Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Tolong benci aku ( Arsen )


Mata Arsen membulat saat melihat Gisel ada di dekatnya, begitu pun Gisel. Jantung Gisel berdetak dua kali lebih cepat saat Arsen membuka matakarena Ini pertama kalinya ia sedekat ini dengan mantan kakak iparnya.


Arsen bangkit dari berbaringnya, kemudian ia mengusap wajah kasar. Lalu meminum air yang berada di atas nakas agar wajahnya tidak terlihat pucat.


“Gissel sedang apa kau di sini?” Tiba-tiba nada suara Arsen mendingin. Bahkan Arsen menatap Gisel dengan datar. Ia tidak ingin Gisel mengetahui kondisinya.


“Nael yang memberitahuku dan menyuruhku kemari!”


Arsen memejamkan matanya, ia mengutuk Nael yang memberitahukan keberadaannya pada Gisel. Susah-susah dia menjauh tapi Nael malah memberitahukan keberadaannya pada Gisel.


Arsen melihat jam di dinding. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. “Apakah kemari mengemudi sendiri?” tanya Arsen. Tiba-tiba raut wajah Arsen berubah menjadi khawatir saat menyadari bahwa Gisel pergi ke sini seorang diri. Padahal jarak dari tempat tinggal Gabby ke Vila ini cukup jauh.


“Hmm, aku pergi sendiri.” Tiba-tiba Arsen tersadar, kemudian menormalkan kembali ekspresinya. Ia sungguh tidak tega melihat wajah Gisel yang terlihat serba salah. Tapi mulai dari sekarang, ia garus belajar tega pada mantan adik iparnya, agar Gisel tidak berharap lebih padanya.


“Gisel, pergilah! sebentar lagi kekasihku akan datang. Aku dak ingin dia salah paham.” Dusta Arsen. wajah Gisel menjadi sendu saat mendengar ucapan Arsen. Tak perlu dipertanyakan lagi, bagaimana hancurnya hati Giselle saat mendengar ucapan Arsen. Tanpa menjawab ucapan Arsen, Gisel keluar dari kamar membuat Arsen ingin sekali menangis saat melihat wajah Gisel ia tau, Gisel tersakiti karena ucapannya. Tapi apa boleh buat, ia harus menjauh dari sekarang.


Baru saja Arsan akan membaringkan tubuhnya, pintu terbuka membuat Arsen menoleh. Mata Arsem membulat saat melihat Gisel kembali masuk kedalam kamar, Arsen pikir, Gisel sudah pergi. Tapi ternyata Gisel keluar hanya untuk mengambil air untuk mengompresnya.


“Gisel, apa yang kau lakukan. Bukankah aku sudah bilang bahwa ....”


“ Bisakah kau tutup mulutmu saja!” kali ini untuk pertama kalinya Gisel berbicara dengan kasar pada Arsen. ia merasa kesal, itu sebabnya tanpa sadar ia sedikit berteriak pada mantan kakak iparnya, sekaligus lelaki yang ia cintai.


“Gisel sudah kubilang Aku tidak ingin kekasihku salah paham jadi sebaiknya kau pergi.” Arsen kembali mengusir Gisel, hanya saja kali ini ia berbicara dengan sedikit lembut


“Giseel!” Arsen sedikit menaikkan suaranya saat Gisel kekeh dengan keinginannyq. Walaupun sebenarnya ia tidak tega


“Jika kekasihmu datang. Aku akan mengatakan bahwa aku adalah mantan adik iparmu. Kau puas.” Gisel tidak bisa lagi membendung emosinya. Hingga ia berteriak pada Arsen sedangkan Arsen hanya terdiam, ia tidak lagi menjawab ucapan Gisel, apalagi ia melihat mata Gisel berkaca-kaca dan ia tahu, Gisel pasti ingin sekali menangis.


Untuk malam ini, ia ingin egois ia akan membiarkan Gisel berada di sini menemaninya sebelum ia menjauh dengan cara yang lebih ekstrem, agar Gisel bisa melupakannya.


Pada akhirnya, Arsenn kembali berbaring sedangkan Gisel langsung memeras handuk dan menempelkannya pada kening Arsen.


Setelah menempelkan handuk pada kening Arsen, Gisel yang sedang duduk di sisi Arsen langsung membalikan tubuhnya hingga membelakangi tubuh Arsen. Sedangkan Arsen memejamkan matanya, ia menggigit bibirnya mati-matian menahan tangis.


Sedangkan Arsen kembali membuka matanya saat melihat tubuh Gisel bergetar, pertanda Gisel sedang menangis.


Perlahan, Arsen mengangkat tangannya untuk memegang bahu Gisel. Namun saat ia akan memegang bahu Gisel, ternyata Gisel bangkit dari duduknya.


“Aku akan pulang. Semoga kau lekas membaik.” Pada akhirnya, Gisel memutuskan untuk pulang. Jika di pikir, rasanya ia tak akan sanggup ketika melihat Arsen bersama kekasihnya


Gengs aku masih sibuk bikin kue jadi aku up satu bab dulu ya. aku up lagi kok nanti malem. Oh ya. jangan tebak-tebak kisah Gisel sama Arsen ya. Bab di atas hanya cuplikan aja sebenarnya karena next bab akan tetap fokus sama Nael dan Gabby baru setelah itu kisah Arsen dan Gisel


Komen ga? komen lah masa enggak awokk