Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Menemui Jordan


“Paman Nael ....” tiba-tiba terdengar suara Elsa dari dari arah dalam Nael yang sedang berdiri langsung menghampiri keponakannya, secara refleks ia menangkap tubuh Elsa yang sedang berlari, dan langsung menggendong Elsa dan mengayun-ayunkan Elsa ke udara, ia juga begitu rindu dengan keponakannya.


Kemarin Aurora pergi seorang diri ke Rusia sedangkan Elsa dan kakaknya baru saja tiba dan datang dengan suami Aurora. Hingga saat Elsa memanggilnya, Nael langsung menghampiri Elsa dan langsung mengangkat tubuh keponakannya lalu mengayun-ayunkan ke udara.


“Paman rindu sekali dengan ....” tiba-tiba Nael menghentikan ucapannya, lalu menghentikan gerakannya saat melihat ke arah kedua putrinya. Laura dan Naura yang baru saja melepaskan pelukannya dari Grisella sedang menatapnya dengan tatapan terluka, karena mereka melihat Nael menggendong Elsa.


Hati kedua anak kecil itu kembali berdenyut nyeri ketika sang ayah menggendong kakak sepupu mereka. Walau bagaimanapun, dulu Nael lebih memilih Elsa daripada mereka dan ketika sekarang melihat Nael menggendong Elsa lagi, rasa cemburu menghinggapi Laura dan Naura, hingga mood mereka kembali memburuk.


Secepat kilat, Nael langsung menurunkan Elsa dari gendongannya, kemudian mengelus rambut Elsa. Jantung Nael terasa berdebar kencang, nafasnya terasa tersendat saat melihat tatapan putrinya. Ia mengutuk dirinya sendiri dan melakukan apa yang membuat kedua putrinya terbuka.


Nael berjalan ke arah Laura dan Naura. “Ayo masuk!" ajak Nael, dengan ragu, ia mengulurkan tangan pada kedua putrinya.


Namun, Laura dan Naura langsung mendahului, mereka bahkan tidak menggubris sang ayah, membuat Nael menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Beruntung tidak ada yang menyadari perubahan Laura dan Naura termasuk Gabbu kini sedang memeluk Grisella.


•••


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Nael terus mundar mandir di depan kamar yang ditempati oleh Naura dan Laura. Sungguh, saat ini, ia ingin menangis sejadi-jadinya, karena sedari tadi, Laura dan Naura tidak mau berbicara padanya, kedua gadis kecil itu menghindarinya.


Bahkan sedari tadi, Laura dan Naura hanya menempel pada Greey, beberapa kali Nael berusaha mendekati kedua putrinya. Namun lagi-lagi Laura dan Naura menghindar.


Dan setelah makan malam, Laura dan Naura malah memilih pergi ke kamar, sedangkan Gabby masih berbincang-bincang dan ini kesempatan Nael untuk membujuk putrinya.


Perlahan, Nael mengangkat tangannya kemudian memutar gagang pintu. Hingga pintu terbuka. Ternyata, kedua putrinya sedang menonton televisi.


Hati Nael terasa pedih saat melihat putrinya terlihat melamun. Padahal televisi sedang menyala dan ia yakin kedua putrinya tidak sedang benar-benar menonton.


“Kalian pasti marah pada Daddy?” tanya Nael dengan lemah lembut, ia menggenggam tangan kedua putrinya. Namun, dengan cepat Laura dan Naura menghempaskan tangan Nael.


“Laura ... Naura. Daddy tadi hanya refleks memeluk Elsa, maafkan Daddy, Daddy berjanji tidak akan mengulangi kesalahan Daddy lagi. Daddy tidak akan bermain bersama Elsa lagi. Waktu Daddy hanya untuk kalian.”


.


Nael berusaha meyakinkan kedua putra-putrinya, ia berusaha jujur tentang apa yang ia rasakan saat tadi, karena ia tahu kedua putrinya begitu krisis dan selalu ingin mendapatkan jawaban yang masuk akal.


“Daddy jahat!” ucap Laura. Tiba-tiba, bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk matanya.


“Hmm, daddy jahat, kalian boleh menghukum Daddy apapun, asal jangan mendiamkan Daddy lagi,” kata Nael.


“Tapi berjanji dulu sesuatu pada kami!” kata Laura lagi. Pada akhirnya, saat mendengar ketulusan ayah kedua gadis kecil itu pun luluh, karena alasan Nael yang cukup masuk akal di telinga mereka.


“Daddy harus berjanji, Daddy tidak boleh bermain dengan Elsa. Daddy tidak boleh tersenyum pada Elsa, karena Daddy hanya milik kami,” ucap Naura dengan nada posesif. Tiba-tiba, Laura dan Naura pun turun dari sofa, kemudian berhambur memeluk Nael.


•••


waktu menunjukkan pukul 10 malam, Nael menarik selimut untuk menyelimuti tubuh kedua putrinya. Ia turun dari ranjang kemudian bercermin. Nael menggeleng seraya terawa saat melihat wajahnya yang dipenuhi dengan lipstik dan rambutnya dikucil-kecil-kecil oleh Laura dan Naura. Rupanya, itu adalah hukuman yang putrinya berikan.


Ia melihat jam yang ada di dinding, ia harus segera membersihkan wajahnya secepatnya karena ia harus menemui Jordan, ia harus memperjelas semuanya. Entah Jordan mempunyai alasan atau tidak. Tapi kali ini, Nael tidak akan membiarkan Jordan begitu saja.


Udah up 3 bab, ga komen ga flend hahahaha..


Ayolah Komen ya biar sembangat update.