Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Kemana saja kau


“Kenapa kau tahu aku di sini?” tanya Leticia pada sang suami.


“Kenapa kau menemuinya dan membahas mantanmu?” jawab Miko nadanya terdengar sewot. Ia seperti cemburu kala Leticia menanyakan Jordan. Seperti biasa, ketika Miko cemburu merupakan kesenagan sendiri bagi Leticia.


Leticia menopang dagu dengan tangannya, kemudian ia menatap Miko. “Kau lucu sekali ketika sedang cemburu!” jawab Leticia membuat Miko menggigit bibirnya, sepertinya ia sedang salah tingkah karena dipuji oleh istrinya.


“Kau sudah memesan makanan?” tanya Miko saat Leticia terus menatapnya, wajahnya sudah memerah. Lelaki yang dulu sangat dingin itu selalu salah tingkah Ketika istrinya menatapnya dengan tatapan intens.


“Belum, ayo kita memesan makanan!” Leticia pun mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan. Lalu setelah itu, mereka pun memesan makanan.


•••


“Temani aku dulu ke kantor, Sayang. Aku masih banyak pekerjaan!” ucap Miko ketika mereka sudah di luar cafe dan berjalan ke arah mobil.


Leticia mengangguk. “Kau banyak pekerjaan tapi kau masih sempat-sempatnya mengikutiku,” jawab Leticia. Miko membukakan pintu untuk Leticia, kemudian mengusap rambut istrinya.


“Mengawasimu rasanya lebih menyenangkan daripada mengawasi pekerjaan,” jawab Miko sambil terkekeh, membuat Leticia menggeleng. kemudian Ia pun masuk ke dalam mobil. Begitupun Miko yang memutari mobilnya dan masuk ke dalam kursi kemudi. Lalu setelah itu ia pun menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju ke perusahaan.


•••


Waktu begitu cepat, hingga pada akhirnya hari menegangkan bagi Leticia dan Miko pun tiba.


“Sayang ....” Miko menjerit saat Leticia menarik tangannya.


“Aaaaaaaa ....” Leticia berteriak, ia melepaskan sedikit pun tangannya dari rambut Miko dan ia terus mencoba mengeluarkan putrinya


Ya, saat ini Leticia sedang mengalami persalinan secara normal dan sedari tadi mulai proses persalinan. Leticia tidak melepaskan tangannya dari rambut Miko, Ia terus menjambak Miko. Tidak perduli suaminya berteriak, Leticia sama sekali tidak melepaskan tangannya.


Begitupun juga Miko, walaupun ia berteriak ia tidak menyingkirkan tangan Leticia dari rambutnya, hingga pada akhirnya setelah berjuang selama beberapa jam terdengar suara bayi dan akhirnya proses persalinan pun selesai.


Leticia melahirkan dengan selamat dan anak itu berjenis kelamin perempuan. Dan ketika putri mereka lahir, Leticia melepaskan jambakanya dari rambut Miko membuat mata Miko membulat.


Miko tersadar, mendengar Leticia terisak ia melihat ke arah istrinya, ternyata mata istrinya sudah sayu karena Leticia benar-benar kelelahan. Secepat kilat, Miko pun menggenggam tangan Leticia kemudian mengecup seluruh wajah istrinya


“Terima kasih sayang ... terima kasih,” ucap Miko dengan tangis yang berlinang. Hingga Leticia yang akan memejamkan matanya kembali membuka mata dan keduanya pun menangis haru.


••••


“Apa dia masih istirahat sayang?” tanya Nael ketika Gaby keluar dari ruang lewat Leticia.


“Hmmm, Leticia masih istirahat, sedangkan Miko masih di ruangan bayi,” jawab Gabby, Gabby merangkul tangan Nael, kemudian mengajak nael duduk.


“Apa perutmu tidak terasa kram lagi?” tanya Nael setelah mereka duduk, ia langsung mengelus perut Gabby.


Gaby menggeleng. “Tidak, anak-anak kita baik-baik saja,” jawab Gabby. Ya, saat ini Gabby sedang mengandung anak kembar lagi dan usia kandungan Gabby menginjak 7 bulan.


Awalnya mereka memang tidak ingin memiliki anak lagi, karena pertimbangan Laura dan Naura. tapi ternyata Laura dan Naura sendiri yang memintanya. Mereka ingin memiliki adik dan tentu saja itu membuat Nael dan Gabby bahagia, dan akhirnya Gabby pun mengandung kembali.


Tiba-tiba ponsel Nael berdering, satu panggilan satu panggilan masuk ke dalam ponselnya. Hingga nael pun merogoh saku, kemudian melihat siapa yang meneleponnya.


“Sebentar sayang, aku akan mengangkat panggilanku dulu,” jawab Nael, Gabby pun menggangguk. Nael bangkit dari duduknya kemudian, ia langsung mengangkat panggilannya.


“Heh, bedebahh ke mana saja kau!” Nael sedikit berteriak saat mengangkat panggilannya. Ternyata, Arsen yang meneleponnya. Nael langsung berteriak karena terlalu terkejut. Bagiamana tidak, sudah satu bulan ini Arsen menghilang dan mendadak tidak bisa di hubungi.


Dan tentu saja Nael khawatir, apa lagi Nael tahu kondisi Arsen dan tentu saja, ia terpekik saat Arsen meneleponnya. “Kau masih bisa tertawa saat aku mengkhawatirkanmu di sini!” gerutu Nael saat arsen menjawab ucapannya hanya dengan tawa. Namun tak lama, Nael mempertajam pendengarannya saat mendengar suara di sekitar.


“Arsen apa kau sedang .....”


Sedangkan otor sedih banget, Udah beberapa hari komen ga dapet sampe 500 😭.


seperti biasa, karena ini hari Senin up satu bab dulu ya. nanti tengah malem up lagi 3 bab asal 500 komen .