Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
Gerak cepat.


“Apa kau bisa menjelaskan ini?” tanya Miko saat mereka masuk kedalam kamar hotel yang di tempati Leticia.


Leticia menoleh, “Menjelaskan apa?” tanya Leticia dengan padahal, ia mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Miko.


Saat Leticia berbalik, Miko langsung menghampiri Leticia, kemudian ia menarik tangan istrinya. Hingga Leticia diam di tempat. Setelah itu Miko memegang kedua bahu Leticia, kemudian tangannya turun hingga mengelus kedua tangan istrinya. Lalu berbisik.


“ Kenapa pertemuan pertama kita harus seperti ini, kau tidak merindukanku?” tanya Miko, ia benar-benar berbisik di dekat kuping Leticia, hingga napasnya menyapu wajah Leticia dan membuat Leticia meramang seraya memejamkan matanya.


Tiba-tiba jantung Leticia, berdegup dua kali lebih cepat. Miko benar-benar berubah, cara berbicara Miko pun benar-benar berbeda dari setahun lalu


“Apa maksudmu? memangnya aku harus bagaimana? ” Miko tidak menjawab, ia merogoh saku, kemudian menarik jari Leticia Lalu setelah itu ia memasangkan cincin di jari manis istrinya. Membuat Leticia mengangkat tangannya.


“Ini ....” Leticia menatap cincin tangannya dengan tatapan tak percaya, itu adalah cincin pernikahan yang telah Ia buang sebelum ia pergi ke Jepang dan ternyata Miko menemukannya.


Seketika Leticia menoleh ke arah Miko.


“Bagaimana mungkin kau menemukan cincin ini?” tatapan mata mereka saling mengunci jantung Leticia berdebar dua kali lebih cepat saat melihat Miko, Ia baru menyadari bahwa tampilan rambut Miko berbeda dan itu semakin membuat Miko terlihat tampan.


Miko tidak menjawab, ia menarik pinggang Leticia, hingga tubuh mereka menempel. Secara Refleks, Leticia mendorong dada Miko.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Leticia.


“ menghukummu karena kau mengaku belum menikah padahal ada suamimu yang mati-matian ingin melihat wajahmu!” kata Miko, membuat mata Leticia membulat. Sebelum Miko menjawab, ia sudah berjalan dan mendorong tubuh istrinya. Hingga kini, mereka terbaring di ranjang dengan Leticia yang berada di bawah kungkungannya.


“Pa-paman, apa yang kau lakukan?” tanya Leticia terbata-bata, ketika Miko sudah ada di di atasnya.


Awalnya, Miko mencium bibir Leticia dengan lembut dan Leticia tidak membalas ciumannya. Namun rupanya, Miko berhasil membuatnya Leticia terhanyut. Hingga pada akhirnya ciumannya berbalas.


Ciuman itu semakin turun, berlabuh di leher Leticia. Lidah Mico bermain di sana, hingga Leticia memejamkan matanya, Leticia yang awalnya mati-matian menolak Miko karena tidak ingin langsung percaya pada suaminya. ternyata mengingkari hatinya, hingga kini ia terlalut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Dan pada akhirnya, ia pun menanggalkan pakaiannya hingga tubuh kedua orang itu sama-sama polos. Suasana semakin panas, tidak berhenti melanjutkan serangannya pada Leticia, ia benar-benar memperlakukan tubuh Leticia dengan baik, hingga pada akhirnya Leticia mencapai puncaknya hanya dengan lidah Miko.


Setelah pelepasannya, Leticia menutup wajahnya dengan bantal, karena malu oleh miko. Sedangkan Miko terkekeh, menyingkirkan bantal yang menutupi wajah istrinya kemudian ia menindih kembali tubuh Leticia. Dan tanpa basa-basi, ia menyatukan miliknya dan milik istrinya, membuat Leticia langsung membulatkan matanya.


“Pa-paman kau ....” Leticia memejamkan matanya kala Milik Miko membuatnya sesak. Tubuh Leticia seperti tersengat listrik, kala penyatuan mereka terjadi.


“Babby kau begitu sempit ....” Nafas Miko memburu saat miliknya masuk secara sempurna, dan milik Leticia benar-benar membuatnya gila dan benar-benar membuatnya melayang.


“Paman ... ” Leticia menjerit ketika Miko mulai bergerak. Dan tepat ketika Leticia menjerit, Miko langsung menghujam istrinya secara membabi buta, Seperti biasa, Miko selalu bergerak cepat dan tanpa basa-basi. Namun, tentu saja kali ini, Leticia menyukai gerak cepat yang Miko lakukan.


Cuplikan next bab.


Leticia Ayana tanpa berkedip sudah lama sekali mereka tidak berjumpa ia menyipitkan matanya kalau melihat wajah Ayana yang memar.


Maafin baru up, ya. Tanganku masih pegel huaa


Karema Ayana benar-bener Nyess sampai ke ulu hati. Jordan juga. Ketemu Gissel Arsen sebentar lagi ya.