Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Cinta Sejati Yang Berpulang


“Dad, bagaimana jika detik ini, detik terakhir aku menemanimu. Bagaimana jika detik ini, detik terakhir aku bisa melihatmu,” ucap Sima. Saat ini, Simma dan Stuard, sedang berbaring berhadap-harapan. Nafas Simma sudah melemah, pandangan matanya pun sudah mengabur.


Stuard menggenggam tangan Simma, kemudian mengecupnya. “Dan, aku yakin, setelah kau memejamkan matamu, mataku juga akan terpejam!” kata Stuart, ia mencium tangan istrinya dengan penuh perasaan.


“Terima kasih, kau telah mencintaiku, mencintai anak-anak kita, menjadi ayah yang terbaik untuk mereka dan menjadi suami yang baik untukku.” Setelah mengatakan itu, Simma berusaha mengangkat kepalanya,.kemudian ia mencium bibir Stuard sekilas. Lalu, ia kembali merebahkan kepalanya di bantal.


“Dad,” Simma memanggil Stuard dengan nada melemah, Sedangkan tangis Stuard, sudah luruh saat melihat wajah istrinya yang tampak sayu.


“Dad!” panggil Simma lagi. Sedetik kemudian,, Simma memejamkan matanya.


“Sayang!” Stuard berteriak memanggil-manggil nama Simma. Ia langsung mengecek nadi Shima, kemudian ia langsung mengecek pernafasan istrinya, dan ternyata istrinya sudah meninggal.


Mengetahui kenyataan yang istrinya meninggal, Stuard menangis tergugu. Ia memeluk tubuh istrinya, dan menangis sekencang-kencangnya.


Tiba-tiba, nafas Stuard tersendat-sendat, jantungnya berdetak sangat kencang, perlahan pegangan tangan Stuart pada Sima mulai mengendur, dan tubuh Stuard pun ikut terkulai dan beberapa detik kemudian, ia memejamkan matanya dan ternyata, ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Inilah yang dinamakan cinta sejati, cinta sehidup semati, Stuard meninggal hanya beberapa detik setelah Sima meninggal. Perjalanan cinta mereka begitu panjang, saling melengkapi satu sama lain, Stuard selalu berdoa pada Tuhan, agar ia bisa sehidup semati bersama istrinya dan ternyata, Tuhan mengabulkan doanya. Kini, setelah Shima menghembuskan nafas terakhirnya, dia pun juga ikut menyusul istrinya.


Saat itu, tidak ada yang tahu jika Simaa dan Stuard sudah meninggal, dan beberapa jam kemudian, keadaan Stuart dan Simma yang telah meninggal, diketahui oleh kepala pelayan mereka.


Kepala pelayan yang bekerja di mansion mereka mencoba mengetuk pintu untuk memberitahukan pada stuard, bahwa ada tamu namun tak ada jawaban. Hingga akhirnya, semua panik dan kepala pelayan langsung menelepon Gabriel. Hingga Gabriel langsung datang dan langsung memasuki kamar kedua orang tuanya.


“Mommy ... Daddy!” Gabriel langsung merangkul Ibu sang ibu, lalu langsung menepuk-nepuk pipi Sima dan Stuard secara bergantian. Ia mengecek nadi kedua orang tuanya dan langsung erteriak sekencang-kencangnya saat tahu orang tuanya telah tiada.


Semua para pelayan berkumpul, mereka menunduk saat mendengar suara Gabriel yang teriak dengan keras, karena mereka tau majikan mereka telah meninggal.


Dengan tangan gemetar, Gabriel langsung merogoh saku, kemudian mengambil ponsel Menelpon Gabby dan Gisel, mengabarkan kedua orang tua mereka telah berpulang, pada yang kuasa.


Setelah menelepon Gabby dan Gisel, Gabriel berdiri dekat ranjang. Ia menatap kedua orang tuanya yang sedang terbaring dengan tangis yang berlinang. Rasanya, ia tak sanggup untuk menyentuh kedua orang tuanya. Sehingga ia hanya bisa menatap kedua orang tuanya yang sudah tiada dengan berlinang air mata.


“Mommy ... Daddy,” pada akhirnya tubuh Gabriel luruh ke bawah, ia kembali menangis sekencang-kencangnya. Setelah itu, terdengar suara orang berlari, membuat Gabriel langsung menoleh, ternyata Gabby yang masuk kedalam kamar.


“Mommy ... Daddy!” teriak Gabby dengan histeris. Sama seperti Gabriel, Gabby pun berteriak histeris. Ia langsung berlari ke arah ranjang, lalu ia menggoyang-goyangkan tubuh Simma dan kedua orang tuanya.


“Mommy ... Daddy, Bangun!” teriak Gabby dengan, dengan menangis histeris. Gabriel yang sedang berada di lantai bangkit, kemudian ia memeluk tubuh Gabby.


“Gabriel, Mommy dan Daddy bercanda kan, Mommy dan Daddy hanya berpura-para tertidur kan!” Gabby berbicara dengan berlinang air mata. Gabriel bangunkan mereka kumohon bangunkan mereka. Katakan pada mereka jangan bercanda !” Gabby kembali berteriak seraya memukul-mukul dada Gabriel.


Gila bab ini pecah, yang udah ngikutin kisah Simma sama Stuard muda pasti sedih banget karena mereka udah enggak ada.


Komen yang baik-baik, ya. biar update setiap hari. Note, kematian Simma sama Stuard ini buat jembatan Gabby pergi ya ke Jepang dan ....