan pintu ruangan Laura setengah jam lalu, hanya saja Andre tidak bersuara dan Laura terlalu fokus hingga Laura tidak menyadari kehadiran suaminya.


“Dad, kau mengagetkanku!” pekik Laura, Andre menatap Laura dengan serius kemudian ia bersidekap lalu maju ke arah meja istrinya.


“Apa gunanya ponsel itu?” tanya Andre yang membuat Laura mengerutkan keningnya.


“Hah!” Laura tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Andre.


“Bukankah sudah kubilang, kau harus mengirim pesan, seharusnya kau menyuruhku makan dan kau harus mengingatkanku meminum vitamin. Tapi kenapa tidak kau lakukan itu!’ gerutu Andre.


Laura menutup mulut saat mendengar gerutuan suaminya, wajah Andre begitu lucu.


“Aku lupa," jawabnya. Laura bangkit dari duduknya, kemudian ia merangkul tangan Andre. “Jantungmu akan bermasalah lagi jika kau marah-marah,” jawab Laura. Andre yang tadinya berwajah serius langsung mengulum senyum saat melihat tingkah manis Laura, hingga Laura pun langsung membawa Andre duduk di sofa.


Laura menaikkan kakinya. Kemudian, ia berbaring di sofa dengan berbantalkan paha Andre dan Andre langsung mengelus rambut istrinya.


“Kau lelah?” tanya Andre.


Laura menggeleng. “Tidak, hanya saja pekerjaanku sedikit banyak hari ini,” jawabnya.


“Jika kau lelah, istirahat saja. Tidak perlu memaksakan untuk bekerja!” kata Andre lagi. Namun, Laura menggeleng


“Menjadi arsitek adalah keinginanku, kakekku dulu seorang arsitek dan sekarang aku memimpin perusahaan kakekku, dan tidak mungkin aku menyerah hanya karena lelah.” Andre mengangguk-angukan kepalanya.


“Bagaimana jika kita pergi ke mansion Mommy dan Daddy, sudah lama sekali kita tidak ke sana,” ajak Laura. Andre mengangguk.


“Seperti biasa, aku akan menunggu di mobil!” kata Andre.


“Kenapa?”


“Pasti ada Naura di sana, dan aku tidak mau ....” ucapan Andre terputus saat Laura bangkit dari berbaringnya, ia mengelus pipi Andre.


“Aku pasti kekanak-kanakan sekali kan?" tanya Laura membuat Andre mengerutkan keningnya.


“Maksudmu?”


“Aku minta maaf. Tidak seharusnya aku bersikap begitu padamu dan pada Naura.”


“Aku lebih senang kau bersikap begini, itu berarti kau mencintaiku.”


“Kau selalu berhasil memikatku dengan apapun yang kau lakukan!’ kata Andre.


•••


mobil yang dikendarai Andre berhenti di mansion keluarga Laura. Andre turun dari mobil, disusul Laura dan mereka pun berjalan masuk ke dalam sambil bergandengan tangan.


Saat Andre dan Laura masuk. Ternyata semua keluarga sedang berkumpul, mereka sedang mendiskusikan semua pernak-pernik yang akan ada di pesta pernikahan Naura.


“Tumben sekali kau tidak menunggu di mobil, biasanya kau akan menunggu di mobil jika kemari?” goda Naura saat Andre masuk ke dalam. Andre malah menarik tangan Laura kemudian mengecupnya di hadapan semua orang, membuat semua bersorak. Hingga Laura memalingkan tatapannya ke arah lain karena malu dengan tingkah suaminya.


•••


Waktu begitu cepat berlalu, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari Minggu demi Minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun.


Tidak terasa ini sudah 7 tahun berlalu, Bella sudah menginjak remaja begitupun Sean. Tidak banyak yang berubah selama 7 tahun ini, mereka tetap seperti biasa, menjalani hari-hari mereka dengan penuh kehangatan


Namun ada yang berbeda, Bella sudah memasuki pubertas, ia sudah memasuki umur 18 tahun. Dan Andre benar-benar pusing memikirkan anaknya.


Hingga ia menyuruh orang kepercayaannya untuk mengikuti Bella ke sana kemari, Karena sekarang pergaulan Bella sudah berubah, Bella sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan Andre tidak ingin kecolongan itu sebabnya ia nyuruh Niki yang tak lain orang kepercayaannya untuk mengawal Bella


Walaupun dia tahu sepertinya terjadi sesuatu antara Bella dan Nicky. Namun ia tidak ingin mencampuri urusan mereka terlalu jauh. Selama Nicky masih bisa menjaga Bella dan berlaku sopan pada putrinya. Andre rasa tidak perlu mengkhawatirkan apapun, karena saat ini, hanya Nicky yang Andre percaya untuk menjaga putrinya.


Waktu menunjukkan pukul 08.00 pagi, Bella turun dari lift kemudian ia bergabung bersama keluarganya di meja makan.


“Morning mom ... Dad,” sapa Bella Bella menarik kursi, kemudian ia menyimpan tasnya.


“Dad! panggil Bella.


“Hmm.”


“Bolehkah aku pergi malam ini, teman-temanku akan mengadakan pesta ulang tahun di bar!”


“Pergilah, Jangan pulang lebih dari jam 12.00 malam!” kata Andre. Walaupun Bella pergi ke tempat malam atau tempat hiburan. Tapi Andre tidak pernah khawatir karena Nicky menjaganya dengan baik


“Oh, ya. Aktifkan ponselmu, jangan mematikannya lagi," kata Laura, Bella mengangguk.


Akhirnya sarapan pun selesai, Bella langsung keluar membawa tasnya, saat keluar, ia menghentikan langkahnya saat Nicky ada di depan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuknya.


Hingga Bela pun langsung berjalan ke arah mobil ia bersidekap, lalu menatap Nicky. “Ada apa Nona?” tanya Nicky yang heran karena di tatap oleh Bella.


“Kau tidak salah menolakku, kenapa kau bisa menolak Gadis secantikku?" kata Bella membuat tawa Nicky hampir meledak, gadis remaja ini benar-benar aneh. Bagaimana tidak, kemarin malam Bella mengatakan bahwa Bella mencintai Nicky dan memaksa Nicky menerima cintanya Tapi tentu saja ini menolaknya.


Bagaimana mungkin dia berpacaran dengan anak majikannya, sementara dia pun sudah mempunyai tunangan.


“Nona ....”


“Ia-ia Cukup. Aku tidak mau mendengarkan lagi ucapanmu Kau pasti akan mengatakan hal semalam, kau belum tau saja bagaimana tunanganmu.” di akhir kalimatnya, Bella sedikitpun mengecilkan suaranya agar Nicky tidak mendengat tentang ia yang berbicara soal tunangan Nicky.


•••


Laura berjalan ke sana kemari, ia sedang berada di mall seorang diri untuk mencari kado untuk suaminya. Ia sengaja pergi tanpa memberitahu Andre karena ia ingin memberi kejutan. Saat ia akan masuk ke salah satu toko yang berisi sepatu.


Tiba-tiba perhatian Laura tertuju pada cafe yang ada di seberangnya, ia mengerutkan keningnya saat melihat Naura yang sedang berbicara serius. Sepertinya bukan dengan nauder tapi dengan seseorang


Laura pun langsung berjalan ke arah cafe tersebut, kemudian setelah masuk ia menghampiri Naura. Namun alangkah terkejutnya Laura saat mendengar percakapan Naura dengan seseorang yang tak lain adalah ....