Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
kesulitan bernapas


Saat melihat aksi sang ayah, Gabby menutup mulut, ia melihat ke arah Stuard dengan tatapan tak percay, lalu ia melihat ke arah Arsen yang tampak meringis karena tertiban meja.


Pemandangan di depannya ini benar-benar mengejutkan, ia tidak tahu sang ayah akan bertindak seperti ini. Mata Gabby mulai berkaca-kaca, harusnya yang ia tau watak sang ayah.


Walaupun ia tidak jujur, pasti sang ayah tahu tentang apa yang sedang ia alami. Rasa haru menyeruak dalam dada Gabby, ketika melihat sang ayah yang selalu melindungi ketiga putra-putrinya dengan caranya sendiri.


“Dad!” Arsen meringis, ia menatap Stuard dengan tatapan tak percaya. Sedangkan Stuard langsung menatap Gabby yang terlihat sangat terkejut.


“Gabby, tunggu di kantor Gabriel. Daddy akan menyusulmu ke sana, Daddy harus mengurus di brengsekk ini terlebih dahulu!” kata Stuard.


Gabby masih terdiam, ia tidak bergerak sedikitpun. Dia masih menatap Stuard dengan tatapan haru dan mata yang berkaca-kaca


“Gabby, kau dengar Daddy?” kali ini, Stuard menekankan ucapannya pada Gabby, karena Gabby terus terdiam ditempat. Ia tidak ingin, Gabby melihat sisi lain dari dirinya. Itu sebabnya ,ia menyuruh Gabby untuk pergi.


“Da-Daddy!” panggil Gabby terbata-bata.


“Gabby, dengarkan Daddy. Pergi ke kantor Gabriel!”


“Daddy!” Panggil Gabby lagi, bukannya menurut ucapan Stuard. Ia malah maju ke arah sang ayah. Lalu, langsung menubruk ayahnya dan memeluk Stuard begitu erat.


Tapi sekarang, sang ayah mengetahui Semuanya, berdiri didepannya dan membelanya. Tentu Gaby langsung memeluk Stuart dan menumpahkan tangisannya, seperti yang ia ingin lakukan dari kemarin-kemarin.


Mendengar tangisan Gabby, mata Stuart membasah. Walaupun Gabby dan Gabriel bukan anak kandungnya. Tapi kasih sayang kepada kedua mereka, tidak usah diragukan lagi. Stuard, akan maju ketika anak-anaknya terluka.


Stuard membalas pelukan Gabby dan mengelus punggung Gabby. “Its, oke Gabby. Daddy ada untukmu, Daddy bersamamu dan Daddy percaya padamu. Sekarang, kau pergi! tunggu Daddy di kantor Gabriel. Daddy akan menyusulmu ke sana, dan setelah itu, kita bicara!”


Gabby melepaskan pelukannya dari sang ayah. Lalu setelah itu, Stuard menghapus airmata Gabby dengan ibu jarinya. Lalu mengelus rambut Gabby. “Daddy, percaya padamu!” kata Stuard lagi. Ia meyakinkan Gabby, setelah itu Gabby pun berusaha untuk menghentikan tangisnya. Lalu, ia pun berbalik dan keluar dari ruangan tersebut. Hingga kini, menyisakan Stuard dan Arsen di ruangan tersebut.


Tiba-tiba, Stuard menatap kearah Arsen, dan menatap Arsen dengan tatapan beringas. Seketika itu juga, Stuard langsung menendang meja yang menindih tubuh Arsen, hingga meja itu sedikit terjauh dari tubuh mantan menantunya


Stuart maju ke arah Arsen yang masih tergeletak di lantai. Ia langsung menginjak dada menantunya. “Berani sekali kau menyakiti Putri kesayanganku!” kata Stuard. Nadanya penuh emosi, tatapan mata Stuard begitu membara, ia bahkan menginjak dada Arsen begitu keras. Hingga Arsen meringis.


Arsen berusaha menyingkirkan kaki Stuars dari dadanya. Tapi tak bisa, kaki Stuard, masih berada di dadanya, Stuars malah semakin menekankan injakannya pada dada Arsen.


Scroll gengs aku update 3 bab