Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menikah


keesokan harinya


Gisel terus menggenggam tangan Arsen sedari dari tadi, ia rerus menunduk, bahkan tidak berani untuk menatap wajah Arsen, begitupun Arsen yang berpura-pura tenang, padahal ia merasakan kegugupan yang luar biasa hebat dan ketakutan yang sangat menjadi-jadi.


Saat ini Arsen sudah terbaring di berangkar dan Arsen akan menjalani operasi nanti malam, bukan hanya Gisel yang menunggu di rumah sakit, Gabriel Gaby dan Nael pun juga menunggu di rumah sakit, mereka kompak menemani Arsen, dan itu membuat Arsen merasa bersyukur, ia merasakan mempunyai keluarga kembali dan ia benar-benar merasa bahwa kali ini ia tidak sendiri.


“Aku yang dioperasi kenapa kau yang gugup!” tanya Arsen yang berusaha menenangkan Gisel. Gisel mengangkat kepalanya, kemudian melihat wajah Arsen yang tampak memutih.


“Bisakah kau menggeser tubuhmu?" tanya Gisel. Arsen pun menggangguk. Dengan pelan, ia menggeser tubuhnya. Setelah itu, Gisel naik ke berangkar, kemudian membaringkan diri di sebelah Arsen. Lalu, ia memeluk pinggang Arsen.


“Kau ingat, awal kita berdua bertemu?” tanya Gisel, Arsen terkekeh. Ia ingat betul, bagaimana ia bertemu dengan Gisel saat berpacaran dengan Gaby. Saat itu, umur Gisel baru 10 tahun, dan sekarang gadis 10 tahun, itu menjadi kekasihnya.


“Jangan bahas masa lalu, aku jadi malu!" kata Arsen, Gisel menegakkan kepalanya, kemudian ia menangkup pipi arsen.


“Aku mencintaimu!” ucap Gisel, Arsen menunduk. “Aku lebih mencintaimu!” kata Arsen, kedua insan itu benar-benar dilanda ketakutan yang luar biasa, mereka takut ada hal yang terjadi saat operasi sedang berlangsung.


tiga bulan kemudian


Arsen berdiri dengan harap-harap cemas, degupan jantungnya kian terasa, saat mendengar suara derap langkah. Arsen menoleh, kemudian ia berbalik di mana Gabriel dan Gisel sedang berjalan ke arahnya. Ya, saat ini mereka akan melakukan pemberkatan di gereja.


3 bulan lalu arsen berhasil diselamatkan oleh dokter, operasi arsen berjalan lancar dan sekarang setelah 3 bulan berlalu, akhirnya hari yang dinanti-nanti itu, tiba di mana Arsen akan menikahi Gisel.


“Aku berjanji!” Arsen dan Gisel pun berbalik, Kemudian mereka pun berjalan ke arah altar dan pada akhirnya Gisel dan Arsen pun resmi menjadi suami istri.


“Kau kenapa, Dad?” tanya Gaby saat melihat Nael tampak melamun


“Bukankah ini situasi yang aneh?” tanya Nael. Membuat Gabby mengerutkan keningnya. Dulu, Arsen suamimu, Arsen berselingkuh dengan Kristin dan kau berselingkuh denganku. Lalu, sekarang aku menjadi suamimu dan sekarang Arsen menjadi adik ipar kita?”


Gabby menggeleng saat mendengar suaminya menganalisa, “Kau berisik sekali,Dad," jawab Gaby.


••••


waktu menunjukkan pukul 08.00 malam.


Giseel dan Arsen sama-sama duduk di ranjang dengan posisi bersebelahan, jujur saja mereka merasakan kecanggungan yang luar biasa hebat, dan mereka tidak tahu harus melakukan apa.


Sebenarnya, Arsen ingin memulai apa yang seharusnya ia mulai. Tapi jujur saja, ia masih takut Gisel jijik kepadanya, apalagi jika mengingat masa lalunya bersama Kristine. Ia juga masih merasa minder jika harus menyentuh Gisel, begitupun Gisel. Rasanya ini begitu aneh, apalagi Arsen sama sekali tidak bereaksi dan tidak inisiatif untuk menyentuhnya, mana mungkin dia harus meminta haknya terlebih dahulu.


Scroll gengs