
“Gabriel apa penerbangan kita tidak bisa dipercepat?” tanya Gabby saat mereka sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.
Ini sudah dua hari berlalu semenjak Mereka keluar dari rumah sakit, mereka sengaja tidak pergi ke apartemen yang selama ini Gabby tempati dan lebih memilih untuk menginap di hotel, karena mereka tidak ingin Nael mengikuti jejak mereka.
Gabriel yang sedang menyuapi Laura dan Naura menoleh. “Semua anak buahku belum selesai mengurus di sana. Jadi kita akan ke Polandia tiga hari lagi,” jawab Gabriel.
Negara Polandia adalah negara yang dipilih oleh Gabby, Polandia adalah negara yang menurut Gabby cukup indah dan cukup tenang. Dia akan tinggal di sana bersama Laura dan Naura.
Gabriel sudah membeli rumah sakit Gabby, dan saat ini anak-anak buah Gabriel sedang mengurus semua perizinan di sana dan juga mengurus semuanya, agar Gabby dan kedua keponakannya bisa langsung hidup nyaman di negara yang baru.
Tiba-tiba ponsel Gabby berdering, seketika Gabby langsung mengangkat panggilannya. “Ada apa Jordan?” tanya Gabby ternyata Jordan yang memanggilnya. Gabby menjatuhkan ponselnya, saat mendengar apa yang dikatakan oleh Jordan.
“Gabby ada apa?” tanya Gabriel.
“Gabriel!” Panggil Gabby dengan bibir bergetar. Wajahnya sudah memucat, Ia tidak percaya dengan apa yang Jordan ucapkan. Karena Gabby tak menjawab, Gabriel mengambil ponsel yang ada di bawah, kemudian iya mengambil alih pembicaraan.
“Ada apa Jordan?” anya Gabriel, seketika Gabriel pun menurunkan ponsel dari telinganya kemudian Gabby dan Gabriel kompak memandang Laura dan Naura.
“Ga-Gabriel, ini hanya mimpikan?” tanya Gaby
.tiba-tiba lutut Gabby melemas, bahkan tubuhnya hampir ambruk di lantai. Gabriel terdiam Ia tidak menyangka akan mendengar kabar mengejutkan seperti ini. Ternyata, Nael dinyatakan meninggal akibat kecelakaan. Ia sempat kritis dan koma selama 2 hari sebelum akhirnya di nyatakan meninggal dunia.
Gabby berusaha mati-matian menahan tangisnya, walaupun hubungan Gabby dan Nael tidak akrab Tapi selama 4 bulan, Gabby berusaha memaafkan Nael, dan ia berusaha mengiklaskan semuanya. Dan ketika mendengar Nael meninggal karena kecelakaan tentu saja Gabby lain yang ia, perasaan yang ia sendiri pun tidak mengerti.
“ Laura ... Naura!” Panggil Gabby.
“Mommy, Sebenarnya ada apa denganmu?” tanya Gabby.
“Ayo kita bertemu Daddy,” ucap Gabby, kali ini tangisnya tidak bisa dibendung. Saat melihat wajah Laura dan Naura dari dekat. Mendengar ucapan Gabby Laura dan Naura kompak menggeleng.
“Kami tidak bertemu Paman Nael,” jawab Laura.
“Dia juga bukan Daddy kami lagi." Kali ini Naura yang menimpali.
“Ini untuk yang terakhir kalinya Laura ... Naura." Gabby hampir saja tidak bisa meneruskan ucapannya saat melihat kedua iris mata putrinya. Baru saja ia merasakan penyesalan ternyata Tuhan sudah berkehendak dengan mengambil nyawa Nael.
“Maksud mommy?” tanya Laura.
“Gaby biar aku yang berbicara dengan mereka,” ucap Gabriel Tiba-tiba, ketika ia melihat Gabby seperti orang yang kacau. Laura ... Naura ayo kita pergi, kita mencari makanan untuk makan kita nanti malam,” jawab Gabriel yang terpaksa berbohong karena tidak mungkin memberitahukan sekarang bahwa ayah mereka sudah meninggal.
Scroll gengs ga usah nebak-nebak ye. up 3 bab nih