
Saat masuk ke dalam rumah Arsen, Gaby menoleh ke samping. Tatapannya tak tertuju pada lemari sepatu milik ibu mertuanya, Gabby pun maju ke lemari sepatu itu, kemudian membukanya.
Ia meneliti satu persatu sepatu itu, kemudian Gabby menggeleng-gelengkan kepalanya dan menyentak nafas kasar, ketika menyadari tiga koleksi sepatu yang ada di lemari itu adalah miliknya. Entah kenapa, sepatu itu ada di sini.
“Gaby!” Panggil Agnes, membuat Gabby menoleh kebelakang. Wajah Agnes sudah memucat, saat Gabby ada di lemari sepatunya. Ia takut, Gabby melihat sepatu yang ia ambil. Karena memang, ia mengambil sepatu itu diam-diam.
Gabby memiliki ruangan khusus untuk menyimpan sepatu sepatunya dan semua koleksinya, tentu saja saat Agnes mengambilnya, ia sudah yakin, jika Gabby tidak akan mengetahuinya, karena memang koleksi Gabby Begitu banyak, dan sekarang, ia gugup. Bagaimana jika Gabby mengetahui tentang sepatu yang ia ambil.
”Aku tak tahu, Ternyata selain keluarga kalian parasit, kalian pun tak ubahnya seorang maling.” Ia mengambil sepatunya, kata Gaby kemudian melemparkannya kebdepan Agnes.
“Selama ini, aku memberi uang kalian begitu banyak, memberikan apa yang kalian mau dan aku menuruti yang kalian inginkan, dan kalian masih berani mencuri milikku!” Gabby berbicara dengan nada yang berapi-api, membuat Agnes terdiam seketika.
“Gabby!” Agnez tidak mampu mengatakan apapun, Ia hanya mampu memanggil nama Gabby.
“Gabby, itu bukan sepatumu, itu sepatu Mommy, Memangnya kau pikir, kau saja yang bisa membeli itu?” tanya Agnes yang berusaha untuk mengelak, hingga tiba-tiba Gabby tertawa.
“Sepatu itu, aku mendesainnya sendiri dan tidak ada model sepatu yang seperti itu!” Gabby menjawab dengan emosi, karena mantan ibu mertuanya terus mengelak. Ia pun maju ke arah Agnes
“Apa kau tidak pernah tahu kenapa suamimu begitu pelit pada keluargamu? Apa kau tidak pernah mencurigai suamimu karena dia Jarang memperhatikanmu dan anak-anakmu.” Tiba-tiba, Gabby tersenyum sinis saat melihat reaksi Agnes, kartu mantan ayah mertuanya ada di tangannya.
“Apa maksudmu?” tanya Agnes terbata-bata, seketika Gabby berdecih.
“Kau cari tahu saja sendiri!”
”Ada apa ini!” tiba-tiba terdengar suara Arsen dari luar, membuat Gabby menoleh, karena memang barusan Agnes menelpon Arsen agar Arsen datang ke rumah.
Gabby menyeringai saat melihat Arsen, terlihat jelas, kening Arsen memar karena tadi ia menendangnya.
“Kau di sini juga rupanya!” kata Gabby.
“Untuk apa kau kemari?” tanya Arsen, kali ini, Arsen tidak mau berpura-pura bersikap baik, karena memang ia tidak perlu lagi untuk meyakinkan Gabby. Toh, barusan dia sudah Menelepon Stuad dan meminta bertemu dengan Stuar. Ia akan membalikan fakta, bahwa Gaby yang berselingkuh terlebih dahulu.
“Kau dan keluargamu keluargamu, benar-benar parasit yang menempel pada keluagaku! kau memorotiku, korupsi firma hukum milik ayahku ibumu mencuri barang-barang milikku!" Gabby berucap Langtang karena dia benar benar emosi. Seketika Arsen maju dan berniat menampar Gabby, lalu ....
Scroll gengs aku up 3 bab.