
“Kau kenapa?” tanya Arsen ketika Nael masuk ke dalam apartemen. Nael membanting tubuhnya di sofa, ia mengadakan kepalanya kebelakang. Matanya menerawang seraya menahan tangis.m
“Kau kenapa?” tanya Arsen lagi, ia menuangkan air bir ke gelas lalu menyodorkannya pada Nael. “Aku rasa putriku benar-benar tak bisa memaafkanku,” kata Nael,
Arsen mengangguk-anggukan kepalanya, “itu salahmu sendiri, kenapa di masa lalu kau jahat sekali,” kata arsen sambil tertawa membuat mata Nael membulat, seketika ia langsung melempar bantal sofa pada Arsen.
“Lalu, aku harus bagaimana. Gabby pun tidak mau membantuku?” tanya Nael.
Arsen tampak berpikir. “Culik saja kedua Putri mu kembalikan pada ibunya setelah putrimu luluh. Aku yakin, itu adalah cara paling ampuh,” jawab Arsen. “Kau bisa meminta pengasuh mereka bukan untuk membantumu dan kau
tinggal mengirim pesan pada Gabby.”
Seketika wajah Nael yang sudah memucat kembali berbinar “Kau cerdas sekali,” ucap Nael. Tiba-tiba, Nael terpikirkan sesuatu. “Arsen aku tadi melihat kekasihmu ada di rumah Gabby."
“Kekasih?” memangnya siapa kekasihku?"
“Giseel, mantan adik iparmu!” jawab Nael. Mendengar nama Gisel, dada Arsen berdenyut nyeri. Walau bagaimanapun, ia sudah bertekad untuk menjauhi Gisel. Bahkan ia berencana untuk berpura-pura menikahi wanita lain
“Dia bukan kekasihku, Kenapa juga kau harus membahasnya,” kata Arsen. Membuat Nael berdecih. “Tapi wajahmu mengatakan yang sebenarnya. Terus saja mengelak, kau akan menderita seorang diri saat Gisel bersama lelaki lain.”
Nael bangkit dari duduknya, kemudian ia langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Ia harus memikirkan rencana baru
Tiga hari kemudian
[Gabby, aku minta maaf jika aku lancang. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Sementara aku akan membawa laura Naura pergi untuk mengambil hati mereka, aku berjanji akan berusaha lebih keras untuk menaklukkan Laura dan Naura dan setelah aku berhasil mendapatkan hati Laura dan Naura aku akan mengtarkan anak-anak kita padamu, aku akan mengirimkan lokasiku padamu nangi]
Mata Gabby membulat saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Nael. Bagaimana mungkin dia menculik Lauda dan Naura. saat akan menelpon Nael, satu pesan masuk kedalam ponselnya. [Jangan khawatir, aku akan menelponmu setiap malam dan aku akan selalu mengirimkan foto Laura dan Naura setiap saat] tulisnya Nael lagi dalam pesannya.
tiba-tiba pintu ruangan Gabby terbuka, sosok Stella masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang panik.
“Stella, bagaimana mungkin....”
”Nona aku minta maaf, aku telat menjemput Laura dan Naura dan pihak sekolahan mengatakan bahwa Laura dan Naura pergi bersama ayah mereka. Dan aku bingung siapa yang di maksud oleh guru. Sedangkan tuan. Nael ..." Stella berucap dengan panik, tentu saja dia berbohong, karena faktanya Nael yang meminta Stella untuk membantunya.
Stela cukup terkejut dengan kehadiran Nael. Namun setelah mendengar alasan Nael, dengan hati yang bimbang Stella pun memutuskan untuk membantu Nael.
“Kenapa kau bisa ....” Gabby menghentikan ucapannya, setelah Stella menunduk membuat Gabby menghela nafas.
Gaby bangkit dari duduknya kemudian ia menepuk pundak Stella. “Tidak apa-apa, mereka aman bersama ayah mereka,” jawab Gabby. Pada akhirnya ia lebih memilih mentolelir Stella.
“No-nona maksudmu ayah-ayah mereka? ” Stella berpura-pura terkejut dengan yang di ucapkan oleh Gabby.
Ga komen besokk libur seminggu hahaha