Dokter Meets CEO

Dokter Meets CEO
tak percaya


Gengs aku update dua bab dengan bab yang extra extra panjang..selamat membaca


Setelah Nael dan Arsen pergi, Jordan menghela nafas, ia pun langsung berlari ke arah kamar mandi.


“Joanna!” Panggil Jordan. Joanna yang sedang melamun langsung menoleh ke arah Jordan. kemudian ia tersenyum.


“Ayo keluar, Mereka sudah pergi!” sambungnya lagi. Joanna pun langsung bangkit dari duduknya, kemudian ia pergi keluar. Saat ia keluar, Joana menyimpan tangannya di dada, karena ia hanya memakai bra saja.


Sedangkan Jordan masih terpaku saat melihat tubuh Joana yang hanya memakai bra dan celana saja. Senjatanya kembali bangkit. Namun, ia melihat jam di pergelangan tangannya, lalu mengusap wajah kasar.


“Ayo!” Jordan menarik tangan Joanna dan berjalan ke arah sofa, kemudian memberikan kemeja Joanna. “Kita lanjutkan nanti di apartemen!” Kata Jordan, nadanya terdengar sangat yakin, raut wajahnya menatap Joana dengan tatapan lapar, membuat Joana bergidik.


“Aku akan pergi untuk meeting terlebih dahulu, kau tunggu di sini!” kata Jordan lagi. Joana pun mengangguk.


Satu minggu kemudian


Jordan menutup panggilan dari pelayan Olivia yang mengatakan bahwa teh Olivia sudah dicampur dengan obat. Ia pun turun dari mobilnya, kemudian ia langsung masuk ke kediaman Olivia.


“Di mana dia?” tanya Jordan saat masuk ke dalam rumah.


“Nona Olivia ada di kamar tuan!” balas pelayan yang tadi memberikan teh pada Olivia. Jordan menggangguk, lemudian ia mengeluarkan sesuatu dari jasnya lalu memberikannya pada pada pelayan Olivia.


“Ini bonus untukmu, sisanya sudah aku transfer ke rekeningmu!” kata Jordan, setelah itu ia pun maju untuk ke kamar Olivia.


Jordan membuka pintu kamar, kemudian ia tersenyum saat melihat Olivia sudah terkapar di lantai. Seandainya Olivia kemarin tidak mencoba mencampurkan obat ke Joanna, Jordan tidak akan berbuat seperti ini.


Kemarin malam, Jordan mengajak Joana untuk makan malam di luar, dan ternyata salah satu pelayan memasukkan obat ke minumannya dan ke minuman Joana, beruntung Joanna tidak meminum minuman tersebut.


Jordan menelepon seseorang, untuk membawakan ambulance, untuk membawa Olivia ke rumah sakit. Ya, Jordan rasa, inilah hukuman terbaik yang bisa ia lakukan pada Olivia, mengurung Olivia di rumah sakit jiwa.


Entah kenapa, Jordan yakin ada masalah dengan mental Olivia, karena melihat dari track record masa lalu Olivia, Olivia mungkin tidak akan begini jika Olivia tidak punya beban di masa lalu. Itu sebabnya, Jordan memutuskan untuk membawa Olivia ke rumah sakit jiwa.


Setelah mobil ambulans yang membawa Olivia pergi, Jordan pun langsung masuk ke dalam mobil. Olivia akan dibawa ke rumah sakit dan setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, Olivia akan dikurung di rumah sakit jiwa. Tentu saja, rumah sakit jiwa yang Olivia tempati mendapatkan fasilitas terbaik dari Jordan.


•••


Setelah masuk ke dalam mobil, Jordan langsung merogoh sakunya, kemudian mengambil ponsel Lalu ia menelpon Joana. “Sayang kau di mana?” tanya Jordan.


“Kenapa kau ke rumah mereka?” tanya lagi dengan terkejut saat Joana mengatakan bahwa dia sedang ada di mansion Nael.


“Jangan, kau jangan pulang sendiri! biar aku yang menjemputmu!” kata Jordan, saat Joana mengatakan akan pulang menaiki taksi.


Dan di sinilah Jordan berada, ia sudah memarkirkan mobilnya di pekarangan mansion Nael. Ia pun turun dari mobilnya, kemudian berjalan ke arah dalam.


Karena pintu terbuka, Jordan pun langsung masuk ke dalam mansion tersebut, ternyata mereka sedang mengadakan pesta barbeque di kebun belakang. Di sana ada Gisel dan juga Arsen yang ikut berkumpul bersama Nael dan Gaby.


“Wah, kalian pesta barbeque tidak mengajakku!” kata Jordan yang ikut bergabung di kebun belakang. Ia langsung mendudukkan dirinya di tengah-tengah antara Nael dan Arsen, sedangkan Gabby dan Gisel sedang membakar daging.


“Tumben sekali kau kemari, apa kau tidak bekerja?” tanya Arsen


“Aku kesini menjemput kekasihku!” balas Jordan lagi. Kali ini wajah Jordan tampak sedikit sombong, dia bangga telah mempunyai kekasih, membuat Nael berdecih.


“Lalu kenapa kau kemari?” tanya Nael.


“Karena kekasihku ada di sini!”


“Siapa, tidak mungkin kan kau berselingkuh dengan istri kami." Arsen menimpali.


“Hey ... Hey ... Memangnya aku kau!” balas Jordan membuat Arsen berdecak kesal, sedangkan Nael menutup mulut saat mendengarkan ucapan Jordan dan Arsen.


“kalian akan terkejut jika siapa tahu siapa kekasihku.”


“Akan kubunuh kau jika memacari kedua anakku!” hardik Nael.


“Aku akan menembakmu jika kau berani memacari Seina!” kali ini Arsen yang berbicara membuat Jordan mengangkat bahunya acuh.


“Tebakan kalian salah. Calon istriku adalah Joanna!”


“Eyy mana mungkin!" ucap Nael yang tak percaya dengan ucapan Jordan, ia kembali meneguk soda sambil menatap Jordan dengan lucu, karena tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Jordan.


“Apa wajahku terlihat bercanda?” Tiba-tiba Nael tersedak saat mendengar ucapan Jordan.


“Sepertinya kau terlalu lama menjomblo Jordan, sampai khayalanmu terlalu tinggi!” ujar Arsen yang masih tidak percaya, bagaimana mungkin pamannya bisa mendapatkan wanita seumuran anaknya.


“Terserah kalian saja, sebentar!” Jordan mengambil ponselnya, kemudian mengutak-atik lalu menelpon Joana. Setelah itu, ia menyalakan pengeras suara.


“Hallo babby, kau di mana!” tanya Jordan.


“Aku sedang di kamar Laura dan Naura!” balas Joanna di seberang sana. Jordan pun mematikan panggilannya, lalu menatap Arsen dan Nael dengan tatapan bangga..


“Lihat kan, aku tidak berbohong!” Jordan sesumbar pada Nael dan Arsen, membuat Nael dan arsen tampak terdiam, mereka masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Jordan .


•••


“Joanna kau pasti bercanda kan? kau pasti membohongi kami kan?” tanya Laura. Laura, Naura dan Sheina, menatap Joana dengan tatapan tak percaya, saat barusan Joanna mengatakan bahwa 3 hari lagi ia dan Jordan akan menikah.


Ya, pada akhirnya Juana dan Jordan memutuskan untuk segera menikah dan pemberkatan akan dilakukan tiga hari lagi, Itu sebabnya saat tadi pergi ke rumah Olivia, Joana pergi ke mansion Nael. Ia ingin berbicara dengan Laura Naura dan kebetulan Seina juga sedang ada di sana, dan ia pun langsung memberitahukan tentang rencana pernikahannya.


Seperti dugaannya, ketiga sahabatnya tampak tidak percaya padanya, bahkan ketiga sahabatnya benar-benar menganggapnya seperti orang gila, yang berbicara ngawur


“Aku serius, kami akan menikah!”balas Joanna. Laura berdecih kemudian ia menegakkan tubuhnya lalu menatap Joana.


“Joana, aku tahu kau terguncang karena masalah keluargamu. Tapi aku mohon, buka dulu pikiranmu, cerahkan dulu matamu. Bagaimana mungkin, kau akan menikah dengan lelaki tua seumuran ayahku. Bagaimana mungkin kau bisa menikah dengannya, apa kau tahu dulu, dia pernah mengkhianati Bibi Leticia. Padahal Paman Jordan dan bibi Leticia sudah berpacaran selalu bertahun-tahun, Jadi aku mohon, sebelum kau menikah tolong buka pikiranmu, dan buka matamu lebar-lebar!” ucap Laura. Kali ini wajahnya benar-benar serius, membuat Seina ingin sekali tertawa, saat melihat ekspresi


Laura.


“Baby!” tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang ,membuat keempat wanita itu langsung menoleh ke arah pintu, ternyata sosok Jordan masuk ke dalam kamar Laura


“Baby, ayo kita pulang. Jangan dengarkan mereka, mereka memberikan pengaruh buruk untukmu!” ucap Jordan.


Laura Naura dan Seina berdecak saat mendengar ucapan Jordan. Hingga Seina tiba-tiba berbisik di dekat kuping Joanna


“Jangan percaya padanya, dia adalah Playboy kelas kakap!” kata Seina. Ia memang terlihat sedang berbisik..Tapi ia malah mengeraskan suaranya.


“Seina, apa Paman harus membocorkan pada ayah dan ibumu bahwa kau diam diam mengikuti ajang balap mobil?" tanya Jordan. Skak, Seina langsung terdiam, kemudian ia menjauhkan wajahnya dari wajah Joanna


“Joana, lupakan apa yang aku ucapkan, pamanku sepertinya orang baik!" balas Sheina. Bisa habis dia jika ayah dan ibunya tau bahwa dia mengikuti balap mobil.


“Ayo baby, kita pulang!” ajak Jordan, Joana bangkit dari duduknya, kemudian ka menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan yang tulus.


“Terima kasih semua, aku sudah tahu bagaimana masa Lalu calon suamiku!” nada Joanna terlihat malu-malu saat mengatakan Jordan calon suaminya, karena tidak kuasa menahan rasa malu, akhirnya Joanna pun berbalik kemudian menghampiri Jordan lalu mereka pun keluar dari kamar Laura dan Naura.


•••••


Wajib banget sih tinggalin komen