Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Karma Liosa


Nicky langsung menarik kursi untuk Kevin, Ia juga menarik kursi untuk dirinya sendiri. Lalu setelah mereka duduk, Kevin langsung mengangkat tangan memanggil pelayan dan setelah memesan, Kevin dan Nicky pun berbincang-bincang hangat layaknya sepasang ayah dan anak.


Saat mereka menunggu makanan, Kevin terus menceritakan hari-harinya, karena sudah seminggu mereka tidak bertemu. Tak lama, terdengar suara kursi tergeser, hingga Kevin dan Nicky menoleh.


Nicky memejamkan matanya, menahan geram saat Liosa menghampiri mereka. “Hallo, Kevin!” panggil Liosa. Kevin hanya menundukkan kepalanya, tanpa menjawab ucapan ayah kandungnya. Ia menunduk memainkan jari-jarinya karena tidak mau melihat sang ayah.


“Tolong tinggalkan meja ini,” ucap Nicky, pada Liosa membuat Liosa menoleh.


“Bukan urusanmu, lagian aku ....”


“Tutup mulutmu sebelum kau aku hajar!” Nicky memotong ucapan Liosa dan saat,Liosa akan menjawab, hingga Liosa melihat ke arah Kevin yang tampak menunduk hingga ia merasa menjadi tidak tega. Pada akhirnya, Liosa pun bangkit dari duduknya, kemudian ia meninggalkan meja yang di tempati oleh Nicky dan Kevin.


Rupanya, saat tadi Nicky dan Kevin masuk, Liosa melihat ke arah Nicky dan dan dia pun langsung menghampiri meja.,untuk berbicara bersama putranya.. Walaupun hubungannya dengan Bela tidak terlalu baik. Bahkan dikatakan sangat buruk, Liosa tetap menyayangi Kevin.


Setelah Liosa pergi, Nicky menggenggam tangan Kevin. Hingga, Kevin mendongak menatap Nicky. “Tidak apa-apa, dia sudah pergi,” kata Nicky. Hingga bocah kecil Itu langsung mengembangkan senyumnya.


•••


Bella menutup mulut seraya menahan tangis saat melihat interaksi antara Nicky dan Kevin yang sedang melaksanakan lomba di sekolah, karena hari ini adalah hari ayah.


Tadinya Bela tidak akan datang ke sekolah Kevin. Tapi entah kenapa, Bela ingin menyaksikan putranya. Dan saat melihat interaksi Kevin dan Nicky. Rasanya Bela ingin sekali menangis saat melihat senyum putranya terlihat mengembang dan Kevin terlibat sangat bahagia.


Saat melihat interaksi Nicky dan Kevin, tiba-tiba Bella menyadari sesuatu. Bahwa selama ini, ia terlalu egois, tidak memperhatikan kebahagiaan Kevin dan membiarkan Kevin terjerat dalam luka yang ia alami. Padahal, seharusnya Kevin tidak boleh tahu apa yang dia rasakan.


“Mommy!” tak lama terdengar suara Kevin memanggilnya dari arah lapangan. Bella menoleh, secepat kilat Bella menghapus air matanya, kemudian melambaikan tangannya pada Kevin dan setelah itu, tak sengaja matanya dan mata Niki saling pandang membuat Nicky tersenyum, membuat Bella terpaku. Seketika jantungnya berdegup dua kali lebih saat melihat Niki yang tersenyum padanya. Namun secepat kilat, Bella mengalihkan tetapannya ke arah lain.


••••


“Nicky terima kasih, sudah menemani Kevin hari ini,” ucap Bella ketika Nicky berniat akan pulang karena hari sudah sangat larut..


“Kau tidak perlu berterima kasih, Bella. Kevin juga putraku, jawab Nicky, “Kalau begitu aku pergi.” Saat Kevin akan pergi, Bella menarik tangan Niki.


“Why? Apa ada yang kau butuhkan sesuatu?” tanya Nicky. Bukannya menjawab, Bella malah memeluk Nicky, membuat Nicky diam terpaku. Jika di pikir, ini hari pertama kalinya Bella memeluknya.


Setelah pulang dari sekolah dan menyaksikan lomba di sekolah Kevin, Bella sudah banyak berpikir. Jika ia terus seperti ini, mental Kevin juga akan terganggu dan saat barusan Nicky akan pergi, entah kenapa Bella tanpa sadar menarik tangan Niki dan memeluk lelaki yang kini menjadi suaminya.


Saat berada di pelukan Nicky, Entah kenapa Bella ingin sekali menangis. Tubuh Nicky masih diam terpaku saat istrinya memeluknya, ia tidak percaya Bella akan melakukan hal seperti ini. Tapi tak urung Nicky membalas pelukan Bella, ia mengelus punggung istrinya.


“Jika kau ingin menangis, menangislah Bella, tidak ada yang melarangmu untuk menangis,” ucap Nicky. Hingga tangisan Bella semakin mengencang.


20 menit kemudian, akhirnya Bella bisa menenangkan dirinya. Nicky melepaskan pelukannya, kemudian kemudian mendudukkan Bella di sofa. Sedangkan Nicky, langsung berjongkok di hadapan Bella, hingga lutut Bella mengenai dada Nicky.


“Kenapa? Apa kau sedang kesulitan?” tanya Nicky. Mendengar suara Nicky yang begitu tulus, Bella kembali mengeluarkan air matanya. Namun secepat kilat, ia menghapusnya.


“Kenapa kau berpikir seperti itu. Kau bukan manusia yang buruk. Kau tetep yang terbaik.”


“Pasti aku ibu yang buruk kan? aku membuat putraku terpuruk,” lirih Bella lagi. Nicky menggeleng


“Tidak, kau bukan manusia yang buruk. Kau hanya belum bisa keluar dari masa lalumu. Sekarang katakan. Kenapa kau tiba-tiba menangis. Ceritakan padaku apa yang kau rasakan?” tanya Nicky matanya menatap Bella dengan penuh ketulusan.


“ Saat melihatmu bermain bersama Kevin. Rasanya aku sadar akan sesuatu. Aku selalu meninggalkan dia bekerja. Tapi aku melarang dia bermain denganmu, mungkin selama ini, dia kesepian dan ...” Bella tidak sanggup lagi meneruskan ucapannya. Nicky bangkit, kemudian membawa Bella kedalam ke dalam pelukannya.


“Bella, semua sudah berlalu. Jika kau terus seperti ini, mental Kevin akan terkena. Jika kau terus terpuruk, Kevin juga tidak akan bahagia. Kevin akan semakin tumbuh dewasa, dan dia butuh lingkungan yang baik. Sekarang ayo kita jalan semua dan membiarkannya mengalir seperti air, ayo kita mulai hubungan layaknya sepasang suami istri pada umumnya.”


Mendengar ucapan Nicky, Beela menjauhkan tubuhnya. Hingga pelukan itu terlepas.


“Maksudmu?” Nicky menggenggam tangan Bella.


“Mulai sekarang, tak perduli kau menolakku. Tapi aku akan tetap di sini. Aku akan menjadi ayah yang baik untuk Kevin dan suami yang baik untukmu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun.” Nicky berucap dengan penuh ketulusan. Tidak ada keraguan dalam nada bicaranya.


Bella menunduk. “ Aku takut.”


“Kenapa kau harus takut?”


“Aku takut kau meninggalkanku saat aku sudah nyaman denganmu,” jawab Bella. Seketika Nicky tertawa. “Pemikiran bodoh dari mana itu?” tanya Nicky.


“ Kenapa kau tertawa?!” Nicky langsung menghentikan tawanya.


“Kenapa kau berfikir aku akan meninggalkan kalian?”


“ Aku hanya takut, kau seperti Liosa. Aku takut pada akhirnya kau pergi. Aku takut kau hanya membalas dendam padaku, karena dulu aku sering meledekmu,” jawab Bella dengan tangis yang berlinang. Tapi di mata Nicky, saat ini Bella begitu lucu.


Nicky menangkup kedua pipi istrinya. “Bella lihat aku!” kata Nicky. Hingga tatapan keduanya satu saling mengunci


“Jika aku berniat meninggalkanmu dan Kevin. Sudah aku lakukan dari dulu. Tapi saat sikapmu dingin, saat kau terus menjauh dariku. Aku tetap setia padamu,” ucap Nicky. “Aku tidak pernah sekalipun memikirkan Untuk berpisah darimu atau melakukan hal bodoh. Kau istriku, sampai kapanpun.”


“Lalu. tunanganmu?”


“Apa kau tidak tahu dia sudah menikah dengan orang lain?” jawab Nicky. Bella mulut tak percaya saat mendengar ucapan Niki.


••••


Wajah Liosa memucat saat menatap hasil pemeriksaan miliknya, ia merasa dunianya seperti berhenti berputar. Jantungnya berhenti berdetak. “ Jadi maksudnya, aku mengalami tumor otak, Dok?” tanya Liosa.


Dokter mengangguk. “Ya, Tuan. Inilah Kenapa anda sering merasa ada yang aneh dengan tubuh anda.”